Cahaya mengalahkan Api

*# Cahaya mengalahkan Api #*
*_Menakar bahan baku cahaya hakiki_*

Baru hari ini ada salah satu sahabat yang Japri ke saya, dengan pertanyaan sebagai berikut :

“Pak navi, izin mau tanya, kalau ada yg bilang cahaya mengalahkan Api dalam hal merokok itu bagaimana ya?”

Ini pertanyaan bagus, sekaligus menggelitik saya untuk membuat tulisan mengenai ini.

Sahabat, secara singkat merokok itu adalah fenomena yang menarik dalam kehidupan, kenapa?

Sudah diperingatkan di bungkus rokok, masih saja merokok,
Sudah di peringatkan bahayanya perokok pasid, masih saja merokok, dsbnya.

Bahkan dari sisi Agama, juga alim ulama berbeda pendapat, bagi ulama yang tidak merokok, fatwa rokok tersebut adalah haram,

Merokok merupakan jalan menuju penyakit berbahaya,
Syekh Abdul Mun’im Qindil dalam kitabnya ‘At-Tadawi bi Alquran’ menjelaskan, bacalah Alquran dengan cermat dan teliti. Apa yang Anda pahami dari firman Allah surat An Nisa ayat 29: 

“Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah SWT adalah Mahapenyayang kepadamu.” 

Merokoknya juga bagian dari pemborosan. Hal itu sesuai dalan surat Al Isra ayat 27 Allah SWT berfirman: 

“Sesungguhnya pemborosan – pemborosan itu adalah saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” 

Kemudian apa yang Anda pahami dari hadits Rasulullah SAW yang melarang setiap hal-hal yang memabukkan dan melemahkan? Bagaimana pemahaman hadis Rasulullah yang berbunyi. 

“Siapa yang memakan bawang putih atau merah (mentah) maka hendaklah menjauhi masjid kami dan duduk di rumahnya.”(Bukhari dan Muslim). 

Juga sabda Rasulullah SAW tentang Apa yang dirasakan malaikat ketika melihat orang yang menyakiti diri. Beliau bersabda. ” Sesungguhnya malaikat merasa sakit dari apa yang menyakiti manusia.” 

*Adapun pintu masuk alasan awal merokok, rata rata adalah sebagai berikut :*
(1) Tuntutan sosial, ditawari oleh teman dan merasa tidak enak untuk menolaknya.

(2) Ingin terlihat keren atau dewasa.

(3)Sebagai bentuk perlawanan kepada lingkungan keluarga (orang tua) ketika ada masalah.

(4) Melihat kebiasaan orang terdekat (orang tua, kakak, paman dan lain sebagainya).

(5) Sebagai pelarian untuk melepas penat atau stres.

(6) Iseng atau Sekadar penasaran dengan rasanya.

(7) Ingin menurunkan berat badan.

(8) Tidak tahu apa isi kandungan rokok dan dampak buruk yang ditumbulkannya.

Lucunya, hampir semua orang yang akhirnya mencoba rokok, merasa bahwa mereka tidak akan akan mengalami kecanduan dan bisa berhenti kapan pun mereka mau.

Padahal, itu adalah kesalahan fatal, karena faktanya banyak sekali orang tidak sanggup untuk keluar dari kebiasaan ini.

*Bagaimana dengan kandungan rokok itu sendiri?*

10 zat atau kandungan rokok yang memberikan dampak negatif bagi tubuh manusia (dilansir dari situs doktersehat.com) :

(1) *Tar*, merupakan hidrokarbon yang muncul saat rokok dibakar. Zat ini sangat berbahaya karena akan menempel pada paru-paru perokok.

(2) *Nikotin*, zat ini lah yang menyebabkan kecanduan. Biasanya nikotin digunakan untuk pembasmi serangga yang terkontrol.

(3) *Karbon Monoksida*, senyawa ini menghambat kemampuan darah untuk mengikat oksigen.

(4) *Amonia*, gas yang berbau tajam ini banyak digunakan sebagai cairan pembersih maupun pupuk kimia.

(5) *Arsenik*, bahan keras ini banyak digunakan dalam produk racun tikus.

(6) *Aseton*, bahan alcohol ini biasanya dikenal sebagai cairan pembersih kutek.

(7) *Hidrogen Sianida*, bahan ini biasanya digunakan dalam pabrik plastik dan resin.

(8) *Toluene*, banyak digunakan untuk membuat deterjen, industri karet bahkan bahan peledak.

(9) *Kadmium*, bahan untuk melapisi logam agar tidak berkarat.

(10) *Hyroquinone*, bahan yang biasa digunakan untuk bahan bakar mesin dan cat.

*Profile energi jati diri rokok*
(1) Bentuk energi jati diri rokok*
Seperti sekumpulan  panah kecil kecil berwarna hitam masuk melalu ubun ubun kepala, energinya seperti gelombang energi yang pelan namun sebetulnya sangat kuat dan menyebar ke seluruh organ tubuh, terutama paru paru dan jantung.

(2) *Frekuensi energi jati diri rokok*
Adapun frekuensi energi jati diri rokok adalah tertinggi di 62.000 / detik (tergantung dari jenis rokok tersebut)

(3) *Tingkat kecanduan Rokok*,
Ketika seseorang merokok, tubuh mereka akan merasa nyaman dan mulai menunjukkan efek sebaliknya ketika tidak melakukannya. Rasa tidak nyaman ini muncul ketika tubuh berpikir bahwa asupan nikotin tidak cukup atau kurang sering dilakukan.

Tidak butuh waktu lama untuk membuat seseorang menjadi pecandu rokok. Zat nikotin mampu mempengaruhi otak hanya dalam waktu 6-10 detik. Inilah yang membuat perokok ketagihan dan sulit berhenti.

Sistem kerjanya adalah,
Ketika nikotin dihirup, zat nikotin akan diserap oleh paru-paru ke dalam aliran darah, dan dengan cepat menuju jantung dan otak. Kemudian otak akan bereaksi mengeluarkan zat kimia yang sama efeknya ketika seseorang mengonsumsi kokain atau amphetamine (sejenis narkoba).

*Cahaya*,
Cahaya disini dimaksudkan adalah energi Keilahian baik yang alamiah dalam diri ataupun dari hasil ibadah yang kita lakukan maupun dari harmonisasi ayat Qauliyah maupun Qauniyah.

*Cahaya mengalahkan api?*
Di tingkat teori memang betul, namun di tingkat pelaksanaan dikehidupan nyata, apakah betul cahaya dalam diri yang aktif?

Bagaimana akan aktif cahaya hakiki alamiah dalam diri, jika di saat yang bersamaan Anda memilih nyaman untuk merokok (energi api) dimana energi rokok tidak bisa harmoni dengan energi cahaya hakiki.

Bagaimana cahaya hakiki dari hasil ibadah dan membaca ayat qauliyah dan qauniyah bisa harmoni dengan diri, apabila di saat yg bersamaan Anda memilih kenyamana untuk merokok.

Tahukah tingkat frekuensi jati diri cahaya terendah adalah di 400 ribu / detik, sedangkan rokok di 62.000 / detik !!!

Jika Anda merokok dan nyaman dengan itu maka otomatis frekuensi jati diri Anda ada di dunia kenyamanan yang Anda lakukan itu, bagaimana cahaya akan hadir dalam diri Anda?

Jadi,
Masihkah kita mengatakan cahaya mengalahkan api?, untuk pembenaran Anda tetap merokok?
Bukankah Kebenaran berbeda dengan Pembenaran?

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

Semoga penjelasan ini mampu menghijrahkan diri kita di samudra taqwa tiada ujung dan mampu melaksanakan Khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

Kesejatian Kairunnas anfauhum linnas, mempunyai lingkup fisik dan non fisik dengan menggunakan bahan baku kesejatian Divine energi hakiki yaitu kemurnian al haq hakiki.

Semoga bermanfaat,
Wallahu a’lam bish-shawabi
Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lereng Gunung Gede
Rabu, 01 September 2021
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Fiat veritas, et pereat mundus
Living on Al Haq Self Leadership Intelligent Center
_Pusat Komando Jaringan Terpadu Poros Badar Al Haq Rahmatan Lil Alamin_
_Pusat Studi energi Al Qur’an_
Penelitian – Pengembangan dan Pemanfaatan energi Kauniyah dan Qauliyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *