BETULKAH UMAT MUSLIM ANTI PANCASILA DAN ANTI KEBHINEKAAN?, SUATU KAJIAN RASIO PANCASILA DAN INNER PANCASILA MELALUI KECERDASAN RESONANSI JATI DIRI – 5

03 Jun 2017



TULISAN KE 5 DARI 7 TULISAN
*MEWUJUDKAN DAN MENEGAKKAN AL HAQ SELF INNER LEADERSHIP PANCASILA*

BETULKAH UMAT MUSLIM ANTI PANCASILA DAN ANTI KEBHINEKAAN?, SUATU KAJIAN RASIO PANCASILA DAN INNER PANCASILA MELALUI KECERDASAN RESONANSI JATI DIRI – 5

Membumikan Pancasila sebagai ideologi Bangsa di kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mewujudkan pengamalan Pancasila melalui butir butir Pancasila.
Menggali ekstrak energi jati diri Pancasila.

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
NO
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

” Tidak ada kekuatan tanpa persatuan, tidak ada kejayaan tanpa kekuatan, dan kekuatan hakiki adalah kekuatan Al Haq!”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

Alhamdulillah kita berjumpa lagi di tulisan saya ke 5

Sebelum masuk ke pokok bahasan kali ini yaitu Sila ke 4 Pancasila yakni :
*Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan*

Mari kita tengok terlebih dahulu kekuatan sila ke Pancasila yaitu Persatuan Indonesia senagai bahan baku harmoninya pelaksanaan sila ke 4.

Kekuatan nilai persatuan Indonesia bersumber pada asas kedaulatan rakyat, maka maknanya menentang segala bentuk feodalisme, totaliter dan kediktatoran oleh mayoritas maupun minoritas.

Juga nilai persatuan Indonesia mengandung makna adanya usaha untuk bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sistem nilai kedaulatan rakyat menjadi dasar demokrasi di Indonesia, sehingga timbulnya pembatasan kekuasaan negara dengan partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan.

*Nilai-nilai demokratik mengandung tiga prinsip*, yaitu
(1) pembatasan kekuasaan negara atas nama hak asasi manusia,
(2) keterwakilan politik dan
(3) kewarganegaraan.

Merujuk pada sila Persatuan Indonesia mengandung nilai bahwa Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Oleh karenanya persatuan Indonesia terkait dengan paham kebangsaan untuk mewujudkan tujuan nasional. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

*Hikmat kebijaksanaan* bermakna memggunakan pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung jawab serta di dorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani.

*Permusyawaratan* adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan suatu hal berdasarkan kehendak rakyat hingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat.

*Perwakilan* adalah suatu system arti tata cara (prosedur) mengusahakan turut sertanya rayat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara ,antara lain dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan.

Jadi, *kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan* bermakna *bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya melalui system perwakilan dan keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya.*

Implementasi sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksaan dalam permusyawaratan / perwakilan dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut:

Alinia keempat:
“…yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada … Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,..”

Pasal 1:
(2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

Butir butir Pancasila Sila ke 4,
4.2) *Kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spiritual dalam mengamalkan butir butir Pancasila
Sila 4,*

(4.2.1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

(4.2.2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

(4.2.3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

(4.2.4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

(4 2.5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

(4.2.6) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

(4.2.7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(4.2.8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

(4.2.9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

(4.2.10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Adapun makna filosofi kemanusiaan dalam nilai-nilai Pancasil sila 4 secara umum adalah :
1) Perdamaian—bukan perang.
2) Demokrasi—bukan penindasan.
3) Dialog—bukan konfrontasi.
4) Kerjasama—bukan eksploitasi.
5) Keadilan—bukan standar ganda.

Sila ke 4 sangat kuat hubungannya dalam Wawasan Nusantara kebangsaan.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ideologi nasionalnya yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.

Hal ini merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bermanfaat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijakannya dalam mencapai tujuan nasional.

Wawasan Nusantara Kebangsaan tentunya meliputi Ketahanan Nasional Dalam Aspek (IPOLEKSOSBUDHANKAM) terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

4.3) *Kecerdasan resonansi jati diri dalam mewujudkan muatan asli jalur Al Haq setiap sila*

Sejatinya setiap kata, setiap kalimat, setiap benda, setiap lokasi dsbnya mempunyai muatan energinya.

Begitu pula Pancasila.
Muatan energi apa yang ada didalam Sila 4

Ternyata muatan jati diri Sila 4 Pancasila di jalur Al Haq adalah :
Ada beberapa diantaranya adalah
Surat Asy-Syura ayat 38
Surat Al Mujadilah ayat 9 dan 11.

Untuk mewakili semua kami gunakan ayat dibawah ini,
*QS Asy – Syura (Musyawarah – Consultation) ayat 38*
….sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antar mereka….

Inggris :
…who (conduct) their affairs by mutual consultation….

*Bentuk energi jati dirinya :*
Dua pusaran tornado bening menyedot posisi kanan kiri dan semuanya di lingkati lingkaran bening berputar

Bagaimana dengan Asmaul Husnanya yang terkait?
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”, Sila keempat ini mengandung asma’ul husna yaitu *Al Hakim / Maha Bijaksana*

Kekuatan Al Hakim / Maha Bijaksana ini juga berfondasikan pada Asmaul Husna *Ar Rahman* dan *Ar rahiim* dan *Al Adl*

Sedangkan *ekstrak energinya *QS Asy – Syura (Musyawarah – Consultation) ayat 38* akan kami sampaikan dalam pemberdayaan *Mewujudkan dan Menegakkan Al Haq Self Inner Leadership Pancasila*

Ternyata kandungan inner Pancasila sila ke 4 inipun juga amat dahsyat maka sila ke 4 inipun *Sudah Sangat Tepat*, dan dari masalah tata letaknya diurutan ke 4 sudah sangat cocok.
Maka
Bangsa Indonesia umat Islam, bisa mengamalkan dengan 2 cara yaitu
(1) Secara Istiqomah selalu berdzikir ayat QS Asy – Syura (Musyawarah – Consultation) ayat 38

(2) Atau Asmaul Husnanya yang terkait seperti diuraikan diatas.

Dengan nampak nyata muatan asli sila 4 Pancasila serta penjabaran butir Pancasila tereebut diatas sudah nampak jelas bahwa sila ke empat ini merupakan Value of life Bangsa kita, *maka sekali lagi tidak ada alasan bangsa Indonesia untuk mengganti Pancasila yang sudah baku.*

Sila ke 5,
lanjut di tulisan ke 6

*FIGHT FOR – AWAKENING*
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Imperium Garda Ring Waqulja Al Haq Yaa Haq

Gen Ores (Generation Origin Resonance)
Generasi Perduli kemurnian ahlak berbasiskan energi Al Haq Kepemimpinan Diri Sejati