BETULKAH UMAT MUSLIM ANTI PANCASILA DAN ANTI KEBHINEKAAN?, SUATU KAJIAN RASIO PANCASILA DAN INNER PANCASILA MELALUI KECERDASAN RESONANSI JATI DIRI – 4

03 Jun 2017



TULISAN KE 4 DARI 7 TULISAN
*MEWUJUDKAN DAN MENEGAKKAN AL HAQ SELF INNER LEADERSHIP PANCASILA*

BETULKAH UMAT MUSLIM ANTI PANCASILA DAN ANTI KEBHINEKAAN?, SUATU KAJIAN RASIO PANCASILA DAN INNER PANCASILA MELALUI KECERDASAN RESONANSI JATI DIRI – 4

Membumikan Pancasila sebagai ideologi Bangsa di kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mewujudkan pengamalan Pancasila melalui butir butir Pancasila.
Menggali ekstrak energi jati diri Pancasila.

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
NO
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

” Tidak ada kekuatan tanpa persatuan, tidak ada kejayaan tanpa kekuatan, dan kekuatan hakiki adalah kekuatan Al Haq!”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

Alhamdulillah kita berjumpa lagi di tulisan saya ke 4.

Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan sensus BPS tahun 2010 terdiri dari 1.340 suku bangsa.
Sungguh suatu kekayaan dan kekuatan bangsa yang hebat.

Sekian banyak suku bersatu padu membentuk bangsa yang besar dengan apa yang disebut *Bangsa Indonesia*, yang memproklamirkan diri pada tanggal 17 Agustus 1945.

Oleh karenanya jelas sudah bahwa *kita Bangsa Indonesia yang hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia hukumnya wajib* untuk senantiasa memelihara dan mewujudkan 3 model hidup yang meliputi:
* Kerukunan hidup antar umat seagama
* Kerukunan hidup antar umat beragama
* Kerukunan hidup antar umat beragama dan Pemerintah

*Tri kerukunan hidup tersebut merupakan salah satu faktor perekat kesatuan bangsa.*

Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai bahwa Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan Indonesia terkait dengan paham kebangsaan untuk mewujudkan tujuan nasional. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

*Bhinneka Tunggal Ika* adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Diterjemahkan per kata, kata *bhinneka* berarti “beraneka ragam” atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti “macam” dan menjadi pembentuk kata “aneka” dalam Bahasa Indonesia. Kata *tunggal* berarti “satu”. Kata *ika* berarti “itu”.

Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan *”Beraneka Satu Itu”*, yang bermakna *meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.*

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Bentuk energi jati diri makna Bhineka Tunggal Ika adalah :
Pusaran besar sekali berwarna putih berkilau berputar cepat dan menyedot.

Dalam sila Persatu Indonesia terkandung nilai, Negara adalah merupakan persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk Negara ; Suku, Ras, Kelompok, golongan maupun agama membentuk satu Bangsa yang utuh yaitu Bangsa Indonesia.

Perbedaan alamiah yang ada merupakan bawaan kodrat manusia dan juga merupakan ciri khas masing-masing elemen bangsa.

Konsekuensinya Negara adalah beranekaragam tetapi satu, mengikatkan diri dalam satu perasatuan yang dilukisan dalam suatu semboyan : “BhinekaTunggal Ika”.

Negara memberikan kebebasan atas individu golongan, suku, ras, maupun agama untuk merealisasikan seluruh potensinya dalam kehidupan bersama yang bersifat integral.

Persatuan Indonesia merupakan implementasi nasionalisme, bukan Chauvinisme dan bukan kebangsaan yang menyendiri.

Nasionalisme menuju pada kekeluargaan bangsa-bangsa, menuju persatuan dunia, menuju persaudaraan dunia. Nasionalisme dengan internasionalisme menjadi satu terminologi, yaitu sosio nasionalisme.

Persatuan Indonesia adalah satu untuk Indonesia walaupun keadaan di masyarakat sangat penuh perbedaan tetapi harus menjadi satu darah Indonesia dan rela mengorbankan kepentingan golongan demi negara Indonesia.

Makna sila persatuan Indonesia sebagai dasar Negara harus berpedoman kepada pasal-pasal UUD 1945, yaitu dalam :

Pembukaan UUD 1945, Alinea Kedua :
“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

*Pembukaan UUD 1945* , alinia keempat:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia..”

Pasal 1
(1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik.

(2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.***)

(3) Negara Indonesia adalah negara hukum.

Pasal 18 :
(1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang.

Pasal 37 ayat (5):
(5) Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.

Kata persatuan dalam dalam sila ketiga “Persatuan Indonesia” harus diterjemahkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini karena suasana kebatinan para pendiri bangsa saat merumuskan sila “Persatuan Indonesia” dipenuhi dengan keinginan yang kuat untuk membentuk negara kesatuan sesuai dengan paham unitarisme.

Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan yang pertama, 29 Mei-1 Juni 1945 dan yang kedua 10-17 Juli 1945 *menyepakati secara mufakat tanpa voting bahwa Indonesia yang akan merdeka harus berbentuk negara kesatuan sesuai dengan paham unitarisme*.

*Dalam rapat PPKI 18 Agustus 1945 bentuk negara kesatuan sesuai dengan paham unitarisme disepakati secara mufakat, tanpa penolakan sama sekali.*

4.2) *Kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spiritual dalam mengamalkan butir butir Pancasila
Sila 3, Persatuan Indonesia*

4.2.1 Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

4.2.2 Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

4.2.3 Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

4.2.4 Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

4.2.5 Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

4.2.6 Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

4.2.7 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

2) *Kecerdasan resonansi jati diri dalam mewujudkan muatan asli jalur Al Haq setiap sila*

Sejatinya setiap kata, setiap kalimat, setiap benda, setiap lokasi dsbnya mempunyai muatan energinya.

Begitu pula Pancasila.
Muatan energi apa yang ada didalam Sila 3, Persatuan Indonesia?

Adapun makna sila 3 secara umum adalah :
(1)Setiap individu Bangsa Indonesia sanggup mengembangkan sikap saling menghargai antarsuku, agama, ras, dan antargolongan.

(2) Mengembangkan sikap saling asah, saling asih, dan saling asuhTidak membeda-bedakan warna kulit, suku dan etnik.

(3) Membina persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kemajuan bangsa dan Negara.

(4) Meliputi seluruh sendi wawasan nusantara kebangsaan.

Wawasan Nusantara kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ideologi nasionalnya yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.

Hal ini merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bermanfaat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijakannya dalam mencapai tujuan nasional.

Wawasan Nusantara Kebangsaan tentunya meliputi Ketahanan Nasional Dalam Aspek (IPOLEKSOSBUDHANKAM) terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Ternyata muatan jati diri Sila 3 Pancasila di jalur Al Haq adalah :
Ada beberapa diantaranya adalah
Surat Al Hujarat ayat 13
Surat Al Hujurat ayat 9-10
Surat An Nisa ayat 59

Untuk mewakili semua kami gunakan ayat dibawah ini,
*QS Al Hujarat : 13*
….Dan kami menjadikan kamu berbagai bangsa2 dan ber suku2 supaya kamu saling kenal….

Inggris :
…And made you into nations and tribes, that you may know each other (not that you may despise each other)….

*Bentuk energi jati dirinya :*
Pusaran tornado besar bening berputar cepat menyedot

Bagaimana dengan Asmaul Husnanya yang terkait?
“Persatuan Indonesia”, Sila ketiga ini mengandung asma’ul husna yaitu *Al Jami’ / Maha Menghimpun*

Kekuatan menghimpun ini juga berfondasikan pada Asmaul Husna *Ar Rahman* dan *Ar rahiim* juga *Ar ra’uuf.*

Sedangkan *ekstrak energinya *Al Hujarat : 13* akan kami sampaikan dalam pemberdayaan *Mewujudkan dan Menegakkan Al Haq Self Inner Leadership Pancasila*

Ternyata kandungan inner Pancasila sila ke 3 inipun juga amat dahsyat maka sila ke 3 inipun *Sudah Sangat Tepat* juga masalah tata letaknya diurutan ke 3.

Maka
Bangsa Indonesia umat Islam, bisa mengamalkan dengan 2 cara yaitu
(1) Secara Istiqomah selalu berdzikir ayat Al Hujarat : 13

(2) Atau Asmaul Husnanya yang terkait seperti diuraikan diatas.

Dengan nampak nyata muatan asli sila 3 Pancasila serta penjabaran butir Pancasila tereebut diatas sudah nampak jelas bahwa sila ketiga ini merupakan Value of life Bangsa kita, *maka sekali lagi tidak ada alasan bangsa Indonesia untuk mengganti Pancasila yang sudah baku.*

Sila ke 4,
lanjut di tulisan ke 5

*FIGHT FOR – AWAKENING*
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Imperium Garda Ring Waqulja Al Haq Yaa Haq

Gen Ores (Generation Origin Resonance)
Generasi Perduli kemurnian ahlak berbasiskan energi Al Haq Kepemimpinan Diri Sejati