ALAT UKUR

01 Feb 2014

macam-alat-ukur

Ke Dahsyatan hari ini “ALAT UKUR”
Quotes of the day “Semua lapisan kehidupan memerlukan alat ukur. Alat ukur adalah sistem pengarah dalam memandu kita dan mengarahkan kita agar tetap pada tujuan atau dalam kondisi aman di situasi tertentu”. B-AMA

Contoh beberapa alat ukur :
* Penunjuk arah umum..barat, timur, selatan, utara... ada kompas.
* Pengukur kecepatan kendaraan speedo meter
* Pengukur Volume bensin ada ukurannya.
* Pengukur tekanan darah
dsbnya.

SISTEM CEK

Rudal balistik ada sistem pemandunya untuk sampai di tujuan dan mempunyai sistem cek and rechek selama di perjalanan dari titik luncur ke tujuan.
Tahukah kita bahwa rudal atau roket semua jenis itu melakukan sistem cek selama diperjalanan sebanyak ratusan kali agar tepat sasaran ?

Sudahkah kita mempunyai sistem navigasi diri yang handal serta selalu bertumbuh kualitas dan metode cek and rechekcnya ?

PEMBAHARUAN KEDALAMAN
Dalam menganalisa sesuatu juga begitu…perlu data akurat.
Contoh mikroskop…awal diciptakan hanya sanggup pembesaran 10x…kemudian versi berikutnya 100x….kemudian lebih canggih lagi 1000x pembesaran…..lebih hebat lagi 1.0000.000x pembesaran, dstnya.

Apa yang didapat dari peningkatan kedalaman pembesaran tersebut?
Informasi yang berbeda dan lebih detil.
Dengan pembesaran 10x…hanya ketemu bakteri jenis “a”, di pembesaran 100x…TERNYATA selain ada bakteri jenis “a” juga ada virus jenis “x”, di pembesaran 1000x ketemu lagi lebih jauh selain bakteri jenis “a”, virus jenis “x” juga ada kuman jenis “y”…dstnya.

SESUAI PERUNTUKAN
Juga alat ukur itu sesuai peruntukannya.
Misal untuk ngukur tegangan listrik itu ohmmeter.
Untuk ngukur berat beras ada timbangan beras.
Untuk ngukur tepung ada timbangan tepung.
Untuk ngukur bensin ada ukurannya.
Untuk ngukur kecepatan pesawat tempur dengan pesawat komersil berbeda.
Untuk ngukur kecepatan kapal selam dengan kapal tempur serta kapal induk berbeda apalagi pesawat ulang alik.
Untuk ngecek kehamilan ada ukurannya sendiri …dstnya.

KEBALIK BALIK
Namun apa yang kita lihat di kehidupan?
Yang hanya paham kecerdasan rasional memaksakan diri mengukur kecerdasan emosi dengan alat ukur kesadaran rasional.
Yang hanya paham kecerdasan emosi memaksakan diri mengukur kecerdasan spiritual dengan kecerdasan emosi.
Yang hanya paham kecerdasan agama mengukur kecerdasan spiritual dengan kecerdasan agamanya masing masing.

Lebih parah lagi mengukur kecerdasan spiritual dengan kemampuan supranatural atau kemampuan metafisika…..makin banyak penampakan yang dilihat, makin banyak orang yang dipukul jatuh, makin banyak orang yang dipentalkan.. dstnya…maka makin tinggi kualitas spiritualnya…he…9x…mantabs ya?

Ada juga yang mengukur kecerdasan resonansi spiritual dengan kecerdasan rasio spiritual….walah walah…piye iki?
Jadi runyam semuanya…dan membudaya lagi !

MENULAR
Kebiasaan itu menular…contoh karena banyak yang melakukan sikap amarah…maka hal tersebut dianggap biasa.
Banyak yang timbul kebencian terhadap sesuatu karena dari sejak kecil kita melihat contoh contoh kebencian maka dianggap benci itu boleh.
Karena banyak yang jutek…galau, mengumpat.. dsbnya…oooo…jadi jutek dan galau, mengumpat….okelah !

Karena melihat penampakan, mempunyai kesaktian dsbnya…itu dibilang kemampuan spiritual …jadi semuanya ikutan…ooooo …supaya spiritual tinggi itu harus bisa ini itu ya !
Karena pemahaman agama tertentu itu bagus….ooooo spiritualnya bagus….alhasil orang dari agama “A”…itu spiritual “A”…agama “B”….itu spiritual “B”…dstnya.

SISTEM NAVIGASI DIRI
Seyogyanya kita jangan ikut ikutan yang tidak pas.
Dan seyogyanya kita selalu memperbaharui alat ukur kehidupan kita.
Alam saja bertumbuh,…maka Hidup itu tentunya juga bertumbuh.
Maka kenapa alat ukur kehidupan diri ini tidak diperbaiki versinya?
Juga kita tidak akan pernah mengukur tegangan listrik dengan timbangan beras bukan?
Maka jika mengukur sesuatu, ukurlah dengan ukuran yang sejenis serta ukurannya yang  dipakai versi mana?…nanti yang dipakai versi jaman kuda gigit beton lagi (yang gigit besi pun sudah kadar luasa…he..9x).

RENDAH HATI
Dengan kerendahan hati maka kita sanggup selalu memperbaharui gelas jiwa kita.
Bagaimana gelas jiwa kita bisa diisi dengan sesuatu yang baru dan lebih baik jika tidak dikosongkan terlebih dahulu?

PEMBUKTIAN TERBALIK
Seharusnya sistem navigasi diri kita bisa berbanding lurus dengan pembuktian terbalik di kehidupan nyata. Contoh jika suatu sistem mengklaim bisa menarik energi Ilahi atau energi asli atau energi positif, maka seyogyanya kualitas diri sama dengan kriteria energi tersebut dan frekuensinya juga sama, jika berbeda berarti energi yang ditarik tersebut bukan energi yang diharapkan meskipun manfaatnya ada namun tetap masih bertabrakan dengan kualitas diri sendiri di kehidupan nyata.

DASAR PEMBENAR
Kita ini manusia paling piawai untuk menumbuh kembangkan dasar pembenar.
Yaaaa..khan saya pemarahnya cuman 3 hari sekali, seminggu sekali, sebulan sekali…wajar dong….he..9x seperti minum obat ya ?
Lho khan wajar saya marah….wajar saya benci…wajar saya….wajar saya…dan bla bla lainnya….khan dia begini…khan dia begitu…dstnya.
Iya ya dipahami…namun sampai kapan kita seperti ini?

PERJALANAN PERUBAHAN DIRI
Coba kita lihat 10 tahun yang lalu…9 tahun yang lalu….8 tahun yang lalu…sampai tahun ini..adakah perubahan diri?
Atau sudah berubah lebih baik…mundur lagi…berubah lagi…mundur lagi…?…mantabs ya seperti ayunan?
Jadi sebetulnya belum ada perubahan yang berarti, khan belum stabil…sejatinya masih jalan di tempat jika ditarik sampai 10 tahun yang lalu (misal 10 tahun rentang waktunya, bisa saja kita lihat maisng – masing diri 15 tahun atau 20 tahun yang lalu…masih sama kualitas diri atau sama ?)

INTEGRITAS DIRI
Yuuuk kita mulai dari integritas diri, integritas itu mengandung unsur kejujuran, harga diri, komitmen dan kedisiplinan.
Hanya diri ini yang tahu sebenarnya…..orang lain bisa kita bohongi dengan segala macam bungkus yang indah nan harum…namun kekacauan dalam diri hanya kita yang tahu bukan?
Eeeee…satu lagi…alam juga tahu….alam itu nyambung dengan kita…alam itu bergetar…kita bergetar..dan bukankah getaran menghasilkan informasi?….nach ketahuan dueech…!

Pertumbuhan diri seyogyanya meliputi semua spektrum bukan hanya masalah finansial atau kebenda’an saja, misal 10 tahun yang lalu punya rumah 1, sekarang punya rumah 3…nach bagaimana kualitas psikologis kita ?, bagaimana kualitas ke jiwaan kita, bagaimana kualitas kesehatan kita ?…bukankah begitu ?

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership