Energi jati diri Indonesia 2020, menuju Indonesia 2021

# Energi jati diri Indonesia 2020, menuju Indonesia 2021 #
Betulkah pintu Jihad Fisabillillah terbuka ditahun 2021?
By
Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia
_Al Haq Transpersonal Navigator
Pusat Komando Jaringan Terpadu Poros Badar Al Haq Rahmatan Lil Alamin
Manggala Kawijayan Khalifatullah fil ardh

“Energi Kezaliman dan Kebatilan serta pengrusakan dalam arti seluas luasnya dan melampaui batas, sungguh tidak bisa ditoleransi lagi dan harus di stop, sehngga kita serahkan pada pemilik negeri ini yang sesungguhnya untuk di audit”
LivingOnAlHaq Scientific Wisdom

Sahabat, cukup lama saya mengheningkan diri ditengah hiruk pikuk energi Indonesia, Bumi, alam semesta dan Maha Ruang alam semesta raya untuk memilih judul artikel ini, yang paling cocok untuk menyambut tahun 2021 di negeri yang kita cintai bersama, oleh karenanya meskipun sudah menginjak hari kedua di udara Januari 2021, saya rasa masih belum terlambat.

Karena, saya mengerti bagaimana susahnya menyampaikan kesadaran energi ke alam manusia yang didominasi kesadaran kasat mata, (yang kecendrungan menutup diri terhadap eksistensi energi yang hidup dan berkehendak) bahwa energi yang semrawut merah dan hitam kelam telah melingkupi bumi Indonesia dan menyelusup ke relung jiwa jiwa semua anak bangsa.

Bagaimana susahnya memberikan pemahaman bahwa sikap dan perilaku kita membawa dampak terhadap jiwa diri dan jiwa sesama serta jiwa bumi Indonesia, termasuk sikap diam pun adalah sikap dan perilaku yang dipilih oleh kesadaran pribadi, karena diam pun ada macam macam, ada diam untuk hening dan wening, ada diam karena takut dan pengecut atau sikap tidak peduli / sebodo amat.

Energi Pembenaran, berbeda dengan energi Kebenaran
Dalam kurun waktu hampir 7 tahun belakangan ini kita dipertontonkan begitu berlimpahnya energi kebohongan, energi retorika, energi dis integritas, energi kemunafikan, energi keculasan, energi adu domba, energi penghianatan, energi pembunuhan, energi kebringasan, energi kebengisan, energi kebrutalan, energi arogansi, energi egosentris, energi ketidak pedulian, energi ketidak adilan, energi tidak amanah, energi keserakahan, energi merendahkan, energi menghina, energi pengecut, energi manipulasi, energi suap / sogok, energi kong kalikong, energi yang melampaui batas serta menginjak nginjak nilai nilai luhur kemanusiaan,.. dstnya.

Dan semuanya ini dibungkus dengan pembenaran yang berlapis lapis yang dilegalisasi plus opini yang terus menerus dilakukan untuk mengecoh publik demi menutupi sikap dan perilaku yang tidak manusiawi serta merusak nilai nilai luhur kemanusiaan.

Sejatinya energi Kebenaran hakiki mengkristal menjadi Kebajikan,
Energi Kebajikan, mengkristal menjadi energi Keluhuran,
Energi Keluhuran, mengkristal menjadi Kejayaan hidup,
Energi Kejayaan hidup, mengkristal menjadi Kemulyaan hidup,
Dan
Energi Kemulyaan hidup, mengkristal menjadi Keagungan hidup.

Sudahkah kita menyadari bahwa Kebenaran hakiki (Al Haqqu Haq Badar Al Haq) adalah fondasi semuanya?

Hoaks
“Pembuat hoax terbaik adalah penguasa.
Karena mereka memiliki seluruh peralatan untuk berbohong.
Intelijen dia punya, data statistik dia punya, media dia punya.
Orang marah, tapi itu faktanya.
Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna.
Saya tidak ingin dia berbohong tapi potentialy dia bisa lakukan itu”
Rocky Gerung

Radikal, radikul
“Di negeri ini tidak ada Islam intoleransi,
tidak ada Islam Radikal,
tidak ada Islam Teroris,
yang ada adalah cara pandang Pemimpin yang intoleransi dan radikal”
Natalius Pigai

Segala carut marut energi diatas, berdampak direlung jiwa anak bangsa menimbulkan energi sakit hati, energi kebencian, energi kesedihan yang mendalam, energi api yang membara (bukan lagi marah namun murka) yang semuanya ditekan, disimpan direpung hati, dimana nanti pada saatnya akan meledak begitu kerasnya sehingga tak terbendung lagi melibas semuanya.

Akan tetapi kita juga melihat dengan kagum ternyata masih banyak adanya energi yang jujur dan istiqomah, energi tangguh yang tidak mudah ditekuk dan disuap, energi yang kuat menerjang segala fitnah keji dengan tanpa takut maupun kerdil, tegar membahana, dengan meletakkan nyawa sebagai taruhannya.

Melindungi dan melayani
Kristalisasi 7 tahun energi merah dan hitam menumpuk dan mengkristal di tahun 2020, terjadinya serentetan berbagai demo, dimana kita dipertontonkan banyak kejadian bahwa sekelompok orang berseragam plus memakai seragam PHH dan bersenjata lengkap, mengeroyok seorang pendemo tanpa senjata, apakah ini gentelman?,

Juga kita dipertontonkan seorang pemimpin yang tadinya didepan public mengatakan kangen didemo, namun lucunya setiap demo terjadi, kenapa selalu tidak ada?, beginikah tingkat empati dan kepedulian?,
Kita juga dipertontonkan seorang pemimpin yang sangat rajin mengobral janji, namun semua janjinya ternyata nul putul, bagaimana kualitas integritas dan promise keeping kamu sebagai pemimpin?

Kita juga dipertontonkan pembunuhan 6 laskar FPI yang jelas identitasnya, baik wajah, nama dan latar belakangnya dan ini disebut pelaku, sedangkan yang merasa korban, tidak jelas siapa korbannya, identitasnya tidak jelas, jumlahnya tidak jelas, apakah ini gentleman?
Beginikah yang disebut *melindungi dan melayani?

Apakah 6 laskar tersebut bandar narkoba?
Apakah mereka koruptor?
Apakah mereka penjahat kambuhan?
Apakah mereka pembunuh?
Apakah mereka bagian dari sparatis papua?
Tidak bukan? dan mereka disebut sebagai pelaku?

Apakah Negara dan lembaga ini sudah merasa pencipta dan pemilik nyawa?, lantas bagaimana dengan Tuhan Allah SWT sebagai pemilik sejati nyawa manusia, sudah tidak dianggap begitu?

Apakah yang sedang berkuasa di negeri ini berikut sutradara dibelakangnya, merasa menjadi pemilik tunggal negeri ini, apa mereka tidak tahu atau gede rumongso merasa pemilik satu satunya negeri ini?

Apakah mereka tidak merasa bahwa ada kekuatan kekuatan tersembunyi yang energinya meliputi seluruh Indonesia yang selama ini menonton dan diam, namun sudah mulai geram dan bergerak, secara senyap.

Sejatinya pemilik sah negeri ini yang selama ini masih menonton, sekarang sudah turun tangan memproses mengaudit negeri ini.

Memoar FPI yang identik dengan IB HRS , bukankah berjuang untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar?, dan juga terdepan dalam penanganan bencana,
Lantas dimana letak kejahatannya?

“Jika Anda mengungkap kejahatan tapi diperlakukan layaknya pelaku kejahatan, berarti Anda sedang berada di negeri yang dikuasai penjahat”
Edward Snowden

Dan kita juga dipertontonkan ulah perilaku kebengisan dan represifnya aparat pada umat, juga bagaimana sikap terhadap suatu organisasi yang begitu zalim, sudah zalim plus ibaratnya meludahi nyawa organisasi dan pemiliknya, beginikah sikap melindungi dan melayani?

Kita juga dipertontonkan sejumlah orang yang selalu memutar balikkan kenyataan dengan permainan kata di medsos, menyampaikan sisi pandang yang membuka lebar ruang fitnah, demi sejumlah uang. Sadarkah mereka itu bahwa uang tersebut, jika dipakai menghidupi keluarganya, untuk membeli makan dan minum kemudian masuk ke darah anak dan istrinya?

Kita juga dipertontonkan pendukung pendukung pemimpin tersebut yang saya sebut, kurang ajar dan jahat, dimana melihat seluruh kejadian tersebut diatas, justru bersyukur dan tidak ada empati sedikitpun, apakah karena kepentingan dirinya dan kelompoknya diuntungkan?

Semuanya sudah kamu kuasai,
Kamu tidak pernah hidup susah, seluruh sektor sudah kamu kuasai?, masihkah kamu kurang puas?
Atas dasar apa kamu jahat sekali pada rakyat?

Bagaimana dengan energi di tahun 2021 negeri ini?
Adakah dampak yang timbul berupa energi sakit hati dan dendam?
Adakah energi kedamaian dan keharmonisan bisa bertumbuh?

Kedamaian dan keharmonisan tidak bisa dipaksakan hadir dan perlu mempunyai alasan untuk hadir, bagaimana dua energi Kedamaian dan Keharmonisan akan bersuka cita untuk hadir jika segala sikap dan perilaku yang kontra produktif terhadap kedua energi ini selalu saja dipertontonkan dan selalu hadir.

Lantas bagaimana dengan orang tua dan janda yang anak dan suaminya telah dibunuh?
Apakah mereka bisa berdamai?, apakah dirinya bisa harmoni menerima kenyataan bahwa anak dan istrinya telah direnggut nyawanya oleh mereka yang merasa menjadi pemilik nyawa manusia?

Wajah demokrasi di bumi indonesia
“Menyampaikan aspirasi dari rakyat kepenguasa adalah hak warga negara DEMOKRASI.
Jika menyampaikan HAK lewat medsos, DIPENJARA.
Lewat DEMO, diintai MAUT.
Lewat wakil rakyat, tidak DIDENGAR.
Terus mana yang katanya NEGARA DEMOKRASI itu?”
Teungku Dzulkarnain

Energi Mubahalah,
Mubāhalah (Arab مباهلة Mengutuk) atau Li’an (لعان‎) adalah memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang salah/dusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

Dikarenakan dinegeri ini sangat susah mendapatkan Keadilan hakiki, maka umat Islam bermubahalah, menyerahkan sepenuhnya pada azaz Keadilan Allah SWT untuk mewujudkan energi kutukan kepada pelaku sebenarnya.
Energi mubahalah menembus si pelaku berikut keluarga dan semua keturunannya (jika diniatkan).

Adapun ciri khas energi mubahalah adalah sebagai berikut :
Energinya berwarna hitam dan hidup, didalamnya nampak ada banyak sekali larva berwana merah campur hitam yang hidup dan bergerak menerjang dan memakan habis apa yang ada disekitarnya, sertabmenggerogoti dari dalam, dimana energi ini menggulung sipelaku dan bisa berpindah ke keluarga dan keturunannya jika telah selesai urusan dengan pelaku tersebut.

Dan energi ini bertebaran di alam tahun 2021 menyerang para pihak sesuai dengan jadwal waktu keadilan Allah SWT.

Betulkah pintu Jihad Fisabillillah terbuka di tahun 2021?

“Ketika kami membakar Masjid Al Aqsha, sepanjang malam aku tidak dapat tidur, aku takut bangsa Arab berbondong bondong memasuki Israel dari segala penjuru, tetapi ketika esok hari tiba, aku baru tahu bahwa kami bisa berbuat apapun yang kami inginkan karena sebenarnya kami sedang berhadapan dengan UMAT YANG TERTIDUR”
Zion Golda Meir
(PM Israel ke empat, dari tahun 1969 – 1974)

Rasulullah Muhammad SAW, telah memberikan arahan, melalui seorang Waliullah agar umat Islam di tanah air, bersiap melakukan jihad fisabilillah. Demikian yang disampaikan oleh Budayawan dan Cendekiawan Muslim Indonesia, Emha Ainun Nadjib atau yang akrab kita kenal dengan Cak Nun.

Dalam video terdengar Cak Nun menyampaikan hal tersebut di depan sejumlah jamaah pengajiannya. Di katakan oleh Cak Nun, bahwa beliau telah di telpon oleh seorang Kiyai “Khos”– yang tidak disebutkan namanya–, mengatakan telah bertemua Rasulullah, dan menyampaikan maklumat “perang”. Dikatakan pula bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh umat Islam.

Begini,
Kondisi negeri ini adalah kesalahan kita, karena sebagian dari kita ikut menyokong dan menguatkan pihak pihak yang zalim tetap berkuasa.
Maka
Jihad fisabillillah ada 3,
(1) Jihad pada diri sendiri,
Jihad ini diperlukan terhadap diri yang selalu diam saja terjadinya kezaliman dan kebatilan terjadi, katanya sih mereka tidak berpihak, hmm apakah surga dan neraka tidak berpihak?, bukankah harus memilih?

(2) Jihad pada kondisi
Jihad ini bagi mereka yang melakukan kezaliman dan kebatilan, yang dilawan adalah tindakan dan perilakunya.

(3) Jihad pada jiwa
Jihad ini dilakukan secara energi, yaitu dengan doa dan transfer energi spiritual, sasarannya adalah mereka yang telah melakukan pengrusakan pada nilai nilai luhur kemanusiaan secara masif berkesinambungan dan dalam arti yang seluas luasnya, termasuk mereka yang selalu memfitnah dan mengadu domba, baik aktor maupun sutradaranya.

Sahabat,
Itulah potensi potensi yang akan terjadi di tahun 2021, Wallahu Alam Bishawab.

Sahabat,
apa yang terjadi di Indo ini justru untuk mencuci buih umat, memisahkan antara buih dengan pancernya, disini justru terlihat mana yang berkualitas Islam tulen dengan Islam Islaman.

Semoga negeri ini selalu dipelihara oleh Allah SWT, untuk menjadi negeri Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur,
secara bahasa berarti:
”Negeri yang baik dengan rabb Yang maha pengampun”. Makna “Negeri yang baik (Baldatun Thoyyibatun)” bisa mencakup seluruh kebaikan alamnya, dan “Rabb yang maha pengampun (Rabbun Ghafur)” bisa mencakup seluruh kebaikan perilaku penduduknya sehingga mendatangkan ampunan dari Allah SwT.

Yang tentunya melalui proses penggodokan seperti beras di rice cooker, untuk menjadi nasi yang baik, beras harus dihancurkan dulu.

Dan ini harus disegerakan, agar terhindar dari analogi katak mati terebus,
Katak jika dicelup di air mendidih langsung meloncat,
namun
Ketika dicelup di air yang dingin yang sedang dipanaskan, katak tersebut diam sampai mati terebus,
Apakah hal ini akan terjadi pada bangsa kita, mudah mudahan tidak !!!

Alam sudah berproses meng audit alam Indonesia, energi keilahian sudah turun tangan merespon dan memproses terhadap pengrusakan masif terjadi yang sudah diluar batas, Allah sangat tidak menyukai segala bentuk yang melampaui batas

Duh gusti, semoga persatuan dan kesatuan tetap terjaga terhadap bangsa ini, namun jika harus di audit itulah terbaik menurut Allah untuk bangsa ini, kita serahkan terbaik menurut Allah SWT, bukan menurut kita.

Mudah mudahan tulisan ini makin membuat kita semua lebih mendekatkan diri sedekat mungkin pada Allah serta memperkuat kualitas keimanan dan ketaqwaan kita bersama.

Semoga penjelasan ini mampu menghijrahkan diri kita di samudra taqwa tiada ujung dan mampu melaksanakan Khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

Total kaffah Grandness inside, Greatness Outside

Semoga bermanfaat,
Wallahu a’lam bish-shawabi
Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lereng Gunung Gede
Sabtu, 02 Januari 2021
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Fiat veritas, et pereat mundus