BETULKAH UMAT MUSLIM ANTI PANCASILA DAN ANTI KEBHINEKAAN?, SUATU KAJIAN RASIO PANCASILA DAN INNER PANCASILA MELALUI KECERDASAN RESONANSI JATI DIRI – 3

03 Jun 2017



TULISAN KE 3 DARI 7 TULISAN
*MEWUJUDKAN DAN MENEGAKKAN AL HAQ SELF INNER LEADERSHIP PANCASILA*

BETULKAH UMAT MUSLIM ANTI PANCASILA DAN ANTI KEBHINEKAAN?, SUATU KAJIAN RASIO PANCASILA DAN INNER PANCASILA MELALUI KECERDASAN RESONANSI JATI DIRI – 3

Membumikan Pancasila sebagai ideologi Bangsa di kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mewujudkan pengamalan Pancasila melalui butir butir Pancasila.
Menggali ekstrak energi jati diri Pancasila.

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
NO
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

“Menegakkan Keadilan adalah bagian dari hidup seorang ber Iman, itulah hakekat ber Iman sebenar benarnya Iman, Ittaqulloha haqotuqotihi !”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

Alhamdulillah kita berjumpa lagi di tulisan saya ke 3.

Sebelum kita lanjut pada pokok bahasan Sila ke 2, Kemanusiaan yang adil dan beradab, marilah kita tengok sejenak pembahasan yang lalu.

Sejatinya Inner Sila 1 Pancasila bukan hanya Surat Al Iklash ayat 1 namun termasuk semua Surat dan Ayat dalam Kitab Suci Al Qur an yang membahas mengenai Ke esaan Tuhan dan masalah Tauhid, diantaranya adalah

QS. Al Baqarah, 2:163,
QS. Al Anbiyaa, 21:22
QS. Al Mu’minuun, 23:91
Surat Al Baqarah ayat 25-26
Surat Saba’ Ayat 1
Surat As Syura ayat 11
Surat Al Hasr ayat 22-24
Surat Al Maidah ayat 73
dllnya……

*Bagaimana kaitannya dengan Asmaul Husna?*
Sebetulnya semua Asmaul Husna yang berkaitan ke Tauhidan dan Kebesaran – NYA sangat berkaitan, namun dalam kesempatan ini saya hanya menyampaikan dua Asmaul Husna yang mewakili yaitu *Ya Allah* dan *Ya Ahad*

Maka
Pancasila itu berfondasikan sepenuhnya dari Al Qur an.

Selanjutnya saya ingin penegasan dulu beberapa hal sebagai kristalisasi tulisan saya ke 2 mengenai sila 1 bahwa :

(1) Negara Indonesia berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa,

(2) Bagi dan didalam Negara Indonesia *tidak boleh ada pertentangan dalam hal ketuhanan yang Maha Esa,*

(3) *Tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang anti ketuhanan yang Maha Esa, dan anti keagamaan*

(4) Tidak boleh ada paksaan agama dengan kata lain *di negara Indonesia tidak ada paham yang meniadakan Tuhan yang Maha Esa (atheisme).*

(5) dan Negara memberi jaminan kebebasan kepada setiap penduduk untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya.

(6) Sila pertama ini merupakan perwujudan dari sebagai makna *Al Haq Inner Rahmatan lil alamin*

Sehingga Sila Pertama Pancasila ini merupakan fondasi dan sumber pokok kehidupan bangsa Indonesia,
* menjiwai mendasari serta membimbing perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab,

* penggalangan persatuan Indonesia yang telah membentuk Negara Republik Indonesia yang berdaulat penuh,

* bersifat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Maka selaras dengan
Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga teks aslinya, yang antara lain berbunyi:

“Atas berkat rahmat TUHAN Yang Maha Kuasa….” (tetapi diubah menjadi “*Atas berkat rahmat ALLAH Yang Maha Kuasa*” pada lembaran berita negara)

Dari bunyi kalimat ini membuktikan *bahwa negara Indonesia bukan negara agama, yaitu negara yang didirikan atas landasan agama tertentu, melainkan sebagai negara yang didirikan atas landasan Pantja Sila atau negara Pantja Sila*

2. *Pasal 29 UUD 1945*

(1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan/atau kepercayaannya. (Perhatikan : tidak ada klausul negara boleh membatasi agama apa yang dipercayainya).

*Pasal 28E*
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Oleh karenanya jelas sudah bahwa *kita Bangsa Indonesia yang hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia hukumnya wajib* untuk senantiasa memelihara dan mewujudkan 3 model hidup yang meliputi:
* Kerukunan hidup antar umat seagama
* Kerukunan hidup antar umat beragama
* Kerukunan hidup antar umat beragama dan Pemerintah

*Tri kerukunan hidup tersebut merupakan salah satu faktor perekat kesatuan bangsa.*

4.2) *Kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spiritual dalam mengamalkan butir butir Pancasila
Sila 2, Kemanusiaan yang adil dan beradab*

4.2.1 *Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.*
Dalam makna *Memanusiakan manusia sesuai nilai nilai ke Ilahian*

Contoh nya dengan Menentang keras human trafficking atau perdagangan manusia.

4.2.2 *Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.*

Keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia tidak menjadikan hak yang dimiliki oleh suatu suku atau agama tertentu berbeda dengan suku atau agama yang lainnya.

Seperti salah satu contohnya adalah tiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi PNS atau jenjang karirnya setelah menjadi PNS tanpa memandang suku, agama, ras atau yang lainnya melainkan kinerja kerja dari tiap individu tersebut.

4.2.3 *Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Artinya setiap manusia dilarang saling menyakiti , harus bisa saling menghargai perbedaan yang ada agar tercipta kerukunan,*

Jika hal ini dilakukan tidak akan tercipta keributan perang perang saudara, atau perang antar suku yang masih suka terjadi di Indonesia.

4.2.4 *Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.*

Mau berbaur dengan yag lainnya memupuk sikap tenggan rasa, dengan mengikiti kerja bakti RT sudah termaksud pengamalan dari butir sila kedua ini.

4.2.5 *Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.*

Contohnya ketika kita menjadi seorang atasan, walaupun kita memiliki jabatan yang lebih tinggi, kita tidak boleh menginjak injak bawahan kita mungkin dengan hinaan, atau tindakan yang kurang ber peri kemanusiaan.

4.2.6 *Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.*

Hidup dengan norma norma kemanusiaan, saling menghargai, menhormati dan tidak memmandang perbedaan, suku ras agama termaksud perbuatan menjunjung nilai kemanusiaan.

4.2.7 *Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.*
Contohnya melakukan kegiatan, atau acara acara bakti sosial, memberikan bantuan kepada panti panti asuhan sebagai bentuk kemanusiaan peduli akan sesama.

4.2.8 *Berani membela kebenaran dan keadilan.*

Dengan tidak menutup nutupi suatu tindak kejahatan misalnya, ketika kita tahu seorang bertindak kejahatan kita siap untuk menjasi saksi dipengadilan, hal ini sudah dapat diartikan sebagai membela kebenaran dan keadilan.

4.2.9 *Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.*

Artinya rasa kemanusiaan harus tumbuh di dalam diri sendiri juga, jangan terus mau menjadi bangsa yang dijajah, kita harus merasa bahwa kita Bangsa Indonesia adalah manusia ciptaan Tuhan sama seperti yang lainnya, kita manusia seperti yang lainnya, kita Bangsa Indonesia, kita harus bisa berbuat sesuatu untuk Dunia.

Dengan memiliki prestasi dalam bidangnya kita telah menunjukan bahwa kita bangsa Indonesia adalah bagian dari seluruh umat manusia.

4.2.10 *Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.*

Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk tetap hidup, karena itu sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat bekerjasama dengan bangsa lain, salah satu contohnya nya dengan tergabungnya Indonesia dalam organisasi PBB dan menjalin hubungan diplomatik dengan negara negara lain.

2) *Kecerdasan resonansi jati diri dalam mewujudkan muatan asli jalur Al Haq setiap sila*

Sejatinya setiap kata, setiap kalimat, setiap benda, setiap lokasi dsbnya mempunyai muatan energinya.

Begitu pula Pancasila.
Muatan energi apa yang ada didalam Sila 2, Kemanusiaan yang adil dan beradab ?

Sila kemanusiaan yang adil dan Beradab adalah sederetan kata yang merupakan suatu frase, unsur sila tersebut adalah *kemanusiaan* yang terdiri atas kata dasar manusia berimbuhan *ke-an*.

Makna kata tersebut secara morfologis berarti “abstrak” atau “hal”. Jadi *kemanusiaan berarti kesesuaian dengan hakikat mausia.*

Adapun makna sila kedua antara lain :
* Mengembangkan sikap tenggang rasa
* Saling mencintai sesama manusia
* Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
* Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
*Tidak semena-mena terhadap orang lain
* Berani membela kebenaran dan keadilan
* Mampu melakukan yang baik demi kebenaran
* Menjaga kepercayaan orang
* Ramah dalam bermasyarakat

Sila kedua Pancasila ini mengandung makna bahwa *warga Negara Indonesia mengakui adanya manusia yang bermartabat*
(bermartabat adalah mausia yang memiliki kedudukan, dan derajat yang lebih tinggi dan harus di pertahankan dengan kehidupan yang kayak),

juga, *memperlakukan manusia secara adil dan Beradab* di mana manusia memiliki data cipta, rasa, karsa, niat dan keinginan sehingga jelas adanya perbedaan antara manusia dan hewan

Ternyata muatan jati diri Sila 2 Pancasila di jalur Al Haq adalah :

*Surat An Nisa ayat 135*,
Ya ayyuhal lazina amanu kunu qawwamina bil qisti syuhada’a lillahi….
Artinya :
Inggris :
“O ye who believe ! stand out firmly for justice, as witnesses to Allah….”

Indonesia :
“Wahai orang orang beriman !
Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah….”

*Bentuk energi jati dirinya :*
Seperti matahari namun bening dan berputar serta mengeluarkan energi bergelombang dan ber ombak omak ke segala arah tak berujung.

Bagaimana dengan Asmaul Husnanya yang terkait?
“Kemanusiaan yang adil dan beradab”, Sila kedua ini mengandung asma’ul husna yaitu Al Adl, Al Muqsith.

Disisi lain sila ini juga menganjurkan kita untuk berprikemanusiaan dan beradab dalam menjalani kehidupan, sehingga bisa dimaknai kita mempunyai mengembangkan rasa kasih sayang dalam hubungan dengan sesama dan mahluk hidup serta alam oleh karenanya merupakan cerminan dari Asmaul Husna *Ar Rahman* dan *Ar rahiim* juga *Ar ra’uuf.*

Sedangkan *ekstrak energinya An Nisa ayat 135 * akan kami sampaikan dalam pemberdayaan *Mewujudkan dan Menegakkan Al Haq Self Inner Leadership Pancasila*

Ternyata kandungan inner Pancasila sila ke 2 inipun juga amat dahsyat maka sila ke 2 inipun *Sudah Sangat Tepat* juga masalah tata letaknya diurutan ke 2.

Maka
Bangsa Indonesia umat Islam, bisa mengamalkan dengan 2 cara yaitu
(1) Secara Istiqomah selalu berdzikir ayat 135 An Nisa

(2) Atau Asmaul Husnanya yang terkait seperti diuraikan diatas.

Dengan nampak nyata muatan asli sila 2 Pancasila serta penjabaran butir Pancasila tereebut diatas sudah nampak jelas bahwa sila kedua ini merupakan Value of life Bangsa kita, *maka sekali lagi tidak ada alasan bangsa Indonesia untuk mengganti Pancasila yang sudah baku.*

Sila ke 3,
lanjut di tulisan ke 4

*FIGHT FOR – AWAKENING*
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Imperium Garda Ring Waqulja Al Haq Yaa Haq

Gen Ores (Generation Origin Resonance)
Generasi Perduli kemurnian ahlak berbasiskan energi Al Haq Kepemimpinan Diri Sejati