Belajar dari Prof Suteki, telah menjadi Role model ketegasan Idealisme

12 Jun 2018

Belajar dari Prof Suteki, telah menjadi Role model ketegasan Idealisme


*Belajar dari Prof Suteki, telah menjadi Role model ketegasan Idealisme*

Assallamu allaikum waromatulohi wabarokatuh, Salam Allahu Robbi
Salam Sejahtera dan Kasih Sayang pada kita semua.
💎💝💞💗🙏💗💞💝💎

Seri menggali muatan Self Inner Leadership / muatan Kepemimpinan diri sejati bagi mereka yang telah menguncang dunia.

Dengan metode TS-CODE Ultra Depth Diagnostic Profiler System
(Profiling dan Assessment kepribadian dengan membaca resonansi Personal Human Black Box manusia)

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

“Pemerintah keliru, jika menyandarkan keputusan pembubaran pada PERPU ORMAS khususnya pasal 59 ayat (3) huruf c.
Karena KHILAFAH tidak mungkin bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945”
Prof Dr Suteki, SH, MHum
Guru Besar Fakultas Hukum UNDIP

“Hizbut Tahrir dibubarkan di banyak negara Islam?
Perlu dikaji, negara Islam itu seperti apa.
Belum tentu mereka menjadikan Al Qur’an & hadits sebagai sumber hukum”.
Prof Dr Suteki, SH, MHum
Guru Besar Fakultas Hukum UNDIP

“*Nilai Transeden*, tidak boleh dianulir oleh konsepsi hukum atau konstitusi.
Justru konstitusi harus diilhami oleh nilai transedental yang berasal dari ajaran Agama”
Prof Dr Suteki, SH, MHum
Guru Besar Fakultas Hukum UNDIP

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Negeri ini selain diterpa oleh banyak masalah, sekarang ditambah dengan suatu contoh perilaku dalam mengambil keputusan yang seharusnya lebih bijak dan jernih dengan mengedepankan azaz keadilan dan kesetaraan, sungguh memprihatinkan.

Indonesia bertumbuh sebagai negara yang berkelas akan keberagaman pikiran dan gagasan, dengan semangat diskusi dan dialog yang sesuai dengan fieldnya.

Dunia intelektualitas kaya akan pemikiran logis dan idealogis, namun sayangnya semuanya ini terdegradasi oleh stigmatisasi terhadap suatu gagasan tertentu.

Tanpa melalui dialog dengan dasar kejernihan gagasan khilafah selalu dicap sebagai paham menyimpang, bahkan seakan akan terlarang untuk dibicarakan atau ditampilkan dipermukaan.

*Murni KHILAFAH itu dari Rasulullah, dengan semangat satu komando umat Islam untuk kejernihan dakwah (pemberdayaan berkelanjutan Ukhuwah Islamiyah), guna menjaga nilai nilai kemanusiaan yang mulia, mewujudkan Kedamaian, Keadilan dan Keberlimpahan berkelanjutan (Ukhuwah Insaniyah (Basyariyah)), serta mutlak selalu mengobarkan semangat untuk menjaga, memelihara dan menghormati keberagaman, perbedaan dalam suatu negara dan bangsa (Ukhuwah Wathoniyah)*

Dengan kejadian yang menimpa Prof Suteki, dunia akdemisi yaitu kampus menjadi tidak bebas dan terkungkung dalam berbicara mengemukakan pendapat melalui dialog yang intelektual, apakah ini karena dugaan kepentingan politik kekuasaan tertentu?
Sungguh sangat memprihatinkan.

Dunia intelektual yaitu perguruan tinggi / kampus adalah dunianya para intelektual dengan dasar ahklak yang lurus, semua dialog berkelas intelektual tersaji di ruang ini, sepanjang mempunyai argumentatif yang jelas dan berdasar serta sesuai fieldnya.

Sungguh sangat ironi ketika Prof Suteki seorang guru besar yang sudah kenyang mengajar Pancasila dan Filsafat Pancasila selama 24 tahun mendapatkan label menyimpang ketika beliau mempunyai dedikasi yang kuat karena spirit intelektualitasnya.

Bukankah Prof Suteki mempunyai hak untuk menyampaikan argumennya dalam memandang suatu gagasan, apalagi di zona suatu konstruksi bangunan yang ilmiah.

Dunia kampus itu melihat, merasakan dan memaknai, maka bagi pihak pihak yang berwenang memperlakukan Prof Suteki sedemikian rupa dengan mencederai rasa keadilan manusia, sungguh hindari cara cara yang gegabah tersebut.

*Ingatlah dua hal*
(1) Anda bisa menyandera fisik dan jabatan atau karir seseorang, namun Anda tidak bisa menyandera jiwa seseorang berikut pikiran dan gagasannya.

(2) Ingatlah segala kewenangan dan kekuasaan yang Anda pegang itu apalagi apabila dengan segala sikap otoriter, semuanya mempunyai expired datenya dan pasti ada saja ruang black hole untuk menyedotnya.

Terima kasih Prof Suteki, karena memberikan role model kepada kami suatu ketegasan dan ketegaran mempertahankan kewibawaan sikap idealisme yang kokoh tak tergoyahkan, percayalah dalam dunia kampus bapak tidak sendirian yang mempunyai ketegaran idealisme intelektual seperti bapak.

Di sisi lain semuanya sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa bahwa segala sesuatu yang tidak baik itu ditampakkan kemudian untuk ditiadakan, hanya masalah waktu, semuanya ini untuk pembelajaran umat manusia.

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application
Zero Infinity Multi Universe As Sajdah

Membumikan kesadaran Iman kepada yang Ghaib
Membumikan ahlak Islam yang Spiritual Transendental Islami

Lereng Gunung Gede
Selasa, 12 Juni 2018
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center