# IMAN #

IMAN

# IMAN #

“Fondasi Iman adalah penetapan sasaran yang jelas siapa yang layak kita berikan keimanan, maka kemanakah berikan Iman kita?,
Iman adalah anak tangga keagungan kesalehan essensial manusia dalam memahami hidup dan kehidupan beserta penciptaan itu sendiri” B-AMA

“Ya ayyuhal lazina amanu Ittaqulloha haqqa tuqatihi….”, Wahai orang orang beriman !, bertakwalah kepada Allah sebenar – benar takwa kepada-NYa….” QS [3], Ali Imron – 102

Keimanan dan ketakwaan adalah dua sisi mata uang fondasi anak tangga spiritualitas yang meluluhkan dan menundukkan jiwa manusia padaNYA, membentuk integritas dan tanggung jawab dalam hidup dan kehidupan secara berkesinambungan.

Keimanan dan ketakwaan itu seyogyanya memurnikan jati diri hakiki manusia untuk kembali ke Maha Murni Sang Maha Segalanya.

Keimanan dan ketakwaan itu seperti kebahagiaan tidak kelihatan namun efeknya ada.

Keimanan dan ketakwaan itu seperti budi luhur tidak kelihatan namun efeknya ada.

Keimanan dan ketakwaan itu bukan hingar bingar di permukaan, namun sejatinya hingar bingar dalam penjernihan jiwa yang berkesinambungan untuk mendekatkan diri sedekat mungkin padaNYA, dan hal ini tidak kelihatan namun ada.

Keimanan dan ketakwaan itu bukan hebatnya menukil dalil dalil dan indahnya membaca ayat serta hebohnya mencuplik tuisan tulisan motivasi, namun keimanan dan ketakwaan bermanifestasi langsung pada sikap dan perilaku kehidupan nyata, ndak kelihatan namun ada.

Keimanan dan ketakwaan itu bukan mempunyai kesaktian yang dahsyat, namun keimanan dan ketakwaan bermanifestasi langsung pada kesalehan Essensial kehidupan baik vertikal maupun horizontal setiap saat dan berkelanjutan.

Keimanan dan ketakwaan itu dalam diri, melenturkan jiwa dan membentuk common senses dalam beragama, bukan penerapan kaku dalam ber agama, semuanya tidak kelihatan namun efeknya ada.

Keimanan dan ketakwaan itu menihilkan jubah Aku dan merupakan anak tangga rasa penyerahan diri pada Allah dengan bermanifestasi afirmasi al haq ( dzikir dzikir Al Haq hakiki) setiap saat dalam jiwa.

Keimanan dan ketakwaan itu menjadikan pribadi yang sabar, damai dalam diri, harmoni, sejuk, rendah hati, cerdas, tegar dan tangguh (Unshakable – Unbreakable – Undestructible)

Perjalanan Keimanan dan ketakwaan Al Haq hakiki mempunyai ciri khas yakni terbukanya sekatan sekatan di qolbu yang berkelanjutan serta tampilnya kekuatan Al Haq hakiki dalam diri manusia secara masif dan berkesinambungan.

Mari kita selalu berjuang menumbuhkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepadaNYA setiap saat sampai akhir hayat, dan pastikan secara jelas ber iman dan bertakwa kepada siapakah kita.

Maha Besar Allah yang mengetahui segala yang tersembunyi didalam dada manusia.

Maha suci Allah yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”(Al Mulk ayat 1)

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Journey to the main source Sustainable Excellence
Initiating Action for Global Grandness Leadership