Dimanakah saya berada ? Part – 1

16 Feb 2014

Kedahsyatan hari ini “DIMANAKAH SAYA BERADA ?”
Quotes of the day “Sejatinya alam beserta isinya diciptakan bukan dengan sendau gurau, namun merupakan bukti ke MAHA KUASAAN SANG MAHA DAHSYAT dan bukankah alam diciptakan ber lapis lapis ?, agar manusia itu berpikir dan berkesadaran !” B-SAMA

Dikarenakan sudah banyak sekali yang meminta kepada saya mengenai susunan alam ditinjau dari kecerdasan resonansi jati diri, maka dalam kesempatan terbatas ini saya coba sampaikan secara singkat.
Namun dikarenakan pokok bahasan lumayan dalam, maka tulisan ini saya bagi menjadi dua tulisan.

TULISAN PERTAMA DARI DUA TULISAN

FREKUENSI ALAM
Sebelum saya masuk ke urutan lapisan frekuensi alam, perlu kita samakan persepsi dulu bahwa ada hubungan jelas antara frekuensi alam dengan frekuensi ruhani kita / frekuensi jati diri kita.
Sesungguhnya alam itu mempunyai frekuensi yang berhubung langsung dengan frekuensi ruhani / jati diri kita.
Jadi frekuensi jati diri kita itu merepresentasi di frekuensi alam mana kita berada.
Dan pada hukum universal kehidupan, bahwa kesadaran, keyakinan, kebenaran – kebenaran kita dsbnya itu dipengaruhi langsung oleh frekuensi jati diri kita, frekuensi jati diri kita dipengaruhi langsung oleh frekuensi alam.

Misal jika frekuensi ruhani kita didominasi oleh frekuensi alam jin, atau alam siluman dstnya… ya berarti sikap – sikap kita, cara berpikir kita, kebenaran – kebenaran kita ya sesuai dengan alam tersebut.
Meskipun bisa saja tampak dipermukaan bisa mengikuti pola kehidupan bangsa manusia sesuai dengan kearifan lokal dan paham yang dianut, namun sangat terlihat jelas sekali di frekuensi jati dirinya serta sikap sehari – hari. Coba saja bayangkan ..apa yang terjadi apabila kehidupan manusia ndak ada hukum yang mengatur atau ndak ada polisi…apakah yang terjadi ?

Hal ini juga bisa diperkuat dengan macam keilmuan yang dianut, terbaca pada manfaatnya serta sistem dan tehniknya….meskipun misal ritualnya ada ambil dari cuplikan – cuplikan agama tertentu, namun rangkaiannya dan caranya itu menghasilkan frekuensi yang baru dan berbeda jauh dengan aslinya !
Bisa saja misal seseorang frekuensi ruhani aslinya berada di dimensi 10, kemudian dia belajar suatu keilmuan yang berasal dari dimensi alam 4, ya otomatis frekuensi alam jati dirinya merosot mengikuti dimensi alam ilmu tersebut dari 10 turun di 4 !

Skenario lainnya bisa juga seperti ini, misal seorang anak frekuensi alam jati diri aslinya di 10, dikarenakan frekuensi keluarga (orang tua saudara kandung) yang mendominasi di 6 dan kebetulan anak tersebut juga kalah dengan power gabungan keluarga tersebut ya mau ndak mau lama kelamaan frekuensi alam jati diri anak tersebut tergerus sehingga sama di 6. Ini belum lagi ditambah frekuensi asli lokasi rumah dan tanah tempat tinggalnya.
Jadi kata kuncinya frekuensi alam jati diri seseorang bisa saja naik atau turun dengan konstribusi banyak sekali pengaruh baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri !

Lanjut ke tulisan kedua

SALAM KASIH DAN KEDAHSYATAN HIDUP
To Love To Care To Give
Navigator Eksekutif
www.ts-code.net