MANAJEMEN ENTITAS JIWA DALAM DIRI

24 Nov 2017

MANAJEMEN ENTITAS JIWA DALAM DIRI


*# MANAJEMEN ENTITAS JIWA DALAM DIRI #*
Mengelola jagad kecil dalam diri, menakar segala bentuk kuman, bakteri dan virus jiwa dalam diri.

Assallamu alaikum warahmatulahi wabarakatuh
Salam Allahu Robbi
💎💝💞💗🙏💗💞💝💎

“Sejatinya manusia itu adalah jagad kecil yang merupakan bagian dan terhubung dengan jagad besar.
Sebagaimana suatu jagad / alam, maka pasti ada kehidupan didalamnya.
Kualitas suatu alam mencerminkan kualitas segala sesuatu didalamnya.
Maha Besar Al Haq Allah SWT terhadap segala ciptaannya”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

*Entitas dalam konteks spritual dan supranatural*

Manusia tersusun dalam dua struktur tubuh; struktur halus / tak kasat mata dan struktur kasar / kasat mata.

Struktur kasar manusia adalah badan kasar (fisik atau jasmani) atau juga disebut raga yang dapat dilihat manusia lain, maka struktur halusnya adalah rohani (bathin) atau disebut pula jiwa yang tidak dapat dilihat manusia lain.

Dengan kata lain spiritual lebih merujuk pada aspek rohani, maka dimaknai sebagai segala hal yang berhubungan dengan rohani (jiwa), jika spiritual dalam pandangan relijius agama, maka akan berkaitan dengan iman.

Sedangkan supranatural, dicari di KBBI, hasilnya tidak ada. Hanya ada kata supernatural yang memiliki arti ajaib alias tidak dapat diterangkan dengan akal sehat (logika). Supranatural sendiri adalah modifikasi penyebutan dari supernatural.

Orang-orang sering mengasosiasikan supranatural dengan : mistis, ghaib, klenik, sihir, magis, tahayul, dan lainnya. Namun, asosiasi itu kesemuanya mengacu pada hal-hal di luar kelajiman alamiah yang dapat dicerna akal logika manusia. Dengan demikian, suatu hal yang terjadi proses dan mekanisme sebab akibatnya tak diketahui akal logika manusia, dapat dikatakan sebagai supranatural. *Padahal nyatanya supranatural adalah ilmu pengetahuan yang menjadi dasar dari seluruh keilmuan saat ini.*

Dalam konteks spiritual, entitas itu bisa dimaknai dengan sesuatu yang berdiam dalam jiwa (bathin). Pernahkah kita menyadari ketika kita berbincang atau tanya jawab sendiri di dalam hati, atau ketika kita mempertimbangkan suatu pilihan di dalam hati, kita sering mendengar celoteh kata hati alias suara hati?

Istilah hati sanubari atau nurani terdalam yang bersuara? Siapakah itu? Ada yang berpendapat bahwa itulah suara entitas yang bersemayam dalam diri manusia.

Entitas itu diasosiasikan dengan higher self, malaikat, qorin, khodam, saudara kembar ghaib, dan lain-lain penyebutannya. Yang nyatanya kategori entitas itu berbeda-beda.

Entitas dalam konteks spiritual (kerohanian) adalah entitas internal yang dimiliki setiap manusia. Alam astral, alam entitas, itu ada dalam setiap diri manusia.

Ada istilah alam bawah sadar, dan siapa yang menghuni alam bawah sadar itu?
Siapa yang berada dibalik mekanisme pergerakan sikap, ucapan dan tindakan manusia yang tak disadari oleh kontrol pikiran sadar?

Mempertanyakan kehadiran entitas dalam konteks relijius (agama) maka akan mempertanyakan mengenai keimanan itu sendiri. Seberapa iman kepada hal-hal ghaib di luar kelajiman yang tertangkap nalar logis manusia.

Eksistensi entitas sering diingkari oleh orang-orang yang tidak percaya dan belum membuktikan kebenaran keberadaannya. Jika seorang muslim mengingkari eksistensi entitas maka sejatinya dia mengingkari rukun Iman itu sendiri, yaitu Iman kepada yang Ghaib.

Sang Maha Ghaib menganugerahkan manusia pengetahuan mengenai hal-hal yang ghaib dengan perumpamaan “bagai setetes air di samudera”, dengan demikian hanya sebagian kecil saja pengetahuan manusia dalam menjangkau pengetahuan mengenai rahasia-rahasiaNya, termasuk urusan supranatural.

*Entitas jiwa*
Seperti tubuh fisik selalu dihinggapi oleh kuman, bakteri dan virus dengan bermacam macam jenis serta kekuatannya.
Begitu pula dengan jiwa, jiwa / ruhani selalu dipengaruhi oleh entitas jiwa baik positif maupun negatif.

Kekuatan entitas positif dan negatif ini selalu berlomba lomba mempengaruhi inangnya / hostnya yaitu manusia itu sendiri.
Biasanya entitas jiwa yang berperan tergantung dari *ketertarikan hidup pribadi tersebut, yang mewujud pada Akunya, emosinya dan gaya hidupnya.

Namun
Asli manusia pertama kali diciptakan bagaimana entitasnya?
*Itulah entitas Badar Al Haq yang secara alamiah ada didalam diri manusia yang melekat di 9 tempat yaitu :
(1) DNA, CHROMOSOM dan GEN energi.
(2) Human Center manusia
(3) Frontal Lube / Otak bagian depan
(4) Batang Otak
(5) Solar Plexus
(5) Pusar
(6) Tulang Sulbi

*Namun entitas Badar Al Haq ini tidak akan pernah aktif apabila pribadi tersebut masih memelihara emosi negatif dan penyakit hati*

Ketika entitas Badar Al Haq aktif didalam diri maka secara ootmatis segala bentuk entitas jiwa yang nengatif otomatis sirna dengan di daur ulang di alam oleh kekuatan Badar Al Haq tersebut.

Akan tetapi
Jika yang aktif adalah entitas dalam tataran positif, entitas negatif tetap bisa hadir, oleh karenanya kenapa banyak pribadi yang baik namun masih saja ada negatifnya.

Di sisi lain, semua entitas negatif mempunyai kandungan alamiah potensi positif, contoh
Entitas energi bangsa Jin potensi positifnya adalah 33%, sedangkam negatifnya 67%
Bandingkan dengan entitas bangsa Jim (bukan Jin),potensi kandungan positifnya yaitu 70%, sisanya 0%.
Dan masih banyak lagi seperti Bangsa Siluman, Iblis dan lain sebagainya.

*Manusia yang sudah kembali ke fitrah itu, salah satu cirinya adalah bebas total secara stabil dari segala bentuk emosi negatif dan penyakit hati serta segala bentuk entitas negatif yang mencengkram jiwanya*

*Betulkah dalam diri manusia terdapat entitas negatif dalam jiwanya?*

Jelas ada! , lantas sari pati energi emosi negatif dan penyakit hati itu sumbernya apa?

Semakin diri ini menutup diri terhadap entitas jiwa diri, maka mereka (entitas negatif) makin bahagia makin merdeka dan berjalannya waktu0semakin kuat menguasai pribadi tersebut.

*Dari mana masuknya entitas jiwa (positif dan negatif) yang ada dalam diri?*

Dari hasrat / ketertarikan diri terhadap hal hal yang baik atau tidak baik menurut Al Haq Allah SWT, sehingga berjalan dengan waktu makin menguat dan membentuk keyakinan, sikap dan perilaku diri.

Juga dari gaya hidup kita sendiri, kita memilih bergaya hidup yang seperti apa, maka medan energinya menimbulkan frekuensi energi tertentu, nach segala entitas yang berada di frekuensi tersebut jika merasa cocok dengan pribadi ini maka masuklah kedalam diri pribadi tersebut dengan suka cita.

Dan sekali masuk, mereka ini (entitas negatif) akan mempertahankan eksistensi dirinya didalam diri pribadi tersebut habis habis an.
Kenapa?
Sebab mereka nyaman jika didalam diri manusia dan dalam dunianya bisa naik peringkat jika bisa menyesatkan manusia menyimpang dari jalur Al Haq.

Tipu muslihat entitas negatif ini sangatlah halus, serta tidak kentara, sebab bisa masuk ke hasrat terdalam pribadi tersebut mengenai ketertarikannya terhadap dunia.
*Dan sangat piawai mempermainkan pembenaran diri sehingga nampak benar*.

*Apakah mereka bisa bersih dengan ruqyah? *
(1) Bagaimana akan dibersihkan dengan ruqyah?, sedangkan pribadi yang ada entitas negatifnya nampak ok ok saja, diantaranya seperti kehidupannya baik, tampilannya ok, ibadahnya ok, sering ke majelis ta’lim, bisa saja sering sebagai pemberi ceramah, mempunyai gelar lingkungan Agama tertenti, sangat trampil dan piawai dalam ber Agama, tutur sapanya nampak berbudi pekerti tinggi, pendidikan formalnya juga tinggi, dsbnya.

(2) Peruqyah harus sudah masuk kelas energi Al Haq dalam dirinya, sebab jika dalam dirinya sendiri masih ada entitas negatif maka tidak akan pernah bisa.

(3) Makin tinggi tingkat entitas negatif ini, makin halus energinya dan makin tinggi power dan kekerasannya, sehingga power peruqyah juga harus jauh diatas entitas negatif ini.

Nach,
Ketika saya sampaikan semua karakteristik diatas, pasti para pembaca mengkerutkan kening, apa iya?, dan sudah sedemikian jauhnya kah manusia terperosok?

Ya memang begitulah adanya jika dilihat dari standar energi Badar Al Haq.
Maka pembenaran bukanlah kebenaran Al Haq itu sendiri.

*Saya rasa cukup apa yang perlu saya uraikan disini, selanjutnya dikembalikan ke diri masing masing, renungkanlah sebetulnya hasrat diri hidup ini kemana?*
*Jujurlah pada diri*
*Serta standar apa yang kita pakai mengenai fitrah diri?, sejatinya keyakinan apa yang kita pegang maka itulah yang diberi*

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al-Qamar : 49)
Semuanya menghasilkan tanda dan ciri khas yang nyata berupa bentuk / pola energi jati diri kualitas tertentu secara alamiah.

*Mari kita semua kembali ke jalur Al Haq hakiki secara kaffah luar dan dalam, Kemulyaan diluar, Keagungan didalam diri / Greatness outside, Grandness inside*

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55).

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Lereng Gunung Gede
Jum’at, 24 Nopember 2017

Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center