MEMILIH HIDANGAN PASLON PILPRES

12 Jan 2019

MEMILIH HIDANGAN PASLON PILPRES


Memilih hidangan Paslon Pilpres
*_Menakar kedalaman fanatisme dalam pilpres_*
By
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia_
__Human Al Haq True Self Resonance Navigator_

“Fanatisme menutup kesadaran akan Kebenaran hakiki dan melegalisasi Pembenaran pribadi.
Fanatisme menutup koreksi akan penyimpangan yang terjadi dan membawa keruntuhan suatu bangsa dalam jangka panjang”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom

*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
⛔ NO ⛔
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness

Saat ini kita ditengah tengah pesta rakyat untuk mendapatkan Pemimpin Negri yang sesuai harapan rakyat dengan standar kesadaran kolektif rasa kebangsaan yang empati dan perduli pada Bangsa dan Negara agar bangsa ini bangkit kembali menyongsong kewibawaan dan kejayaan negeri ini di mata asing, salah satu indikasinya adalah merdeka dari tekanan asing akibat hutang dan perjanjian paket hutang.

Indikasi yang lain adalah menciptakan Kedamaian dan Keharmonisan antar anak Bangsa dalam paham kebangsaan Bhineka Tunggal Ika.

Juga mempunyai Pemimpin yang berintegritas, satu kata antara lisan dan perbuatan serta mengedepankan kepentingan rakyat secara nyata bukan pencitraan dan retorika semata.

Bursa Pilpres sekarang menyediakan calon hanya ada dua, dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing.
Yang satu adalah petahana, sedangkan yang satu, selama ini adalah oposisi dan dari track recordnya secara otomatis telah menempatkan dirinya sebagai bapak bangsa yang terpaksa harus turun gunung untuk menyelamatkan bangsa.

Dalam dunia demokrasi rakyat masing masing bebas memilih sesuai kecocokannya paslon mana yang berkenan dihati.
Namun seharusnya standar memilih paslon adalah mengedepankan rasa dan kepentingan kebangsaan bukan mementingkan kelompok dan golongan.

Sayangnya yang tampak sekarang ini banyak yang menetapkan paham fanatisme dalam mempertahankan paslon pilihannya, meskipun sudah jelas jelas nampak banyak sekali hal tidak baik yang dilakukan dengan mencederai kepercayaan rakyat, terjadi selama track record memimpin.

Merdeka memilih itu wajar dalam iklim demokrasi, namun menjadi fanatisme sehingga membutakan mata hati dan mengeraskan jiwa dengan mengabaikan segala yang tampak nyata fakta dikehidupan kesengsaraan rakyat makin meluas, itu sungguh sangat mencederai rasa kebangsaan kita semua.

Mendukung paslon itu bukan berarti selalu membenarkan tindakan paslon dan mendewakannya seperti selama ini terjadi, pendukung salah satu paslon selalu saja melindungi paslon tertentu dengan seribu macam dalih sehingga tampillah paslon tersebut dipanggung *dengan jubah ndak pernah salah dan serba hebat*, *namun antara teori dan janji dengan realitas sungguh sama sekali ndak nyambung* di titik inilah rakyat makin jenuh dan muak.

Mendukung ya mendukung, namun kalau ndak bener ya jangan terus didukung dong.
Sehingga argumentasi dukungannya tampak lucu, dipanggung yang sudah sangat lucu ini.

JADI MARILAH KITA SAMA SAMA DEWASA DALAM HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA, HINDARI FANATIK TERHADAP PASLON MASING MASING, JIKA TERPILIH PASLON KITA, MAKA TETAP MENGONTROL, SEIRING WAKTU BERJALAN JIKA MELENCENG SETELAH DIKONFIRMASI DAN TABAYYUN MAKA YA DITEGOR DAN DIINGATKAN MELALUI JALUR SISTEM YANG SUDAH ADA DAN UNGKAPAN RAKYAT.

SEBAB MEMILIH PASLON ITU TANGGUNG JAWAB DUNIA DAN AKHERAT.

Fanatisme golongan tidak dibenarkan dalam Islam, karena fanatismelah yang sering menjadi penyebab konflik, baik konflik antar suku, ras maupun agama dan antargolongan (Sara). Konflik terjadi karena fanatisme biasanya berakhir dengan ketegangan dan dendam kesumat.

Islam memberikan kisi kisis kehidupan kepada umatnya agar menghindari sikap fanatik / Ghuluw dan mau menang sendiri, di antaranya adalah melalui tasamuh (toleransi) dan kasih sayang yaitu sayang-menyayangi terhadap sesama manusia dengan cinta kasih / Unconditional love.

Dengan pendekatan tasamuh sikap seseorang diikat dengan tali persamaan berdasarkan nilai nilai luhur kemanusiaan bukan dengan tali perbedaan. Orang yang beretnis tertentu harus ber-tasamuh dengan orang yang beretnis lain. Berbeda dalam hal keetnisan tapi sama di mata Allah SWT, sebab kita semua adalah sama yaitu bangsa manusia yang hidup di Bumi yang sama.

Ghuluw adalah melebihi batas keseimbangan dan prinsip keadilan yang diperbolehkan dan dianjurkan dalam Islam.

Terakhir dari saya,
Kita semua anak bangsa, daam satu bngsa dan negara, marilah kita berdemokrasi yang indah serta berintegritas dan hindar fanatisme, maka jika calon Anda memang tidak baik ya jangan memaksakan diri serta menjadi pendukung yang membuta serta hati membatu mengingkari fakta fakta yang nampak.

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati” At-Tagabun [64] : 4

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”
Al Mulk [67] : 1

✅ *Fight for – Awakening* ✅
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.

*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application

Lereng Gunung Gede
Sabtu, 12 Januari 2019

Zero Infinity Multi Universe As Sajdah
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Human Al Haq True Self Resonance Navigator_
TS-CODE – Al Haq Leadership Intelligent Center