LAILATUL QADR EXTENDED

28 Jun 2017



*# LAILATUL QADR EXTENDED #*
(Mereka yang tulus, luhur dan Agung namun dihujat dan dicibir, akan tetapi tetap tegar dan Istiqomah)

“Energi Rahmatan Lailatul Qadr adalah suatu bentuk responsitas alam Al Haq terhadap manusia tertentu yang hatinya konsisten tulus dalam kemaslahatan manusia dengan fondasi cinta kasih murni merata terhadap semua umat, menembus semua batasan jubah atau atribut tertentu untuk dikembalikan ke jalur Al Haq sesuai dengan fitrah Khalifatul fil Ardh.
Dan hal ini bisa saja tidak bisa dipahami oleh kebanyakan, sebab mereka juga terkadang kesulitan dalam menterjemahkan pesan pesan bahasa rasa ayat ayat alam / Qauniyah menjadi bahasa manusia kepada sesama”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
NO
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al-Qamar : 49)
Semuanya menghasilkan tanda dan ciri khas yang nyata berupa bentuk / pola energi jati diri kualitas tertentu secara alamiah.

*Menakar daya serap dan pemahaman diri*
Menulis artikel ini sebetulnya bukan jadwal saya hari ini, namun karena saya pandang perlu, maka saya perlu prioritaskan untuk mentuntaskan hari ini.

Saya cukup lama merenung dan berdoa pada NYA bagaimana caranya menjelaskan agar dipahami dengan uraian yang ringkas, padat dan jelas dimana selanjutnya saya kembalikan kepada Allah dengan mengucap “Innallillahi wa innailaihi rojiun” dan Yasin 83.

Sebab
Kualitas pemahaman seseorang dalam menyerap suatu informasi sepenuhnya tergantung oleh
(1) Kesediaan dirinya untuk tulus membuka diri terhadap pengetahuan Allah Yang Maha Luas

(2) Frekuensi jati diri dirinya pada saat itu.
Ini mempengaruhi point of view ybs dalam memahami sesuatu

(3) Latar belakang / refrensi pengetahuan yg dipakainya di tingkat mana.

(4) Muatan jati diri yg mendominasi dirinya dari frekuensi alam mana, sehingga pikiran, perasaan, keyakinan, kesadaran, belief system ya sesuai frekuensi muatan jati dirinya itu.

*Mereka yang mendapatkan LQ, lailatul Qadr*
Sejak tulisan saya mengenai Belajar dari Quraish Shihab, QS (www.ts-code.net/2017/06/lesson-from-quraish-shihab/)

Ada beberapa pihak yang masih bersiteguh mengenai kemiringan pandangan QS dalam beberapa pernyataan Beliau, sehingga di underlying messagenya berkesan ingin mengatakan bahwa apa iya QS bisa mendapatkan Rahmatan Lailatul Qadr.

Begini ya,
Untuk menjawab hal tersebut diatas maka saya rasa perlu untuk mengungkap karakteristik umum mereka yang mendapatkan LQ dari kacamata Kecerdasan Resonansi jati diri sbb :

(A) *Adapun profile mereka yg berpotensi mendapatkan LQ* adalah sebagai berikut:
(1) *Value of life orang tersebut adalah Universal*, meskipun dia terlahir di agama / keyakinan / kepercayaan tertentu namun dia tidak pernah judgmental dengan pemeluk lainnya yang berbeda dengan dirinya.

(2) Jauh didalam jiwanya selalu mencari Tuhan yang hakiki terlepas dari dogma agama atau keyakinan yang telah dipeluknya sejak lahir akibat ditetapkan oleh orang tuanya

(3) Selalu berpikir dan berjuang secara konsisten untuk kemaslahatan manusia

(4) Tipe Creator / pencipta bukan follower / pengikut
Maka kecendrungan mereka ini adalah pembaharu di field masing masing.

(5) Dia selalu tidak nyaman dengan sikap dan perilaku yang tidak baik (emosi emosi negatif dan penyakit hati) yang justru merugikan dirinya dan orang lain.
Maka dalam proses kematangan dirinya, bisa saja dia melakukan kesalahan, namun dia menangis jauh didalam dirinya dan berusaha keras untuk selalu memperbaiki diri.

(6) Mempunyai lingkup values of life (visi dan misi pribadi) untuk sesama dan alam.

(7) Mempunyai Rasa penyerahan diri pada Allah yang hakiki (minimal ideal, di 12 milyar %)
Yang tampil pada bentuk energi.jati diri rasa penyerahan diri pada Allah di tingkat ini adalah :
Segitiga sama sisi sangat bening, super bening bertumpuk menembus langit dan terus bertumbuh keatas tiada ujung.

(B) LQ hadir seperti 2 mata coin, mempunyai dua sisi kekuatan yaitu *Overcome* sebagai daya dobrak dan *Life Challange* sebagai bentuk ujian.

Disinilah letak ujian terberat dari mereka yg mendapatkan LQ, masih ingat uraian saya bahwa setingkat Rasulullah saja baru lolos dari semua Challange LQ umur 40 tahun (Beliau mendapatkan LQ sebanyak 7x, dimulai dari umur 10 tahun).

*Overcomenya* berupa turunnya 1 chip induk Maha master Al Haq berkekuatan besar berbeda beda setiap orang yang mendapatkannya sesuai dengan porsi tingkat kesulitan mewujudkan visi dan misi yang dihadapi pribadi tersebut.

*Life Challangenya* berupa rata rata 37.000 chip negatif bangsa Iblis dipimpin oleh komandan bangsa Iblis kelas tinggi (biasanya terendah kelas tata surya) yang mengganjal tercapainya sukses visi misinya.

*Apakah seseorang mendapatkan LQ hanya sekali seumur hidup?*
Bisa dimungkinkan lebih dari sekali, semuanya tergantung berat ringan problematika yang dihadapi sesuai dengan visi misinya.

Yang lebih dari sekali adalah aspek *Overcomenya* sedangkan *Life Challangenya* hanya di awal.

Allah SWT, Maha Pengasih dan Penyayang sekaligus Maha Adil, dari sisi visi misinya saja mereka yang mendapatkan LQ sudah berat, maka ketika mendapatkan yang kedua kalinya atau lebih dari 2, Life Challange nya sudah tidak disertakan.

*Tahapan pemberdayaan diri bagi mereka yang mendapatkan LQ*

*Tahap Beginning*, saat pertama kali ybs mendapatkan rahmatan tersebut.

*Tahap Maturity process*, proses pematangan
Disinilah tantangan hidup sebenarnya.
Analoginya seperti membuat martabak, dibolak balik, di putar, di banting banting dengan berbagai masalah kehidupan.
Yang sekaligus pencucian jiwanya, apakah tetap ber iman atau tidak.

Disinilah tahap yang super duper berat, dan bukan tidak mungkin mereka yg mendapatkan LQ, jusru menyimpang mengikuti medan resonansi dari sisi negatif yang menghalangi karena tergiur tipuan dunia.

Penyimpangan ini berupa sikap dan perilaku serta bisa saja ibadah yang menyimpang.

*Tahap Maturity End*
Selesainya semua tantangan dirinya berupa bersihnya semua energi negatif tersebut.
Setelah selesai di tahap ini, juga tampil kekuatan keempa yaitu ditengah / center segitiga sama sisi / Equilateral Al Haq sebagai penyeimbang, pendobrak dan inti kekuatan resonansi jati diri yang berasal dari alam kedahsyatan hakiki.

*Menyikapi kasus Pak Quraish Shihab*
Saya sejatinya berada ditengah tengah dengan mendudukannya di proporsi yang terang.

Sebelumnya ada baiknya kita menyimak mereka yang mendapakan LQ, namun kecendrungan eksentrik pendapatnya di kehidupan nyata (meskipun mereka yang eksentrik belum tentu pasti sudah mendapatkan LQ):
(1) *Gus Dur*,
Mendapatkan LQ 1x, Umur 20
Amati eksentrik sikapnya, bukankah beliau ini salah satu sikapnya adalah *menyebut lembaga DPR seperti taman kanak kanak?*
bukankah beliau *membuka kerja sama dengan Israel kala itu?*
bukankah beliau diberhentikan sebelum masa jabatannya usai?
Banyak langkah nya yang tidak dipahami oleh kebanyakan

(2) *Bung Karno*,
Mendapatkan LQ 2x, umur 17 dan 30 tahun.
Bukankah Bapak Proklamator ini jatuh dari kursi Kepresidenan karena mempertahankan Nasakom?
Tujuannya adalah luhur menggabungkan sisi baik dari semua kekuatan, namun sayangnya komunis menyalahgunakan niat baik beliau.

(3) *Emha Ainun Najib*,
Mendapatkan LQ, 1x umur 15 tahun
Kita semua tahu betapa nyentriknya beliau satu ini dengan berbagai pendapatnya

(4) *Ronald Reagen*,
Mendapatkan LQ 1x, umur 40 tahun
Selama menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan membantu untuk mencanangkan tujuan dari pemerintahan dan mendesak Uni Soviet untuk mengakhiri Perang Dingin. Ia memadatkan agenda konservatif untuk beberapa dekade setelah masa kepresidenannya.

(5) Fidel Castro,
Mendapatkan LQ 2x, umur 12 tahun dan umur 30 tahun.
Bagaimana beliau ini sangat dicintai rakyatnya namun sangat dibenci USA.
Beliau mengalami 638x percobaan pembunuhan namun gagal semua.
Kebijakan selalu tegas menentang USA.

(6) Habib Rizieq, mendapatkan LQ 1x, umur 15 tahun.
Coba amati perjuangannya menegakkan Amar Mar’ruf Nahi Munkar.

(7) Gus Sholeh, mendapatkan LQ 1x, umur 10 tahun.
Coba renungkan pernyataannya yang kecendrungan kearah kedamaian dan keharmonisan.

Coba amati 7 contoh diatas mereka yang mendapatkan LQ, kecendrungan mereka menginginkan berhentinya perselisihan, menegakkan Kedamaian, Keharminisan dan tegas terhadap yang tidak baik menurut Allah SWT meskipun menentang arus.

Mereka yang mendapatkan LQ biasanya tidak tahu bahwa dirinya mendapatkan Rahmatan LQ, mereka hanya mengikuti kekuatan daya gerak rasa dalam dirinya yang menggelegak setiap saat yang berasal dari kekuatan induk Maha Master Al Haq tersebut, namun di satu sisi ybs juga selalu dipengaruhi oleh bisikan bisikan aspek Life Challangenya.

Coba renungkan
Berapa kali Bung Karno mengalami percobaan pembunuhan?
Berapa kali Ronald Reagen mengalami percobaan pembunuhan?
Fidel Castro sampai 638x mengalami percobaan pembunuhan !

Semuanya karena kebijakannya yang menurut kebanyakan itu “nyeleneh?” dan banyak pihak gerah?

Dan bagaimana dengan Bpk Quraish Shihab?
Seperti tulisan saya yg lalu banyak tuduhan miring mengenai pernyataan Beliau, yang paling tajam.masalah 3 hal yaitu
(1) Syiah
(2) Jilbab
(3) Rasulullah belum tentu masuk Surga.

Coba amati penjelasan Beliau dengan hati terang dan hati dingin serta berpandangan luas.
Padahal beliau sudah menjawab semua yang dituduhkan.

Namun
Yaitulah para pihak yang kurang paham luasnya bahasa rasa ayat ayat alam, selalu mengcompare dengan dalil / ayat ayat Qauliyah dan hadist terbatas, cobalah keluar dari pemaknaan tekstual dari dalil dan hadist.

Biarlah waktu yang menjawab dan Beliau cukup teguh dijalur Al Haq Overcomenya.

Namun di satu sisi yang mendapatkan LQ bukan segalanya, mereka juga perlu tetap berjuang untuk istiqomah di jalur Al Haq, dan bukan tidak mungkin kekuatan Life Challange merembes ke jiwa mereka yang mendapatkan LQ karena pikiran dan perasaannya ada penyimpangan menurut Allah SWT.

Rembesan energi life challange ini bisa saja mencapai 5%, 15% atau porsi lebih besar dan ini sungguh terjadi pada mereka yan mendapatkan LQ yang saya tidak perlu sebutkan disini karena hal tersebut termasuk Maha Bijaksananya Allah SWT.

Sebagai penutup,
Saya ingin menyampaikan bahwa kebenaran mempunyai ruang paradoxnya sendiri karena mempunyai lantai frekuensi jati dirinya masing masing.

Saya sangat suka dengan analogi *Orang Buta dengan Gajah*
Dimana ada sekelompok orang buta memegang gajah.

Bagi orang buta yang memegang perut gajah, mengatakan bahwa gajah itu seperti tembok

Bagi orang buta yang memegang kaki gajah, mengatakan bahwa gajah itu seperti pohon

Bagi orang buta yang memegang buntut gajah, mengatakan bahwa gajah itu seperti ekor

Bagi orang buta yang memegang belalai gajah, mengatakan bahwa gajah itu seperti ular

Bagi orang buta yang memegang gading gajah, mengatakan bahwa gajah itu seperti tombak

Bagi orang buta yang memegang kuping gajah, mengatakan bahwa gajah itu seperti kipas angin.

Ingat,
Orang buta tidak bisa melihat, mereka hanya bisa meraba (dalam kasus digambar), meraba menimbulkan rasa sensasi sesuatu, nach itulah kebenaran terbatas mereka.

Bukankah semuanya benar?
Mereka disumpah, ya berani dan tetap menceritakan apa yang dirasanya itulah kebenaran mutlak baginmasing masing orang buta tersebur.
Jadilah perang kebenaran, padahal semuanya benar.
Padahal kebenaran tidak perlu diributkan, namun perlu dicari titik terangnya dengan melepas ego serta membuka diri dengan dasar pengetahuan yang lebih luas.

Nach,
Secara umum mereka yang mendapatkan LQ (yang tetap di jalur Overcomenya) melihat dari atas Gajah sehingga tampak semuanya, terang benderang sebab mereka melihat dari kekuatan overcomenya yang tidak lain adalah *Ruh min Amr Rabbi / Ruh dari Amr Allah, Amr = urusan, tanggung jawab, perintah*,
*Itulah pembeda antar energi Rahmatan lil alamin dengan Rahmatan Lailatul Qadr.*

Wallahu a’lam bish-shawab

Demikian uraiannya mudah mudah an bermanfaat dan makin memperdalam kualitas keimanan dan ketakwaan kita bersama.

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55).

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

*Fight for – Awakening*
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Human Al Haq True Self Resonance Navigator

Grandness Leadership Intelligent Center
Imperium Garda Ring Waqulja Al Haq Yaa Haq
Gen Ores (Generation Origin Resonance)
Generasi Perduli kemurnian ahlak berbasiskan energi Al Haq Kepemimpinan Diri Sejati