# LUPAKAN AGAMA, FOKUS PADA TUJUAN ! #

LupakanAgama, Fokus pada tujuan

Quotes of the day “10 tahun kebelakang ini banyak remaja sampai dengan usia 30 an bingung masalah agama. Hal ini terjadi karena banyak dibelahan dunia kekerasan terjadi karena agama, juga sikap dan perilaku negatif di kehidupan sehari hari umat ber agama tersebut, maka mereka kecendrungan mengambil sikap…ach yang penting baik sama orang dan menebar cinta kasih, urusan Agama nanti saja dech.
Hmmmm…saudara mudaku, hidup itu tidak hanya sekedar baik atau cinta kasih, but more than that.
Ber perilaku baik dan cinta kasih, baru sebagian makna agama yaitu aspek ajaran moral / Akhlak.
Akan tetapi ada satu aspek yang tidak tersentuh dengan hanya sikap baik dan cinta kasih yaitu konsep ke Tuhanan / akidahnya, maka kenapa Agama itu hadir, sudahkah kita memaknainya dengan benar?”

Namun banyak juga umat yang katanya ber iman, akan tetapi sikap dan perilakunya justru mencederai keimanan yang di agungkannya tersebut !, maka sudahkah kita sadar diri ? “B-AMA

Saudaraku yang baik hatinya, lupakan agama, fokus pada tujuan
Banyak Saudara muda kita yang dateng ke saya dengan sangat gamblang mengatakan bingung sama agama dan bahkan mengatakan kecewa dengan agama yang dipeluknya.

Kecewa karena banyak perilaku yang dicontohkan oleh pemeluknya justru bersebrangan dengan konsep kasih sayang.
Namun di satu sisi mereka memeluk agama tertentu ya karena telah ditetapkan oleh orang tuanya.
Alhasil banyak yang agamanya sekedar di KTP atau bahkan melakukan wisata agama yaitu pindah pindah agama.

SIKAP DAN PERILAKU ADALAH OKNUM
Jika oknum kepolisian melakukan kesalahan apakah semua lembaga kepolisian bersalah?
Khan oknumnya bukan lembaganya.

Jika oknum umat agama tertentu melakuan kekerasan, itu oknumnya buka agamanya.

FOKUS PADA TUJUAN
Hadirnya suatu agama di peradaban manusia, dikarenakan suatu obat bagi penyakit kejiwaan manusia pada saat itu, juga masalah penyembahan bukan Tuhan hakiki kala itu.

Hadirnya Agama adalah untuk meluruskan akidah / kemurnian konsep ke Tuhanan.
Hadirnya Agama merupakan bentuk cinta kasih Sang Maha segalanya pada ciptaannya.
Hadirnya Agama, adalah satu bandling ajaran moral dengan konsep ke Tuhanan berikut sistem ritualnya.
Agama hadir adalah untuk menemukan jalan kembali pulang.

Maka jika bingung masalah Agama, fokus saja pada konsep ke Tuhanannya.

LOGIKA AGAMA
Setiap Agama mempunyai Tuhannya sendiri.
Yukk kita asumsikan semua Tuhan yang disebutkan masing masing Agama itu benar.
Nach akan banyak Tuhan diatas sana, ada Tuhan A dari Agama A, Tuhan B dari Agama B, Tuhan C dari Agama C…dstnya.
Kalau banyak Tuhan, lantas siapa yang menciptakan Tuhan Tuhan ini?
Dan bagaimana mereka ndak tabrakan otoritas?
Siapa yang paling mempunyai otoritas?

TUHAN HAKIKI
Laa illa ha illalah hu Allah hu Akbar,
Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

Dari Azbabun Nuzul (Sejarah turunnya suatu Surat) bahwa pada saat itu di jasirah Arab banyak Agama dan keyakinan yang mempunyai Tuhan ber beda beda.
Oleh karenanya para sahabat menanyakan ke Kanjeng Nabi, sebetulnya Tuhan mana yang dimaksud di Islam.
Maka turunlah surat Al Iklash.

Bismillahir rahmanir rahim
(Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha penyayang)
Qul huwallahu ahad
“Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa”
Alllahu Shomad
“Allah tempat meminta segala sesuatu”
Lam yalid walam yulad
“Allah, tidak beranak dan tidak diperanakkan”
wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
” Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”

Surat diatas adalah surat Al iklash Qs : 112.
Yaitu surat yang bermakna Memurnikan Keesaan Allah – The Purity of Faith.

Makna Esa adalah tunggal, satu, berarti Tuhan itu satu, ndak banyak dan yang satu itu namanya Allah.
Juga Allah bukan patung yg disembah.
Allah juga bukan matahari, pohon, dsbnya.
Allah tidak berbentuk tulisan Allah.
Allah juga bukan Ka’bah.
Allah tidak berwujud dan tidak ada satupun yang bisa menyerupainya.

Setiap Nabi dan Rasul yang benar, selalu membawa ajaran ke Ilahian yang berseri dan berkelanjutan satu sama lain sesuai dengan jamannya sambung menyambung, ndak ada yang bertabrakan atau terjadi perbedaan.

Setiap Nabi dan Rasul diberi tuntunan / obat yang sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita masyarakatnya kala itu.
Namun bahan baku obat nya khan sama, sumbernya juga sama.

TUJUAN MEMPENGARUHI CARA PEN CAPAIANNYA.
Maka Saudara mudaku.
Tuhan seperti apa yang kamu tuju?
Dan akan mewujud ke sistem dan tehnik ritual yang Anda gunakan.
Sehingga Tuhan Anda adalah fokus utama Anda kembali.
Oleh karenanya PASTIKAN TUHAN MODEL APA YANG ANDA TUJU?
Apakah Tuhan bentuk matahari?, pohon, patung, yang bisa beranak, dsbnya.

Kalau Tuhan saya jelas…seperti yang saya uraikan diatas yaitu “Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar”.
Dan Tuhan saya tidak beranak serta tidak diperanakkan.
Tidak ada satupun yang menyerupainya.

Dengan ke Tuhanan yang hakiki, maka kita beriman dan bertaqwa sesuai sasaran yang benar, lha kalau Tuhannya ndak tepat…maka kita ber iman dan bertakwa pada Tuhan yang ndak tepat, he..9x.. gimana toh zal zal?
Dan kalau Tuhannya ndak tepat, lantas Anda mau balik kemaneee?, mau nyangkut dimaneee?
Ati ati lho, setelah Anda pindah alam, nyesel ndak bisa balik dech….he..9x

MANIFESTASI KEIMANAN ADALAH SIKAP DAN PERILAKU NYATA DI KEHIDUPAN.
Nach setelah kita tahu sasaran kita, wujudkan dengan sikap dan perilaku nyata terhadap hubungan antar manusia dan alam.
Jangan kebalik.
Sebab kalau hanya hidup dengan cinta kasih, wach negatifpun juga menerapkan cinta kasih di levelnya.
Bukankah bahasa cinta kasih adalah universal…setan, jin, siluman dsbnya mengenal bahasa cinta di alam nya, namun Tuhannya khan beda.

Oleh karenanya masihkah kita hidup hanya bermodalkan cinta kasih dan perilaku yang baik?
Jika hanya itu lantas Anda mau pulang kemana?, ke Tuhan yang mana?

Dan bagi yang merasa sudah ber iman ke Tuhan Allah Sang Maha segalanya, wujudkan dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan sifat sifat Tuhan Allah bukan malah bertabrakan.

Katanya ber iman, namun kok masih saja emosi emosi negatif?, yang hobi marah..ya suka cita dengan sifat amarahnya, yang jutekan…ya jutekan, ngambekan…masih saja ngambekan, yang pencitraan masih saja heboh dengan pencitraan…susah memaafkan…masih saja sulit memaafkan….dsbnya penyakit penyakit hati lainnya.

Mau sampai kapan kita seperti itu?
Apakah dengan sikap dan perilaku seperti itu Anda bisa masuk gitu ke alam alam positif?
Apakah ngarep dibebaskan dan diselamatkan karena sudah di jalur Tuhan hakiki?
Lantas bentuk tanggung jawab Anda mana?
Dan bukankah hukum universal bekerja otomatis tidak melihat Agama apa Anda?
Renungkanlah….

Sejatinya Tuhan hakiki mempunyai azaz keadilan yang merata ke semua ciptaannya, disini ndak ada pilih kasih my friend.

Jadi jelas ya…ada hubungan sangat kuat antara konsep ke Tuhanan dengan sikap dan perilaku kita berikut semua sistem dan tehnik yang dijalankan.
Fokus pada konsep ke Tuhanan dulu baru sikap dan perilaku kita.

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership