Hakekat Najis Jiwa dan Najis Fisik (Tulisan 1 dari 3 tulisan)

03 Oct 2018

Hakekat Najis Jiwa dan Najis Fisik (Tulisan 1 dari 3 tulisan)


*Hakekat Najis Jiwa dan Najis Fisik*
*_Menembus Samudra Tajalliyah ar Ruh (Tazkiyah an Nafs / Membersihkan jiwa – Tashfiyah al Qalb / Pemberdayaan Qolbu
– Takhalliyah as Sirr / Berselancar di Kekosongan diri) _*
Tulisan 1 dari 3 tulisan
By
Baginda Adam Muhhamad Akbarnahu
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia_
__Human Al Haq True Self Resonance Navigator_

“…. maka najis yg menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudera lautan”
Kisah Abu Yazid

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Alhamdulillah akhirnya rampung juga tulisan saya mengenai hal ini, sebab saya cukup lama (hampir sebulan) berpikir bagaimana caranya menyampaikan hakekat najis ini.

Niat saya adalah berbagi di kedalaman hakekat hidup, dan tulisan ini hanya bagi mereka yang membuka diri terhadap Maha Kasih sayang Allah SWT terhadap segala ciptaannya di jagad raya ini.

Awal saya terinspirasi dari salah satu sahabat yang memberikan saya anjing karena anjing ini ndak ada yang ngurus.

Saya sampaikan sederhana kepada ybs, mas saya muslim, ndak bisa ngurus anjing karena najis.
Jawabnya, “ndak apa mas yang penting ikuti aturan syariat, dan kalau mas sadari omongan dan hati orang banyak yg lebih parah dari najis, seperti omongan pedes, omongan beracun, omongan dan perilaku yang menyakitkan yang mencederai nilai nilai lihur kemanusiaan karena emosi negatif dan penyakit hati menimbulkan sakit hati dan penderitaan orang lain”
Saya merenung dengan jawaban tersebut.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Anjing merupakan golongan *Najis Mughallazhah (Najis Berat)*

Najis mugholazah contohnya seperti air liur anjing, air iler babi dan sebangsanya. Najis ini sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut sampai suci harus dicuci dengan air bersih 7 kali di mana 1 kali diantaranya menggunakan air dicampur tanah.

Mari kita gali masalah ini, pokok bahasan saya uraikan bertahap dalam 3 seri tulisan yakni,

(1) Kisah Abu Yazid dan Najis Anjing
(2) Beda bentuk Najis Anjing dan Najis Hati
(3) Solusi Energi Jati diri Al Haq

Pokol bahasan 1,
*Abu Yazid dan Najis Anjing*

Abū Yazīd Al-Busthami, termasuk pemimpin ahli haqīqat. Namun siapa sangka beliau pernah mendapat ilmu yang sangat berharga dari seekor anjing.

Seperti biasa, Abū Yazīd suka berjalan sendiri di malam hari. Lalu dia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya, anjing itu dengan bersahaja jalan tidak menghiraukan sang syaikh, namun ketika sudah hampir dekat, Al-Busthami mengangkat jubahnya khawatir tersentuh anjing najis itu.

Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Entah bagaimana, Abū Yazīd seperti mendengar anjing itu berkata padanya, “Tubuhku kering tidak akan menyebabkan najis padamu. Kalau pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7 kali dengan air dan tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat jubahmu karena menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebihh mulia, dan menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yg menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudera lautan.”

Abū Yazīd tersentak dan minta maaf. Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untukk bersahabat dan jalan bersama. Tapi si anjing menolaknya.

“Engkau tidak patut berjalan denganku, mereka yang memuliakanmu akan mencemoohmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang Pencipta wujud ini. Lihatlah aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulang pun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung gandum,” lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan Abū Yazīd.

Abū Yazīd masih terdiam, “Duhai Allah, untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-MU saja aku tidak layak, bagaimana aku merasa layak berjalan bersama dengan-MU, ampunilah aku dan sucikan hatiku dari najis.”

Sejak itu Abū Yazīd memuliakan dan mengasihi semua mahluk Tuhan tanpa syarat.

“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (Q.S. An-Najm : 32)

Apa yang kita pelajari dari kisah ini?
Bisakah sahabat memahami hakekat dari kisah ini?

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

Lanjut ke Tulisan ke 2

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Lereng Gunung Gede
Rabu, 3 Oktober 2018

Zero Infinity Multi Universe As Sajdah
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center