Hakekat Resonansi Martabat Jati Diri Allahu Akbar

10 Nov 2018

Hakekat Resonansi Martabat Jati Diri Allahu Akbar


Hakekat Resonansi Martabat Jati Diri Allahu Akbar
*_Menakar sinergitas dengan energi Allahu Akbar_*
By
Baginda Adam Muhhamad Akbarnahu
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia_
__Human Al Haq True Self Resonance Navigator_

“Allahu Akbar bukanlah sekedar salah satu kalimat Tauhid dalam sistem Agama Islam. Allahu Akbar adalah sesuatu yang hidup, dengan muatan kandungan aparat Ilahi bangsa Nur Ilahi didalamnya, yang bervibrasi dan bisa memecah trilyunan pecahan disatu saat yang bersamaan dengan kualitas dan kapasitas yang sama, dan mempunyai tingkat kehalusan seper sekian jutaan trilyun ^ trilyun 3000x dari 1 butir tepung (ini tingkat yang terkasar) untuk menembus semua sekat sekat ruang kehidupan serta mempunyai kecepatan bergerak 30.000 milyar x melebihi kecepatan cahaya (kecepatan terendah) dan dengan daya jelajah melingkupi Maha Ruang alam semesta raya.
Dengan profile sedahsyat itu (Wallahu a’lam bish-shawabi / “Dan Allah Maha tahu yang sebenarnya”), perlukah dibela?, namun bukankah layak untuk diagungkan, dimulyakan, disucikan dan diperjuangkan”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Dari sejak jaman kenabian sampai dengan dengan era dasa warsa sekarang ini banyak umat Islam yang bertakbir “Allahu Akbar” dalam setiap aktifitas, bahkan dalam setiap berdakwah.
Namun
Banyak pula manusia yang mencibirnya baik secara terselubung atau terang terangan.

Apa sich Allahu Akbar / Allah Maha Besar?, apa pentingnya dalam sistem Agama Islam?, kenapa Allahu Akbar tidak perlu dibela akan tetapi harus diagungkan, dimulyakan, disucikan dan diperjuangkan?

Apakah dengan dicibir, dihina, lalu Allahu Akbar tercederai?, bukankah dengan profile sedahsyat itu, justru membalik menghantam jiwa manusia yang mencederainya, dengan cara Silent Operation atau bisa saja Hard Operation, semuanya dikembalikan ke Allahu Akbar itu sendiri, sebab Allahu Akbar melingkupi dan menaungi semua jenis Universal Laws yang ada di jagad raya ini, yang berlaku dan bekerja otomatis sistem kerjanya.

*Fondasi sistem Agama Islam*,
Allahu Akbar salah satunya disebutkan dalam ibadah Sholat.
Ibadah Sholat adalah salah satu pilar Agama Islam

Jika dianalogikan sebagai roda gigi, maka Shalat lima waktu mempunyai makna yang dapat ditransformasikan sebagai roda gigi yang berputar dan berhubungan dengan siang dan malam yakni bumi yang berputar.

Oleh karenanya jika analoginya ke bentuk roda gigi, maka gigi tersedikit di alam bumi adalah 12. Uraiannya angka 12 tersebut diperoleh dari Kelipatan Persekutuan Kecil (KPK) dari 2,3,4 yang tidak lain adalah 12.

Kemudian apabila dijabarkan satu persatu; Shalat Subuh mempunyai roda gigi berjumlah 6 (12 : 2 raka’at),
Shalat Dhuhur 3 roda gigi (12 : 4 raka’at),
Shalat Ashar juga mempunya 3 roda gigi,
Shalat Maghrib mempunyai 4 roda gigi (12 : 3 raka’at),
dan Shalat Isya’ mempunyai 3 roda gigi.

*Yang menarik, gigi sholat ini jumlahnya 6-3-3-4-3 atau 19 itu sama dengan kalimat *Bismillahirrahmanirrahim / Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang*, yang berjumlah 19 huruf*.

*Hakekat sakral Allahu Akbar dalam sistem Islam yang tidak bisa dicederai*
1. Gerakkan dalam Shalat menyebut ALLAHU AKBAR.
Pada shalat lima waktu dan shalat sunnah Rawatib.
Dalam shalat lima waktu, ada 94 bacaan takbir yaitu:
Subuh = 11
Dhuhur = 22
Ashar = 22
Maghrib = 17
Isya’ = 22 +
Jumlah = 94
Pada shalat sunnah Rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu ada 7 waktu. Shalat sunnah tersebut ada 2 raka’at, berarti ada 11 bacaan takbir. Karena jumlah shalat sunnah rawatib ada 7 waktu, maka 7 x 11 = 77.

Berarti apabila dijumlahkan antara bacaan takbir dalam shalat fardhu dan shalat sunnah Rawatib yaitu 94 + 77 = 171. Sedangkan 171 merupakan perkalian 9 dengan 19 (9 x 19 = 171).

Angka 19 merupakan angka yang luar biasa, karena di dalam al-Qur’an kalimat Bismillahirrahmanirrahim juga berjumlah 19 huruf.

2. Perayaan hari kemenangan, setelah Bulan Ramadhan atau hari Raya Idhul Fitri.,mengumandangkan ALLAHU AKBAR.

3. Begitu juga merayakan hari Raya Korban yang Hakikatnya mengorbankan Hawa Nafsu., adalah mengumandangkan., ALLAHU AKBAR.

4. Dalam pelaksanaan Haji., mengumandangkan ALLAHU AKBAR.

5. Dalam Jihad Fisabilillah., mengumandangkan ALLAHU AKBAR.

6. Dan lain-lain.

Sejatinya,
Allahu Akbar hanyalah cangkang, sari patinyalah yang diperlukan oleh manusia.
Allahu Akbar adalah untuk alam dan isinya yaitu untuk masuk ke relung relung bangsa manusia yang memerlukan dan yang mengharmoniskan diri dengannya.

*Allahu Akbar tidak perlu pembuktian sebab dirinya sendiri adalah pembuktian*
Allahu Akbar tidak perlu dibela, namun diagungkan, dimulyakan dan disucikan serta diperjuangkan.
Allahu Akbar tidak perlu dibela, sebab ketika ada yang mencederainya pasti menghantam ke dirinya sendiri yang ber dampak berbeda pada setiap manusia.

Maka
Ketika Anda mengucap Takbir “Allahu Akbar” sudahkah jiwa Anda selaras dengan yang Anda Takbir kan itu?

Maka
Ketika Anda mengucap Takbir “Allahu Akbar” kenapa jiwa Anda masih saja bringas?

Bukankah
Ketika Anda mengucap Takbir “Allahu Akbar”, seharusnya merefleksikan jiwa Anda sinergi dengan sifat sifat ke Ilahian, yang diantaranya adalah lembut, penuh kasih namun tegas memberdayakan, bukan tegas kasar dan tegas brutal.

Dan
Di sisi lain ketika wahai Anda yang mencibir Takbir “Allahu Akbar”, sudahkah Anda tahu substansi yang Anda cibir itu?

Tahukah?
Getaran energi jati diri Allahu Akbar terendah itu berapa?
Zat Allahu Akbar getaran terendahnya adalah 888888888 Infinity Al Haq / detik ^ Tiada batas, bandingkan dengan getaran energi jati diri bangsa manusia rata rata di 90.000/ detik, amati rata rata bangsa manusia bahkan di frekuensi jati diri jutaan / detik saja belum sampai.

Jelas ya?,
Bagaimana Anda sekedar teriak keras keras Takbir namun Anda masih saja beringas?

Bagaimana Anda mencibir kalimat takbir tersebut sedangkan kualitas jati diri Anda saja tidak ada 0.000000000000000001% nya.

Maka
Allahu Akbar tidak perlu dibela,
Akan tetapi bagi pemeluknya wajib untuk mengagungkan, memulyakan dan berjuang agar bisa sinergi dalam setiap kesempatan.

Dan bagi Anda yang bukan pemeluknya, mari kita hormat menghormati, untuk tidak. mencederai keharmonisan antar umat ber Agama.

Demikian yang dapat saya informasikan mengenai martabat jati diri Allahu Akbar, dimana ingormasi ini sangatlah sedikit dibanding ilmu Allah SWT.

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Lereng Gunung Gede
Minggu, 10 Nopember 2018

Zero Infinity Multi Universe As Sajdah
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center