# KEAGUNGAN YANG TERSEMBUNYI #

14 Aug 2015

Keagungan Tersembunyi

# KEAGUNGAN YANG TERSEMBUNYI #
*** SUPRA RASIO # 1***

Quotes of the day
“Sejatinya manusia terdiri dari lapisan fisik dan non fisik. Lapisan non fisik / energi ini terhubung langsung ke alam mikrokosmos (dalam diri) dan makrokosmos (diluar diri).
Sejatinya energi kehidupan mempengaruhi 70% suksesi hakiki dalam scope holistik. Dan ini bagian dari Universal laws / Sunnatullah, berlaku untuk siapapun, keyakinan apapun dan agama apapun, percaya tidak percaya, mau tidak mau, tahu maupun tidak, hukum tersebut seperti rotasi Bumi tetap berjalan.
Sungguh Allah Maha Adil lagi Maha Perkasa atas segala sesuatu” B-AMA

“LOOK BEYOND WHAT YOU SEE”

Sebetulnya dulu pokok bahasan ini pernah saya  tulis namun masih dalam bagian bagian yang terpecah dan audiensnya adalah mereka yang sudah memahami kesadaran non bentuk dan saya penekanannya ke aspek lapisan lapisan non bentuk.

Namun dikarenakan banyak para sahabat dari latar belakang kesadaran bentuk minta penjelasan saya, oleh karenanya saya mencoba menuangkannya dalam artikel terbatas ini.
Saya sempet menunda selama 3 hari, bagaimana caranya menulis dengan artikel pendek topik ini namun bisa membuka wawasan manusia dari kesadaran bentuk menjadi non bentuk.
Dan menegaskan bahwa ini adalah salah satu aspek cahaya qolbu di ranah kapasitas jati diri.

Akan tetapi terlepas dari bagaimana usaha saya membuka wawasan non bentuk ini, ada memang segmen segmen manusia yang memang nyaman di segmennya dan tidak berusaha membuka khasanah qolbunya lebih dalam.
Ya sudahlah saya serahkan pada Allah Sang Maha Segalanya dan dikembalikan ke diri masing masing sebab hidup bukankah pilihan?

Mengingat dalamnya hakekat pembahasan topik ini, maka tulisan saya pecah menjadi 3 judul yang sejatinya masih dalam satu rangkaian yang saling melengkapi.

(1) Keagungan yang tersembunyi (Supra Rasio #1)
Merupakan dasar pengenalan dari kesadaran non bentuk

(2) The Origin of Divine energy (Supra Rasio #2)
Pengenalan lebih dalam lapisan lapisan kesadaran  non bentuk.

(3) The Transpersonal Man (Supra Rasio #3)
Mengenal lebih jauh tipe tipe mereka yang sudah masuk di kesadaran non bentuk.

Nach yuuk kita mulai pokok bahasan yang pertama ini.

“Aku bersumpah dengan yang kamu lihat dan yang kamu tidak lihat” (QS, Al Haqqah [69] : 38 – 39). Maka sejatinya sesuatu yang tidak terlihat dalam kehidupan manusia memang ditegaskan dalam kitab suci. Dan bukankah dalam rukun Iman, yang kedua yaitu Iman kepada Malaikat / Ghaib, bukankah Ghaib itu tidak kelihatan ?

Manusia secara umum ada 4 tipe kesadaran yang bisa membentuk belief systemnya yakni,
(1) Kesadaran Material
Ini sepenuhnya kesadaran kebendaan.
Kemelekatan dunia sangat tinggi di kesadaran ini.

(2) Lapisan kesadaran intelektual
Segmen ini mereka sangat mengunggulkan rasio neo cortex / lapisan otak terluar.
Bagi mereka kesadaran bentuk adalah satu satunya realitas.
Bagi mereka segala sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara fisik itu adalah suatu kebohongan semata.

Mereka lupa bahwa segala sesuatu yang tidak tampak, tidak harus bisa kelihatan dengan mata fisik namun dampaknya yang ada, seperti nafas, rasa sedih, amarah, perasaan, alam bawah sadar dsbnya.

Seperti kata Zaki Najib Mahmud seorang Filosof Mesir Kontemporer dibawah ini,

“Ketika akal mampu membuktikan sesuatu, kemudian datang intuisi menunjang pencapaian akliah itu, menuju satu kedalaman yang melebihi pencapaian akal”

Dan salah satu pakar energy psychology yaitu Andree Weil, MD mengatakan,

“Just because  we cannot detect, perceive or measure forces that Chinese doctors saybare important in managing illness, does not automatically mean that they do not exist”

Hanya karena kita tidak bisa mendeteksi, meraba atau mengukur “aliran energi tubuh” yang oleh para dokter China penting untuk mengendalikan penyakit, bukan berarti bahwa energi itu tidak ada”

Sering dalam kenyataan hidup lapisan 1 dan 2 ini mendominasi seseorang.
Dan ini mendominasi sebagian besar manusia.

(3) Lapisan kesadaran spiritual
Mereka yang ada di segmen ini telah menggunakan rasio qolbunya bukan rasio neo cortex.
Mereka sudah menjelajahi kesadaran energi sesuai dengan posisi anak tangga spiritualnya.

Kesadaran spiritual adalah merupakan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual mempunyai 3 kedalaman yakni :

(1) Spiritual Rasional, mereka yang masih bergerak dalam ranah teori teori spiritual dan tidak mengalami fenomena spiritual.

(2) Spiritual Authentic, mereka yang sudah menjelajahi fenomena spriritual namun tidak memahami adanya lapisan lapisan energi.

(3) Resonansi Spiritual, mereka yang sudah menjelajahi lapisan lapisan energi spiritual.

Qolbu adalah rasa jiwa.
Rasa jiwa ini berlapis dan bertingkat sesuai dengan tingkatan lapisan ruh dalam diri manusia.

Dalam hakekat manusia literatur Islam, Qolbu adalah kotak sendiri dalam kotak besar nafs (sisi dalam manusia yang sering populer disebut alam bawah sadar).
Kandungan nafs masih berisi segala rekaman negatif dan positif.

“Demi nafs serta penyempurnaan ciptaan, Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketakwaan (QS Al Syams [91] : 7 – 8)
Qolbu / rasa jiwa dipermukaan adalah Nafs itu sendiri.

Kesadaran spritual manusia itu berlapis lapis.
Maka lapisan kesadaran spiritual seseorang berbeda sesuai dengan anak tangga rasa jiwanya.

Makin dalam lapisan rasa jiwa seseorang, maka makin dalam tingkat kehalusan energi yang bisa ditembusnya.

Dalam hidup sistem Bumi, segala sesuatu memerlukan ukuran.
Dengan adanya ukuran maka kita bisa membedakan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya dan sebagai pemandu kita.
Sistem dan tehnik ukuran harus sesuai dengan obyek yang akan diukur.
Ndak bisa speedometer mobil dipakai untuk mengukur kecepatan sepeda atau pesawat. seperti yang tertuang dalam salah satu ayat yaitu,

Dan ilmu pasti menghasilkan ukuran terhadap obyek yang dipelajari dan digali seperti dalam QS Al-Rad [13] : 8, dikatakan bahwa “Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ukuran”.

Dalam tingkatan lebih tinggi, tidak bisa suatu obyek bisa mengukur kedalaman dirinya sendiri dengan alat ukur (sistem dan tehnik) sesuai dengan frekuensinya obyek tersebut.
Agar terbuka semua profile obyek lebih dalam, maka perlu menggunakan sistem dan tehnik di frekuensi lebih tinggi sehingga daya tembus lebih dalam dan kacamatanya lebih luas.

LAPISAN RASA JIWA / QOLBU
(1) Lapisan terluar / ruh jasad.
Yang aktif adalah Nafs.
Tingkat kehalusan energi tertinggi adalah 7x dari tingkat kehalusan Quark (inti dasar kehidupan, hasil penelitan terakhir yang tadinya tingkat kehalusan Quark adalah di 10^-18 (Attometer)  ternyata di ketemukan jauh lebih dalam di 10^-39 (Plack).
Adapun tingkat kehalusan eenrgi di lapisan ini adalah 7 x (10^-39)
Masih ada energi negatif, belum positif murni.

(2) Lapisan Ruh Ruhani
Yang aktif adalah Qolbu di lapisan terluar / Qolbu Ruhani.
Tingkat kehalusan energi tertinggi ada di 10x Quark yaitu 10^ -180 ( Dillimeter ), sudah positif murni.

(3) Lapisan Ruh Rubbani
Yang aktif adalah Qolbu di lapisan lebih dalam / Qolbu Rubbani
Tingkat kehalusan energi tertinggi ada di 50x Quark yaitu 10^ – 900 (Heksameter).

(4) Lapisan Ruh Nur
Yang aktif adalah Qolbu di lapisan lebih dalam dari Qolbu Rubbani yaitu Qolbu Nur.
Tingkat kehalusan energi tertinggi ada di 75x Quark yaitu 10^ -1350 (Anttometer) .

(5) Lapisan Absolute Ruh Nur (Lapisan Ruh Utama)
Yang aktif adalah Qolbu di lapisan lebih dalam dari Qolbu Nur yaitu Qolbu Absolute Nur.
Tingkat kehalusan energi tertinggi ada di 175x Quark yaitu 10^ -3150 (Ascometer) .

(6) Lapisan Infinity Ruh Nur (Lapisan Ruh Inti)
Yang aktif adalah Qolbu di lapisan lebih dalam dari Qolbu Absolute Nur yaitu Qolbu Infinity Nur.
Tingkat kehalusan energi terendah mulai dari 500x Quark yaitu 10^ – 9000 ( Rescometer )

Lapisan ruh inti ber lapis lapis lagi tak berujung hanya Allah lah yang Maha Tahu.
Dalam kenyataannya lapisan lebih tinggi bisa melihat yang dibawahnya, namun yang dibawah tidak bisa melihat yang lebih halus.

Energi yang masih dalam medan energi negatif merupakan faktor utama pembentuk rintangan hidup manusia baik didalam diri maupun diluar diri.

Maka pentingnya bening jati diri dari segala bentuk negatif adalah utama dalam kehidupan, selain membebaskan diri dari segala rintangan hidup juga untuk mendukung terwujudnya penyelesaian garis takdir positif yang perlu diperjuangkan serta untuk melancarkan proses kembali pulang.

Namun perlu saya tegaskan disini bahwa kepekaan rasa jiwa masuk dalam ranah kapasitas jati diri, bukan kualitas jati diri. Bukan berarti orang yang tidak peka lantas tidak ber iman. Akan tetapi kelebihan kepekaan ini memang tidak bisa dihindari lebih luas makna kedalaman Iman dalam arti non bentuk.

Berlanjut ke Supra Rasio #2

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership