Fragmentasi Jati diri

18 Jan 2014

FragmentasiJatiDiriKe Agungan hari ini "FRAGMENTASI JATI DIRI"
Quotes of the day "Sejatinya semua orang mempunyai fragmentasi 
jati diri.Itulah diri kita sekarang, hidup dalam keseharian sikap 
dan perilaku kita sekarang. Dan ini dan membentuk dunia kita 
sekarang dan selamanya jika kita tidak melepasnya!” B-SAMA

Fragmentasi jati diri terbentuk dari dua hal pokok yaitu sampah evolusi kehidupan serta proses tekanan psikologis dan benturan kehidupan di kehidupan sekarang.

Inilah yang membentuk diri kita sebagai upaya self defense mechanism (sistem pertahanan diri) yang kecendrungan sifatnya negatif. Contoh amarah, benci, dendam, jutek, galau dan lain sebagainya.

Personal self defense mechanism

Model sistem pertahanan diri terhadap gangguan dari luar, bisa berupa tekanan situasi kehidupan, tekanan dari sikap – sikap negatif lingkungan kita (keluarga, sekolah, kantor dan lain sebagainya) sangat dipengaruhi oleh frekuensi alam jati diri kita.

Jika frekuensi alam jati diri kita di dominasi oleh energi yang bermuatan negatif maka kita membangun sistem pertahanan diri sebagai upaya merespon kondisi diluar diri dengan sikap – sikap yang bermuatan negatif pula, seperti amarah, benci, dendam, jutek, galau dan lain sebagainya.

Jika frekuensi alam jati diri kita di dominasi oleh energi yang bermuatan positif maka kita membangun sistem pertahanan diri sebagai upaya merespon kondisi diluar diri dengan sikap – sikap yang bermuatan positif pula, seperti keharmonisan, ketenangan, keteduhan, ketegaran, memaafkan, memahami, mengerti dsbnya.

Baik sistem yang negatif dan positif dengan berjalannya waktu, terus menerus dilakukan serta diterima sebagai suatu kelayakan diri maka ini terekam di alam bawah sadar kita yang pada akhirnya membentuk sebagai program diri yang diterima sebagai kebenaran mutlak. Maka banyak yang melakukan suatu tindakan atau sikap yang negatif, tulisan negatif, status negatif dsbnya namun tetap saja merasa benar ! Justru kebenaran negatif didalam diri ini menjadi duri dalam diri dan rintanagn dalam diri.

Alhasil kita mempunyai dua rintangan di kehidupan yaitu rintangan dalam diri dan rintangan di luar diri. Dan hal ini bertumbuh kekuatannya serta penyerapannya sesuai dengan kebenaran dunia yang kita ciptakan sendiri.

Jadi fondasinya adalah frekuensi alam jati diri kita !, jika kita ingin berubah dan melepas sikap dan perilaku serta kebiasaan negatif kita rubahlah dulu frekuensi jati diri kita ke kualitas yang lebih positif.

Coba bandingkan contoh kata - kata ini :
* amarah, benci, dendam, jutek, galau
dengan :
* keharmonisan, ketenangan, keteduhan, ketegaran, memaafkan, 
  memahami, mengerti, menyejukkan.

Nikmat mana getarannya ?, nyaman mana getarannya ?, ini baru dibaca lho…bagaimana jika diwujudkan dengan sikap ?

Namun kenapa banyak dari kita sering lepas kontrol, bahkan banyak dari saudara kita diluar sana meyakini marah itu perlu, kekerasan itu penting, membenci itu wajarlah, jutek itu okelah, galau itu dimengertilah dsbnya ?

Nach…jika ini semua masih ada didalam diri kita sampai akhir hayat kita, apa yang terjadi ?, itulah yang disebut sampah evolusi !….lho khan kita sudah tobat sama Tuhan ?,…he..7x..tobat sama Tuhan namun minta maaf tulus pada sesama ndak dilakukan !….ya ndak ngefek lha yao….

Ingat ya..Tuhan Allah Sang Maha Dahsyat ndak ada urusan dengan hubungan antar sesama kita manusia. Kesalahan pada sesama ya minta maaf dong sama sesama juga, masak gengsi ?, malah banyak tobatnya pada Tuhan dan muter minta maafnya pada Tuhan, pada yang bersangkutan ndak !….he..7x..Tuhan senyum – senyum aja atuch !

Maka mari kita lepaskan semua fragmentasi jati diri kita yang sifatnya merusak dan memulyakan diri maupun kehidupan, beningkanlah diri kita, atau kita merasa ok – ok saja dengan yang sekarang ?…. itu semuanya pilihan !, bukankah begitu ?

Salam kasih dan ke Agungan hidup
Gerakan membumikan Ke Agungan Jati diri
Gen Ores Creator and Curator
Navigator executive Lembaga Indikator Resonansi Authentic spiritual
Trainers The Next Transpersonal Study School
Therapist at True Self Resonance Health Clinic

Sumbangsih untuk alam Syuwartaina, bangsa manusia bumi galaksi Bima Sakti
Semangat berbagi untuk ke Agungan hidup perspektif kecerdasan resonansi jati diri
Amabilidad es el portador de la paz !
To Love- To Care – To Give