KEPOSITIFAN <> KESUCIAN <> KEGHAIBAN

24 Mar 2014

Kedahsyatan hari ini “KEPOSITIFAN <> KESUCIAN <> KEGHAIBAN”
Quotes of the day “Semuanya mempunyai anak tangga. Begitu pula drajat kepositifan sesuatu. Maka dengan itu kita akan belajar akan kedalaman kesucian kehidupan bukalah sesuatu yang mudah didapat atau hanya sekedar retorika kehidupan.” B-AMA

Tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang mau berpikir bebas dan mau menggali kedalaman makna hidup dan kehidupan di jalur spiritual murni.
Tulisan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang bersedia rendah hati mengosongkan gelasnya.
Tulisan ini adalah bagi mereka – mereka yang menggali kedalaman jati diri sebagai usaha – usaha untuk mendekatkan diri sedekat mungkin pada Tuhan Allah sang Maha Dahsyat melalui spiritual murni bukan melalui jalur kemampuan supranatural atau metafisik.
Jika anda bukan kriteria diatas sebaiknya tidak perlu diteruskan membaca tulisan ini, karena tidak akan bermanfaat kepada saudara.

Banyak para sahabat bertanya pada saya bagaimana posisi kesucian dengan keghaiban ditinjau dari kecerdaasan resonansi jati diri !
Untuk menjawab ini, tidak bisa dihindari kita harus berangkat dari kandungan dari suatu energi.

KEPOSITIFAN <> KESUCIAN
Setiap energi itu mempunyai kandungan positifnya, termasuk energi negatif. Yang membedakan adalah kadarnya.
Contoh kandungan energi positif di alam negatif (alam maya metafisik) :
* alam jin kandungan positifnya 33%, sisanya negatif (67%), getarannya 70ribu / detik
* alam Siluman kandungan positifnya 29%, sisanya negatif (71%) getarannya 60 ribu / detik.
Begitu seterusnya untuk alam – alam negatif lannya.

Nach di alam – alam negatif besarnya nilai kebenaran positifnya ya sudah sesuai dengan kandungannya tersebut.
Contoh mereka – mereka yang didalam dirinya didominasi oleh energi negatif, ya masih mengenal kebenaran – kebenaran positif, konsep – konsep positif. Ritual agama kenceng….namun amarahnya juga kenceng…merampok juga kenceng, sakiti orang juga kenceng dsbnya.

Jadi jika ada yang mengatakan bahwa ilmunya berbasiskan posistif..nanti dulu..positif yang mana, lapisan alam yang mana ?, kandungannya berapa ?…bukti nyata di kehidupan gimana ?
Apakah jika bisa melakukan penyembuhan lantas langsung dinyatakan itu energi positif ?, lha wong energi negatif bisa menyembuhkan !
Jadi sebetulnya perang antar energi negatif, yang kuat lah yang menang.
Nach dari pengetahuan alam inilah timbulnya istilah ilmu hitam dan putih.
Sebetulnya ilmu putih kandungan energinya belum tentu positif semua.
Kebanyakan dari kita itu seneng di manfaat…bisa ini..bisa itu..atau ikut – ikut an….namun tidak menyelidiki bahan bakunya.

Bahkan bisa saja yang membimbing tidak tahu bahwa ada kandungan energi positif di keilmuannya cuman sekian persen misalnya.
Lha khan refrensi dari gurunya..dari gurunya lagi…dari gurunya lagi..gitu seterusnya…yang meyakini itu benar – benar positif.
Sebab pengetahuannya ya sudah sampai disitu…mereka menitik beratkan pada manfaat, sistem dan tehniknya menguji sampai di titik bisa ini bisa itu..berarti lulus, namun bahan bakunya tidak pernah tersentuh untuk diteliti…bahkan banyak di keilmuan ini ada suatu tehnik untuk membersihkan energi negatif….ya iya..khan bergerak di kandungan positif tersebut !

Bisa juga mereka meneliti pengetahuannya dari lantai pengetahuannya tersebut..lha gimana terbuka informasinya ?
Kalau mau meneliti kandungan suatu energi..kita harus diatas kualitas energi tersebut baru tampak semuanya !

Tapi pak..ada lho ilmu yang dari Jin itu bisa menolong ruh – ruh orang yang sudah meninggal namun belum sempurna, misalnya dari kecelakaan..ada yang tubuhnya ndak lengkap maka dibantu.
Iya coba dech renungkan…masak ruh masih main fisik?, meskipun fisik di alam non fisik.
Khan tubuh fisik sudah hancur ?
Bedakan antara beresin tubuh astral dengan ruh yang sebenarnya.
Yang mereka utak utik adalah tubuh astral, tubuh astral itu echo dari tubuh fisik.
Sedangkan ruh aslinya ndak disitu..ya sudah masuk ke alam – alam sesuai dengan kaplingnya.

Bandingkan dengan alam – alam positif sebagai berikut,
Saya beri contoh alam positif terendah saja, yang disebut alam metafisik.
Alam Firdausin, kandungan energi positifnya 83%, negatifnya 0, getarannya 90 ribu / detik
Alam Arsy, kandungan energi positifnya 84%, negatifnya 0. getarannya 100 ribu / detik.
Dan masih banyak alam – alam positif lain diatasnya.
Jadi yang disebut suci atau kesucian di alam metafisik keatas inilah !
Benar – benar bebas dari energi negatif !
Inilah suci, jadi suci pasti positif bebas dari kandungan energi negatif atau bisa juga dikatakan negatif = 0.

KESUCIAN <> KEGHAIBAN
Sebelum membahas ini, kita perlu satukan persepsi dulu, bahwa keghaiban disini berbeda dengan pengertian diluar.
Diluar sudah salah kaprah.
Ndak kelihatan pokoknya ghaib.
Ilmu supranatural itu ghaib.
Padahal bukan seperti itu, sesuai dengan yang sering saya tulis keghaiban itu adalah derajat suatu energi positif.
Energi positif itu belum tentu Ghaib, sedangkan Ghaib itu pasti positif.
Sedangkan yang tidak kelihatan itu astral, dan astral ini bisa saja kandungannya energi negatif.
Malah sekarang penampakan disebut Ghaib, Kandungan di suatu keris atau benda itu ghaib…he..7x

Gini ya energi positif tertinggi itu ada di alam Hiper metafisik yang getarannya 700 ribu / detik.
Kandungan energi psotifnya 98%.
Alam hipermetafisik ada sekitar 900.000 lapisan alam diatas alam metafisik biasa dan alam Super metafisik.

Nach diatas ini baru masuk alam semi ghaib !
Getarannya diatas 1 juta / detik, kandungan positifnya sekitar 30.000 %.
Diatas alam semi ghaib baru alam keghaib an murni, getarannya paling rendah 20 juta / detik, kandungan positifnya 40 ribu %.
Jika alam – alam positif dan semi ghaib masih energi alam.
Namun alam keghaib an adalah murni energi jati diri yang ada didalam diri manusia.
Seorang manusia bisa masuk keghaiban dalam dirinya kualitas jiwanya minimal harus 900 milyar%.
Energi keghaiban tidak mempunyai bentuk, tidak mempunyai aura…dikenal hanya dari getarannya saja.

Jadi jika ditinjau dari kecerdasan resonansi jati diri, positif itu belum tentu suci, suci belum tentu ghaib, namun ghaib pasti suci dan pasti positif.
Mudah – mudah an uraian ini dapat meluaskan wacana bahwa energi kehidupan itu berlapis lapis.
Dominasi energi kehidupan kualitas mana yang ada didalam diri itu sesuai dengan perjuangan masing – masing.
Ciri yang paling mudah untuk mendeteksi energi apa yang mendominasi didalam diri adalah sepanjang kita masih bisa marah, jutek, galau, bt dan lain sebagainya..maka pertanda kita masih ada energi negatif didalam diri.

Jangankan energi keghaiban, bahkan energi positif saja ndak mau dekatan dengan orang yang masih bisa marah dan emosi – emosi negatif lainnya itu.
Khan banyak kita jumpai banyak yang hebat secara supranatural, namun hebat juga ngamuknya plus emosi emsoi negatifnya.
Banyak yang hebat di retorika tulisan spiritual, namun dikehidupan nyata..lha kok masih jutekan?, ngambekan ? dsbnya.

Tulisan ini untuk bahan renungan.
Apakah yang dinggap jamak di kehidupan bahwa marah itu wajar, BT itu perlu, benci itu wajar..khan saya disakiti dan lain sebagainya..lantas itu kebenaran mutlak ?, atau benar adanya ?
Pertanyaannya adalah apa iya alam positif terendah yaitu alam Firdausin bisa gitu menerima orang yang masih ada emosi – emosi negatif dan penyakit hatinya ?, just think about it !, coba dech direnungkan !
Masalahnya khan banyak dari kita berburu ilmu – ilmu supranatural agar bisa ini bisa itu…ilmu – ilmu ini terlampau seksi untuk dikejar.
Sekali lagi mereka hanya mengejar manfaat, tidak menyelidiki bahan baku energinya atau malah tidak tahu kandungan bahan bakunya..yang penting khan bisa sakti atau manfaat – manfaat tertentu yang dituju !

Mudah mudah an tulisan ini menambah kedalaman keimanan dan ketaqwaan kita bersama.
Dan menambah wawasan bahwa memurnikan diri itu perlu perjuangan.
Sesuatu yang bernilai dalam diri itu perlu diperjuangkan !
Jika mudah mendapatkannya seperti ambil batu dijalanan lantas mana nilai perjuangannya ?
Dan perjuangan disini spektrumnya all out, bisa saja merubah gaya hidup kita dan lain sebagainya !

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Journey to the main source Sustainable Excellence
Initiating Action for Global Grandness Leadership