Who am i ?

23 Jun 2013

FakeSelf

Hidup adalah resonansi dan resonansi hidup jelas terkait dengan energi kehidupan. Energi kehidupan tidak terlihat tetapi ada dan nyata serta mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Quantum Physic mengatakan ‘Segala sesuatu di alam semesta ini adalah Energi’. Energi adalah realitas / fakta akhir dari alam semesta.

Seperti kandungan semua zat, komponen manusia tidak hanya dari struktur fisik dan kimia, tubuh juga memiliki energi halus / tak terlihat yang disebut ‘energi’.

Energi di mana-mana di seluruh alam semesta. Manusia setiap saat selalu menyerap dan melepaskan energi.  Semua ciptaan dari butiran pasir terkecil sampai makhluk terbesar beserta  alam semesta, termasuk pikiran, perasaan, kata-kata, tindakan atau sikap,  tempat / lokasi, makanan / minuman, dll adalah energi, dan semuanya ini mempengaruhi satu sama lain.

Semua energi terus-menerus dalam keadaan bergelombang dan bergetar. Kita adalah energi dan hidup di lautan energi.  Energi adalah gelombang dan getaran.

Gelombang dan getaran disebut resonansi. Energi memiliki resonansi negatif dan resonansi positif yang mempengaruhi kepribadian kita. Sebenarnya setiap manusia menciptakan resonansi terhubung satu sama lain, setiap menit, setiap detik, setiap jam, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan dan 365 hari setahun.

Resonansi antara manusia dalam bentuk pikiran, perasaan, kata-kata, harapan, motivasi, tujuan hidup, hidup target, rencana hidup, ketakutan kita, keprihatinan kita, kesedihan kita, sukacita kita, kejujuran kita, sikap terhadap alam dan sebagainya semua terpeta dalam DNA kita dan DNA alam (Akashic record).

Sesuai dengan perjalanan waktu hidup, sesorang mengalami berbagai macam problematika hidup, tekanan dari luar berupa sikap, emosi, situasi yang semuanya ini membentuk semacam pertahanan diri dan menciptakan diri kita yang berbeda sesuai dengan pembentukan perjalanan hidup kita. Inilah tampilan Jati diri luar / Public Self. Dan segala lapisan Jati diri manusia membentuk resonansi Jati diri.

Resonansi Jati diri bersumber langsung dari resonansi DNA. Istilah jati diri disini bukanlah jati diri sebagaimana terungkap dalam teori psikologi seperti Identitas Pribadi atau juga tidak Images Pribadi / Personal Brand atau banyak istilah lainnya.

Jati diri Istilah di sini adalah Resonansi Jati diri yaitu resonansi asli yang ada di DNA manusia. Resonansi Jati diri setiap manusia mempunyai lapisan – lapisan yang disebut Martabat Jati diri.

Metode ke Agungan Jati diri adalah untuk mengembalikan kondisi manusia ke kondisi asli ketika pertama kali diciptakan, kualitas jati diri seperti ini adalah ketika kondisi manusia belum dibebani segala macam emosi negatif dan penyakit hati.

Kualitas resonansi manusia baik atau buruk dimulai dan berpusat dari resonansi Martabat ke Agungan Jati dirinya. Inti dari keberhasilan dan kemuliaan hidup dalam mewujudkan Sukses Hakiki / Wholeness of Life dimulai dari Resonansi Diri Sejati. Jadi itulah mengapa Resonansi Diri Sejati yang mewujud menjadi Martabat keAgungan Jati diri seseorang adalah dasar dari Keberadaan Manusia.

Dan dengan kembali ke Agungan Jati diri murni, maka kita dapat lebih mengenal diri, leih memahami diri, baik makna hidup, kekuatan dan kelemahan diri, serta yang harus kita perjuangkan itu apa.

TrueSelfResonanceModel