Membicarakan orang lain dibelakangnya

23 Oct 2018



*Membicarakan orang lain dibelakangnya*
*_Menakar virus Ghibah yang dilegalkan oleh diri_*
By
Baginda Adam Muhhamad Akbarnahu
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia_
__Human Al Haq True Self Resonance Navigator_

“Ketika kita menjelekkan orang lain dibelakang orang tersebut, efek energi penghancurannya terhadap diri Anda lebih kuat 30x lipat jika Anda melakukan Zina, sehingga di saat itulah Anda sama juga mencabik cabik jiwa Anda sendiri dengan suka cita, dan obatnya hanya dua yaitu minta maaf dengan tulus pada ybs dan berbuat kemaslahatan kepada sesama dalam lingkup global baik rasio maupun energi”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Pernahkah Anda mengalami dalam suatu pergaulan, bisa saja Anda berkumpul ketawa tawa, makan bersama, dsbnya dengan seseorang atau lebih, namun di satu sisi ketika Anda sudah pergi atau tidak ada, dia atau mereka menjelekkan diri Anda dibelakang Anda.

Sungguh memprihatinkan kehidupan kebanyakan dari kita sekarang ini.
Menjelekkan orang lain dibelakang dirinya tanpa Tabayun / Konfirmasi sama sekali, sudah menjadi pembenaran.

*Sejatinya apabila kita sebut-sebut aib seseorang, maka kita telah menggunjingnya; namun bila kau sebut aib yang tidak ada pada dirinya maka kau telah memfitnahnya*,

*Jika berperasangka jelek apalagi memburukan seseorang dibelakangnya, itulah yang disebut Ghibah dalam literatur Islam*.

*Harusnya makin kita bertambah umur, kita makin bijak dan luhur serta luas dalam memaknai persoalan, bukan heboh dengan fokus di medan energi negatif menjelekkan orang lain*

Apa sangsi Ghibah?, bagaimana hubungannya dengan nilai nilai luhur kemanusiaan dan Universal laws sehingga menembus semua jubah Agama,
bagaimana ciri khas bentuk energi jati diri bagi mereka yang suka ber Ghibah?, dan hal hal apa yang boleh dalam Ghibah (Ghibah Positif) ?
Dalam tulisan singkat ini akan kita bahas, semoga kita semua mendapat perlundungan dariNYA terhadap legalisasi Ghibah yang dilakukan oleh diri kita bahkan kita menyenanginya.

Larangan Ghibah juga masuk dalam mencederai nilai nilai luhur kemanusiaan, maka sudah masuk dalam ranah Universal laws, yaitu Law of Cause and Effect dan Law of Vibration.

Intinya, effect Ghibah menembus semua baju Agama, mau Agama apapun dia, selama menjalankan kriteria tersebut diatas maka Universal Laws bekerja.

Sanksi bagi pengghibah sangat berat. Salah satunya, pahala yang mengghibah pindah kepada orang yang dibicarakan dan dosa-dosa yang dibicarakan pindah kepada pengghibah tersebut.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang
(Surah al-Hujurat(49):12).

*Menurut imam Ghazali, dosa ghibah adalah lebih keji dari pada perbuatan zina yang dilakukan hingga 30 kali dan jaminannya sudah pasti neraka*.
Bayangkan, menggunjing orang lain adalah sama halnya dengan menginjak-injak martabat, kehormatan dan harga diri orang lain. Apabila Anda digunjing orang lain, sudah pasti Anda tidak akan menerimanya terlebih apabila gunjingan itu tidak sesuai dengan kenyataannya.

*Ciri khas bentuk energi jati diri bagi mereka yang suka berghibah*
Manusianya dibungkus oleh pusaran tornado hitam pekat berputar cepat dan bertumbuh terus menghunjam kedalam jiwa oramg tersebut.

Apa yang boleh dalam berghibah?
Pertama,
Melaporkan perbuatan aniaya, Orang yang teraniaya boleh melaporkan kepada hakim dengan mengatakan ia telah dianiaya oleh seseorang.

Kedua,
Usaha untuk mengubah kemungkaran dan membantu seseorang keluar dari dari perbuatan maksiat, seperti mengutarakan kepada orang yang mempunyai kekuasaan untuk mengubah kemungkaran.

Ketiga,
Untuk tujuan meminta nasehat. Misalnya dengan mengucapkan , “Ayah saya telah berbuat begini kepada saya, apakah perbuatannya itu diperbolehkan? Bagaimana caranya agar saya tidak diperlakukan demikian lagi? Bagaimana cara mendapatkan hak saya?”

Namun lebih baik jika ungkapan kalimatmya dirubah, misalnya, “Bagaimana hukumnya bila ada seseorang yang berbuat begini kepada anaknya, apakah hal itu diperbolehkan?” Ungkapan semacam ini lebih selamat karena tidak menyebut orang tertentu.

Keempat,
Untuk memperingatkan atau menasehati kaum Muslimin, jika melakukan kejahatan, kepalsuan dan tipu muslihat yang masif terang terangan dan terbuka serta dilakukan terus menerus.

Kelima,
Bila seseorang berterus terang dengan menunjukkan kefasikan dan kebid’ahan, seperti minum arak, berjudi dan lain sebagainya.

Keenam,
Memperjelas, memperbaiki dan meluruskan label negatif pada seseorang yang orang tersebut jauh dari label yang melekat padanya.

Cukup jelas ya?
Mari kita tinggalkan Ghibah, semoga kita semua dijauhkan dari perilaku ini yang notabene lebih berat dari zina.

Demikian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua dan lenih menambah takwa kita padaNYA.

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application
Zero Infinity Multi Universe As Sajdah

Membumikan kesadaran Iman kepada yang Ghaib
Membumikan ahlak Islam yang Spiritual Transendental Islami

Lereng Gunung Gede
Selasa, 23 Oktober 2018
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center