MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ITU MENCEDERAI AKIDAH ISLAM YANG ANDA IMANI

25 Dec 2017



*# MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ITU MENCEDERAI AKIDAH ISLAM YANG ANDA IMANI #*
_Tidak mengucapkan selamat natal bukan berarti membenci namun justru memulyakan hubungan antar umat dan sebagai penegasan perbedaan akidah iman_

Assallamu alaikum warahmatulahi wabarakatuh
Salam Allahu Robbi
💎💝💞💗🙏💗💞💝💎

“Fondasi utama suatu Agama adalah Akidah dan kualitas Tauhid seseorang kepada siapa Tuhannya. Ketika Anda meyakini Allah SWT sebagai iman mutlak, namun disisi lain Anda bertoleransi terhadap konsep keTuhanan agama lain, itu sama juga Anda mencederai keimanan Anda sendiri”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Dalam hidup di negara hukum seperti Indonesia, kita selalu harus tegas dalam Legal Standing kita dimana, sehingga posisi kita jelas. Tidak ada toleransi dalam posisi hukum, tidak ada area abu abu.

Begitu pula dalam kehidupan ber Agama kita harus jelas dan tegas *Akidah Standing* kita dimana, maka tidak ada toleransi dalam akidah, akidah itu mutlak dan lurus.

*Toleransi ber Agama bukan berarti mencederai Akidah dan menceburkan diri ke perayaan Agama Lain*

Agama mengandung 3 hal pokok besar yakni :
(1) Akidah, konsep Ke Tuhanan
(2) Ajaran moral dan keluhuran manusia
(3) Sistem beribadah

Dalam hidup sosial antar manusia kita wajib menerapkan akhlak mulia antar manusia.
Toleransi adalah kemulyaan antar hubungan manusia, yang termasuk dalam ranah point ke 2 ajaran Agama.
Ajaran moral dan etika serta nilai nilai luhur kemanusiaan adalah fondasi universal untuk semua Agama.

Islam mengajarkan kemuliaan dan akhlak-akhlak terpuji. Tidak hanya perlakuan baik terhadap sesama muslim, namun juga kepada orang kafir. Bahkan seorang muslim dianjurkan berbuat baik kepada orang-orang kafir, selama orang-orang kafir tidak memerangi kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman,
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)

*Akar pemaknaan, ucapan selamat natal adalah mencederai Akidah*

Istilah *Selamat natal* dalam terminology agama kristen adalah *”selamat merayakan atas kelahiran yesus kristus sebagai anak Tuhan/Tuhan anak”* ,maka dalil dalam agama islam sangat bertolak belakang dengan yang ada dalam agama kristen yang *tegas menolak istilah Tuhan anak atau anak Tuhan*

QS 112, Al Iklash, Allah ta ala berfirman :
(1) Qul huwa Allaahu ahad,
Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa

(2) Allaahu Shomad,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

(3) lam yalid walam yuulad,
*Dia tiada beranak* dan *tidak pula diperanakkan*

(4) walam yakullahu kufuwan ahad
*Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia*

Dari surat diatas jelas *Akidah standing umat Islam yang ber iman*.

Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS: 43 Az Zuhruf :63-64)

“(Isa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Qs 19 Maryam :30)

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Qs. 3 Ali Imran :49)

“Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikan-nya sebagai teladan bagi Bani Israil.” (Qs 43 Az Zuhkruf 59)

Dari 3 ayat diatas jelas sekali akidah standing Nabi Isa, bahwa beliau adalah utusan Allah SWT / Nabi bukan Tuhan atau anak Tuhan dan ditegaskan oleh firman Allah SWT di petikan 2 ayat diatas mengenai posisi Nabi Isa sebagai Nabi / utusan Allah SWT.

*Ucapan selamat tidak sekedar ucapan*
Seperti jika salah satu kerabat ber ulang tahun maka kita ucapkan selamat ulang tahun, maknanya apa?, maknanya adalah kita mengakui kerabat kita ini lahir di hari tersebut.

Jadi ucapan “selamat….” adalah kondisi psikologis sebagai deklarasi diri mengakui sesuatu atau menyetujui sesuatu.

Oleh karenanya ketika kita mengucapkan “Selamat Natal”, sejatinya kita mengakui yang mereka yakini, bahwa Tuhan lahir di tanggal itu, meskipun bisa saja kita berdalih, niat dan dalam hati saya tidak begitu.

Dalam Islam, sangat jelas sekali ulama bersepakat bahwa haram hukumnya mengucapkan tahniah (selamat) pada hari raya dan syiar-syiar agama lain yang bertentangan dengan keyakinan kita

Makna toleransi ber agama adalah meyakini keyakinan kita, dan membiarkan yang lain meyakini sesuai keyakinan mereka. Beribadah dengan cara kita dan membiarkan yang lain beribadah dengan cara mereka

Karena itu, toleransi dalam konteks ini, membiarkan ummat Nasrani melakukan apa yang mereka yakini tanpa mengganggu mereka. Bukan ikut-ikutan dalam perayaan mereka dalam bentuk apapun, apalagi menjeburkan diri dalam syariat Agama lain.

*Tidak toleransi dalam akidah Agama lain bukan berarti membenci umatnya*

Segali lagi, kita tidak. mengucapkan selamat natal dikarenakan masalah akidah yang sangat bertolak belakang, dan ini kami pegang teguh.

Tidak ada hubungan sama sekali dengan kesalehan essensial antar umat ber Agama yang harusnya saling cinta dan mengasihi, maka tidak mengucap selamat natal bukan berarti membenci.

*Seorang muslim sejati meskipun tidak mengucapkan selamat natal namun selalu memulyakan sesama bangsa manusia dan menebar cinta kasih sebagai tanggung jawab muslim dalam ranah hablu minanas*

*Seorang nasrani sejati meskipun tidak menerima ucapan selamat natal, tentunya bisa memahami keyakinan umat Islam yang berbeda akidah iman, dan tali cinta kasih sesama bangsa manusia tetap berkibar dengan keindahan dan kebahagiaan*

*Penutup, Akidah standing*
QS 109, Surat Al Kafirun, Allah ta ala berfirman :
1.Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna,
Katakanlah: Hai orang-orang kafir

2.laa a’budu maa ta’buduuna,
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah

3. walaa antum ‘aabiduuna maa a’budu,
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah

4. walaa anaa ‘aabidun maa ‘abadtum,
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah

5. walaa antum ‘aabiduuna maa a’budu,
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah

6.lakum diinukum waliya diini.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”(QS.Al-Hasyr (59):18).

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Lereng Gunung Gede
Senin, 25 Desember 2017

Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center