Hu Allah <> Allah Hu

18 Sep 2015

AllahuAkbar

# Hu Allah <> Allah Hu #
Quotes of the day “Semua kata, semua kalimat itu mempunyai frekuensinya sendiri, begitu pula rangkaiannya. Maka ber hati hatilah merangkai suatu afirmasi, sebab bisa saja rangkaian tersebut meningkatkan frekuensi kualitas jati diri atau bahkan menjatuhkannya” B- AMA

FREKUENSI KUALITAS JATI DIRI
Ada sahabat datang bertiga ke tempat saya. Beliau salah satunya menanyakan bagaimana sejatinya resonansi kata “Hu”, sebab banyak yang menggunakan dzikir pernafasan “Hu Allah” untuk.mendapatkan suatu kekuatan tertentu atau maksud tertentu.

Begini, ilmu yang baik seharusnya meningkatkan frekuensi jati diri pemakai ilmu tersebut, bukan malah menjatuhkannya.

Kami menyampaikan versi perspektif kecerdasan resonansi jati diri, dimana setiap kata, setiap kalimat itu mempunyai frekuensi jati diri.
Di sisi lain kecerdasan resonansi jai diri lebih menitik beratkan bahan baku energi sesuatu bukan padaa manfaat.

Sebab bisa saja manfaat nampak dahsyat, namun belum tentu frekuensi kualitas jati diri bahan baku tersebut betul betul murni positif, bisa saja positif abal abal.

SUATU RANGKAIAN KATA ITU SEPERTI CAMPURAN SENYAWA KIMIA
Seperti susunan unsur kimia H20 adalah air, namun kalau dipisahkan menjadi Hidrogen yang berupa gas yang mudah terbakar (juga salah satu bahan untuk pembuat bom) dan Oksigen berupa gas diudara untuk pernafasan.

Begitu pula rangkaian kata dzikir jika berdiri sendiri bisa saja bagus atau kurang bagus dan jika digabung bisa saja bagus atau kurang bagus.

PERSPEKTIF ANALISIS MAKNA
* Allah Hu
Makna Allah hu adalah “Allah, satu satunya Dia !”, sehingga terjemahan bebas adalah ” Alllah itu sendiri”
Allah hu banyak ditemukan di kata Allahu Akbar, Allahu Shomad, Allahu Robbi, Allahu Ahad dsbnya.

* Hu Allah
Makna Hu Allah mempunyai penegasan bahwa “Dialah Allah”.
“Dialah Allah” sejatinya belum mencapai makna hakekat dimensiNYA, baru menuju.

Namun analisis makna ini memang menimbulkan ruang lebar argumentatif sendiri, yang biasa terjadi dalam pemahaman apapun.
Oleh karenanya perlu di analisis dari aspek lain.

PERSPEKTIF ANALISIS RESONANSI JATI DIRI (GETARAN DAN GELOMBANG JATI DIRI).

Hu Allah, energinya kasar.
Kualitas alam jati dirinya menempati dari yang terendah alam Jin saf 7 s/d alam Jim saf 7 (alam Jin dan alam Jim di bawah alam Surga)
Kualitas frekuensi jati dirinya berada di 60.000 / detik s/d yang tertinggi 90.000 / detik.

Muatan terdiri dari chip Bangsa Jin Islam dan Bangsa Jim Islam.

Allah Hu, energinya jauh lebih halus.
Bandingkan dengan Allah Hu, kita ambil salah satu contoh Allahu Akbar.
Profile Allahu Akbar :
Frekuensi kualitas jati dirinya 88888888 infinity Haq / detik.
Lapisan jati dirinya : (14.780 (Trilyun^50)) ^ Tak Terukur
Muatan didalamnya : 16 juta Septiliun (10 pangkat 24) Nur dzatullah.
Pusat energinya di : alam Keagungan.
Kandungan energi positif di alam ini adalah 237 juta %, bandingkan alam Surga kandungan positifnya 100%.
Tingkat kehalusan energi ini 137 ribu x Quark.
Quark inti dasar pembentuk atom mempunyai tingkat kehalusan 10 ^-18 Plack

Sudahkah kita mengetahui frekuensi kualitas jati diri kita sudah harmonis di lapisan yang keberapa di lapisan frekuensi jati diri Allahu Akbar?
Bukankah setiap lapisan  mempunyai kriteria tersendiri untuk bisa masuk di ruang lapisan tersebut?

Cukup jelas ya perbedaan antara Hu Allah dan Allah Hu?
Maka kenapa takbir dalam sholat pakai Allahu Akbar bukan Hu Allah.
Allahu Akbar adalah garda terdepan bagi sekian banyak strata energi ke Ilahian untuk perwakilan kehidupan bangsa manusia dibumi.

Setiap ayat, setiap dzikir selalu mempunyai lapisan.
Dimana jumlah lapisan berbeda satu sama lain.
Lapisan terluar semua sama mempunyai getaran tertinggi 90.000 / detik dan mempunyai 7 saf.

Maha Adil Allah, sesuai dengan perjuangan manusia itu sendiri.

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]

Prasangka dari manakah?
Prasangka dari belief system kita.
Belief system kita dari frekuensi kualitas jati diri kita.
Frekuensi kualitas jati diri kita inilah yang akan harmonis di frekuensi mana dari lapisan jati diri suatu ayat atau dzikir.
Setiap lapisa jati diri mempunyai frekuensinya sendiri.
Maka  frekuensi energi jati diri manusia harmonis dengan frekuensi yang sama di lapisan tertentu suatu ayat atau dzikir yang dijalankan.

Bukankah hukum kekekalan energi mengatakan bahwa ” Setiap energi mencari medan energi yang sama frekuensinya”.

Maka kenapa ayat atau dzikir yang sama dijalankan oleh orang yang berbeda mempunyai dampak yang berbeda. Penting sekali kita jika menjalan suatu dzikir supaya bisa masuk ke pusat komandonya, yaitu lapisan zero nya (bukan laisan 1, diatas lapisan 1 masih ada lapisan zero).

Oleh karenanya jika menjalani sesuatu seyogyanya jangan sekedar tergiur dengan manfaat akan tetapi selidiki dulu bahan bakunya.

Segala sesuatu mempunyai ukuran.
Ukuran untuk memandu kita supaya jelas dan tidak nyasar, seperti speedometer, GPS dsbnya.
Sistem ukuran yang baik kualitasnya harus diatas kualitas yg diukur, sebab jika sama maka hasilnya akan bias dan tidak akurat.

QS Al-Rad [13] : 8 dikatakan bahwa “Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ukuran”.

Suatu pengetahuan yang baik dan di jalur Al Haq hakiki kuncinya pasti menumbuhkan frekuensi jati diri yang menjalankan, bukan malah drop atau jalan ditempat.

Sudah tiba saatnya pengetahuan resonansi jati diri di sosialisasikan pada masyarakat.
Segala hal yang positif harus disampaikan, ilmu yang positif harus disampaikan.
Mengenai penerimaannya gimana?, dikembalikan ke diri masing masing.

Sebab cara memaknai dan memahami sesuatu bergaris lurus dengan anak tangga frekuensi kualitas jati diri masing masing.
Oleh karenanya alam mempunyai seleksi alamiah sendiri.

Maha Besar Allah yang mengetahui segala yang tersembunyi didalam dada manusia.

Maha suci Allah yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”(Al Mulk ayat 1)

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Journey to the main source Sustainable Excellence
Initiating Action for Global Grandness Leadership