Masalah yang bisa dibantu ?

28 Jan 2014

Human States Resonance Terapi bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah psikologis, kejiwaan dan faktor medis yang menggangu diri serta keluarga. Setiap masalah mempunyai kedalaman, kekerasan dan kekuatan yang berbeda sehingga berbeda pula cara penanganannya. True Self Terapis yang baik adalah True Self Terapis yang menguasai cukup banyak metode terapi dan mampu mengaplikasikan metode yang tepat kepada klien.

Di halaman ini, kami menjelaskan beberapa gangguan psikologis, kejiwaan dan masalah non medis yang sudah terbukti bisa disembuhkan atau diselesaikan atau paling tidak bisa diringankan dengan Human States Resonance Terapi. Untuk memudahkan Anda, kami bagi penjelasan kami dalam dua kategori, yaitu bedasarkan GEJALA gangguan psikologis dan bedasarkan NAMA gangguan psikologis serta kategori NON MEDIS.

Gejala masalah psikologis yang bisa dibantu denganHuman States Resonance Terapi:

  • Berhenti Merokok. Salah satu kebiasaan buruk yang paling banyak dilakukan adalah merokok. Untuk bisa berhenti merokok selamanya memang tidak mudah, tapi tetap bisa dilakukan apabila Anda punya keinginan. Dengan gabungan antara Ilmu psikologi dan resonansi jati diri punya kiat tertentu yang terbukti efektif untuk membantu berhenti merokok selamanya. Syaratnya adalah mempunyai kesadaran dan tekat bahwa Anda sendiri yang ingin berhenti merokok , bukan paksaan orang lain.
  • Bingung Menentukan Pilihan. Apabila kita dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidup kita yang mana pilihan itu saling bertentangan, maka sering membuat kita gamang dan stress serta tidak tahu harus berbuat apa. Kebingungan ini bisa berlangsung sebentar, kemudian kita mendapatkan jawaban setelah berpikir. Namun pada beberapa orang, kebingungan ini berlangsung begitu lama, sehingga membuat dia tambah stress. Human States Resonance Terapi menawarkan sebuah cara untuk memahami diri kita sendiri dari level sadar sampai bawah sadar serta resonansi jati diri, agar bisa menentukan pilihan yang terbaik untuk sekarang dan masa depan Anda.
  • Depresi. Depresi banyak dialami oleh kita. Gejala depresi antara lain perasaan sedih, murung, suka menyendiri, perasaan putus asa, tidak ada semangat, rasa malas, tidak bisa konsentrasi, perasaan lemah dan kadang disertai kecemasan serta gangguan tidur. Depresi dapat diselesaikan dengan gabungan psikologis dan resonansi jati diri.
  • Fobia. Ketakutan berlebihan terhadap suatu benda / binatang / situasi tertentu / suatu bayangan tertentu. Seorang yang menderita fobia bisa merasakan kecemasan atau ketakutan yang amat sangat apabila melihat sesuatu yang menjadi obyek fobianya. Dalam beberapa kasus, bahkan hanya melihat gambarnya saja (misalnya gambar ular) seseorang bisa ketakutan setengah mati bahkan alam kasus kasus tertentu malah tidak mau melakukan apa apa.
  • Frigiditas & Impotensi Karena Sebab Psikologis. Umum sering tidak memahami bahwa faktor ini kebanyakan timbul karena luka didalam diri yang belum tersembuhkan secara resonansi jati diri. Banyak kasus pasangan datang yang datang menemui kami dengan keluhan si suami mengalami impotensi atau si wanita menjadi dingin dalam hubungan seks.Namun setelah kami telusuri tehnik resonansi jati diri, akar penyebabnya sering kali adalah karena pernah terjadi pertengkaran yang sampai menimbulkan level kemarahan, kecewaan dan sakit hati yang begitu dalam dan hal ini masih terpendam. Secara kesadaran rasional bisa saja suami-istri sudah berdamai dan tidak pernah ribut lagi dan sudah saling memaafkan, namun memaafkannya masih di lapisan kesadaran rasional, belum meresap didalam sehingga “luka” yang sudah terlanjur kadang tidak bisa sembuh begitu saja. Bisa saja frigiditas disebabkan bukan masalah pertengkaran, namun karena masalah psikologis lainnya yang sering kali tidak disadari oleh penderita dan pasangannya.  Hal ini perlu ditangani dengan cara resonansi jati diri untuk betul – betul menyembuhkan luka tersebut atau inti masalahnya secara total.
  • Gangguan Bicara. Yang dimaksudkan disini adalah sebab psikologis, bukan cacat fisik bawaan dari sejak lahir.. gagap, sulit bicara dan kata-kata yang tidak lancar atau terselip pengucapannya. Penderita gangguan bicara biasanya hanya mengalami gangguan ketika dalam kondisi yang membuatnya tegang, sementara dia bisa bicara lancar ketika ngomong sendiri atau berbicara dengan orang yang membuatnya nyaman. Gangguan bicara biasanya berhubungan dengan kecemasan dan perasaan kurang percaya diri.
  • Gangguan Tidur. Pengertian gangguan tidur bisa berupa insomnia, seperti siklus tidur tidak teratur, tidur tidak pernah nyenyak, mudah terbangun, mimpi buruk, sering tindihan (tubuh kaku tidak bisa digerakkan padahal sadar) atau malah penyakit tidur berlebihan dan tidak mampu menahan rasa kantuk.
  • Halusinasi. jika kita sering melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak nyata, maka itu pertanda kita mengalami gangguan psikologis dan energi jati diri kita. Keadaan tersebut bisa terpicu oleh stress, trauma, depresi atau muncul tanpa sebab yang jelas. Gangguan ini bisa merupakan “penyakit pikiran” dikarenakan resonansi negatif yang ada didalam diri ataupun gangguan resonansi dari luar diri.
  • Kebiasaan Buruk / kebiasaan negatif. Sering dilapangan kehidupan kita melihat bahwa banyak orang menyerah dengan kebiasaan buruknya karena mengira kebiasaan buruknya tidak bisa diubah. Mungkin kita pun sudah mencoba menghentikan kebiasaan buruk dengan cara kita sendiri dan gagal. Untungnya sekarang hadir Human States Resonance Terapi dengan kombinasi pendekatan psikologis dan resonansi jati diri mempunyai tehnik yang efektif dan efisien untuk mengubah kebiasaan buruk, yang mana cara ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas karena merupakan bagian dari Human States Resonance Terapi. Apapun kebiasaan buruk Anda, selama Anda masih ada keinginan untuk berubah, maka Anda bisa berubah total. Human States Resonance Terapi akan membantu Anda berubah dengan lebih mudah dan lebih cepat.
  • Kecemasan Berlebihan. Kecemasan yang timbul dengan sekala diatas kewajaran itu tidak normal. Seperti mudah cemas hanya karena masalah-masalah kecil. Kecemasan berlebihan terhadap segala hal. Jika memiliki anak, maka terlalu protektif dalam mengasuh anak. Karena kecemasan berlebihan, maka biasanya disertai dengan sering sakit kepala, sakit leher dan tekanan darah naik serta ketidak tenangan jiwa. Orang yang mengalami kecemasan biasanya juga menderita hipertensi, maag dan IBS (Irritable Bowel Sindrom). Hal ini dapat terselesaikan dengan baik melalui Human States Resonance Terapi.
  • Kemalasan & Kebiasaan Menunda. Banyak yang tidak menyadari bahwa faktor ini adalah masalah psikologis dan resonansi jati diri. Anda mungkin orang yang ingin sukses dan lebih maju dalam segala bidang kehidupan. Anda juga punya cita-cita dan rencana besar dalam hidupnya. Namun entah mengapa, setiap kali Anda mencoba untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi diri Anda, muncul perasaan malas yang luar biasa dan kemudian Anda menunda-nunda. Banyak kesempatan Anda lewatkan hanya karena kemalasan dan penundaan. Kemalasan dan kebiasaan menunda bisa diatasi dengan gabungan antara Human States Resonance Terapi dan resonansi hipnoterapi.
  • Ketegangan. Sering kita menjumpai orang yang sulit rileks dalam kesehariannya, ia senantiasa tegang. Seolah-olah, tegang adalah sifatnya. Padahal itu ketegangan hanyalah kebiasaan yang bisa diubah. Human States Resonance Terapi menawarkan kemampuan untuk relaksasi yang mendalam, baik secara fisik dan mental.
  • Ketergantungan / Kecanduan. Dikarenakan pola perilaku yang diulang-ulang disertai motivasi emosional, seseorang tanpa sadar bisa menjadi ketergantungan atau kecanduan terhadap sesuatu. Misalnya kecanduan coklat, kecanduan permen, kecanduan kopi, kecanduan minuman cola, kecanduan berjudi, kecanduan belanja yang tidak penting, kecanduan makan makanan yang tidak wajar dan kecanduan yang lainnya. Human States Resonance Terapi bisa membantu menangani berbagai macam kecanduan. Namun khusus untuk kecanduan narkotika, perlu penanganan khusus serta terintegrasi karena yang ketergantungan bukan pikirannya saja, tapi memang tubuh yang sudah ketergantungan.
  • Konflik Diri. Sering dalam hidup kita mengalami kebingungan pada diri sendiri dalam menentukan sikap atau mengambil keputusan. Keraguan mengenai berbagai macam pilihan hidup yang akan diambil. Sulit maju karena sering ada pertentangan dalam diri. Seolah-olah dalam dirinya ada beberapa “suara” yang saling bertentangan satu sama lainnya. Ketidak nyamanan dalam diri yang timbul dikarenakan banyak pertentangan dalam diri ini harus segera dimusnahkan dikarenakan akan menghambat pencapaian sukses dalam diri. Untuk menghilangkan konflik diri memerlukan sarat dominasi keharmonisan jati diri minimal di 300%, sedangkan rata – rata manusia ada di 80%. Konflik diri sangat dapat di normalisasi dengan Human State Resonance Terapi.
  • Luka Batin. Luka batin tu tidak tampak, tidak seperti luka di fisik. Luka batin timbul karena pengalaman pahit dengan orang lain misalnya pasangan selingkuh atau dikhianati teman, ditipu kolega, dicaci, pertengkaran atau pengalaman pahit lain yang menimbulkan luka batin. Ciri adanya luka batin adalah ketika kita mengingat orang atau peristiwa, maka masih muncul perasaan marah, dendam, sebel, kecewa, sakit, atau perasaan tidak tenang. Luka batin mempunyai power dan kekerasan yang berbeda antara satu kasus dengan kasus lainnya. Luka batin yang berakumulasi membentuk rintangan hidup dan mengganjal peningkatan kualitas jati diri seseorang ke tingkat yang lebih baik. Luka batin hanya bisa disembuhkan dengan forgiveness yang mempunyai kesadaran yang tulus. Banyak tehnik untuk membersihkan luka batin ini, diantaranya movie tehnik, forgiveness resonance, loving resonance dll. Efektifitas pembersihan luka batin ini hanya dapat diwujudkan apabila power jati diri klien di tingkatkan minimal 1200%, sedangkan rata – rata power jati diri manusia di 80%. Perlunya peningkatan power jati diri di tingkat tertentu mengingat tingkat kekuatan dan kekerasan luka batin tersebut ber beda satu sama lain.
  • Menghilangkan Pikiran Negatif. Pikiran negatif selalu timbul pada diri setiap orang. Pikiran negatif timbul dari kecemasan dan was was terhadap kejadian masa depan. Beberapa orang ingin maju dalam hidup, tapi ketika dia mau melangkah maju, selalu muncul pikiran-pikiran negatif yang membuatnya takut untuk melangkah maju. Dengan Human State Resonance Terapi, pola pikiran bisa diubah sehingga seseorang punya pikiran yang lebih positif.
  • Migraine. Dari hasil penelitian seorang dokter, sekitar 80% penderita migrain yang sering kambuh disebabkan oleh otak yang overload karena tidak mampu menangani beban pikiran yang mendera. Human State Resonance Terapi bisa membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuan pikirannya dalam menerima beban, sehingga otak kita bisa bekerja lebih efektif tanpa menimbulkan rasa sakit seperti migrain, sakit leher dan sakit kepala. Migrain yangber ulang bisa dihilangkan dengan peningkatan keharmonisan jati diri seseorang minimal di 700%.
  • Paranoid. Paranoid berbeda dengan pikiran negatif. Paranoid merupakan berulangnya perasaan cemas dan takut yang tidak rasional. Merasa selalu diawasi oleh seseorang yang berniat mencelakai. Merasa tidak aman berada di tempat umum karena takut ada orang yang akan menyakiti atau membunuh. Dalam benak penderita selalu muncul pikiran-pikiran negatif atau terbayang kejadian buruk yang mungkin bisa terjadi padanya. Paranoid terjadi oleh dua hal yakni adanya resonansi negatif dalam diri dan keseimbangan jiwa dalam diri yang rendah. Keseimbangan jiwa minimal harus di 300%, sedangkan rata – rata manusia ada di 30%.
  • Perilaku Obsesif Kompulsif. Gejalanya berupa adanya dorongan untuk melakukan sesuatu secara berulang, apabila dorongan itu tidak dituruti, maka timbullah perasan cemas atau tidak tenang. Setiap penderita biasanya punya obsesi yang berbeda-beda, diantaranya: Obsesi akan kebersihan, Takut terkena penyakit, Obsesi harus rapi, Obsesi untuk bersuci dari najis, Mengulang-ulang wudlu dan salat karena merasa batal, Memeriksa kunci pintu berulang-ulang, Mengecek kompor gas berkali-kali, Obsesi akan penampilan sempurna dan sebagainya. Perilaku ini karena rendahnya keharmonisan jati diri penderita. Hal ini bisa dihilangkan dnegan ditingkatkan keharmonisan jati diri nya minimal di 700%.
  • Psikosomatis. Jika Anda merasakan adanya suatu penyakit di tubuh Anda, tapi setelah diperiksa oleh dokter atau laboratorium tidak menemukan penyebabnya, maka penyakit Anda disebut psikosomatis. Penyebab dari sakit yang Anda derita sebenarnya ada 2 hal pokok yaitu dari pikiran Anda atau adanya resonansi negatif dari luar diri yang sudah mengganggu sampai di level fisik tubuh.
  • Sakit Hati. Sebagian besar sakit hati timbul dari masalah percintaan. Hidup menjadi tidak tenang karena masalah cinta, putus cinta, pasangan selingkuh, perceraian, penghianatan dan sebagainya. Umumnya sakit hati bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Namun sebagian sakit hati berlanjut selama bertahun-tahun sehingga menghambat kemajuan hidup. Sakit hati adalah resonansi negatif. Sakit hati yang berkepanjangan membentuk chip negatif. Dan chip negatif ini mempunyai power serta kekerasan sesuai dengan tingkat sakit hati yang dipelihara. Chip negatif yang timbul dari sakit hati membentuk rintangan dalam diri, menjatuhkan kualitas jati diri seseorang serta membentuk rintangan hidup. Dalam hal ini Human State Resonance Terapi bisa membantu menyembuhkan sakit hati dengan sangat cepat.
  • Serangan Panik. Apabila berada di keramaian atau tempat umum, sering mengalami perasaan panik, sempoyongan, pusing, berputar, jantung berdebar, cemas, takut, nafas tersengat-sengal, berkeringat dan merasa seperti mau pingsan atau seolah-olah terjadi serangan jantung. Kondisi ini dikarenakan adanya gangguan resonansi negatif dan kondisi keharmonisan jati diri seseorang. Serangan panik yang sering bisa diselesaikan melalui Human State Resonance Terapi.
  • Stress. Stress bisa menghinggapi siapa saja. Stress terjadi dikarenakan masalah pribadi dan beban pekerjaan . Ciri-ciri Anda menderita stress adalah mood tidak stabil, emosional, mudah tersinggung, susah konsentrasi, susah berpikir jernih, pikiran kacau, perasaan tidak nyaman, sakit kepala, ketegangan tubuh, ketegangan pikiran dan perasaan muak terhadap pekerjaan atau orang lain. Beberapa orang yang mengalami stress melampiaskannya dengan banyak makan, minum alkohol atau hal-hal kurang baik lainnya. Stress hanya bisa diselesaikan selain ditingkatkannya kualitas kecerdasan emosi penderita juga dengan ditingkatkan Power Jati diri penderita minimal 500% dan keharmonisan jati dirinya minimal 700%.
  • Suka Sesama Jenis. Masalah ini memang unik. Dalam dunia psikologi, homoseks, gay atau lesbian hanya dianggap sebagai masalah apabila orang yang mengalaminya tidak menerima keadaan dirinya. Sedangkan dalam dunia resonansi jati diri kondisi ini macam – macam penyebabnyadiantaranya dikarenakan sebab dari evolusi sebelumnya maupun dikarenakan sebab kehidupan sekarang. Apabila yang bersangkutan bisa menerima kondisinya, maka tidak dibutuhkan terapi apapun. Nanum bagi yang ingin berubah, psikoterapi memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengubah pola pikiran, pola perasaan dan pola nafsu yang menyebabkan Anda menjadi homoseks atau lesbian. Syaratnya adalah Anda memang ingin berubah atas keinginan Anda sendiri, bukan karena paksaan keluarga.
  • Takut Berbicara Di Depan Umum. Berbicara di depan umum adalah suatu kondisi yangberbeda jka kita berbicara didepan per orangan atau kelompok terbatas. Banyak dari kita meskipun sudah latihan pidato atau presentasi dengan baik, tiba-tiba mulut menjadi kaku, suara terbata-bata, nafas tersengal, jantung berdebar, keringat keluar, tubuh bergetar dan mungkin disertai mulas serta tubuh menjadi panas, itu adalah gejala demam panggung yang merupakan manifestasi dari rasa takut berbicara di depan umum. Kondisi ini bisa dihilangkan dnegan meningkatkan keharmonisan dan power jati diri penderita.
  • Tidak Bisa Mengendalikan Diri. Pengendalian diri adalah faktor penting dalam menghadapi masalah kehidupan. Banyak orang menyadari dirinya punya sifat mudah marah, mudah tersinggung dan sulit mengendalikan amarah. Ketika marahnya meledak, dia bisa melakukan sesuatu yang sangat kasar kepada orang lain atau keluarganya. Namun beberapa saat kemudian dia menyesalinya, bahkan sampai menangis karena perbuatannya. Namun di lain waktu, dia bisa emosional lagi. Untuk masalah ini solusinya adalah dengan peningkatakn kontrolmkesadara diri minimal di 700% dan keharmonisan jati diri minimal di 700% juga.
  • Tidak Percaya Diri. Tidak percaya diri merupakan sindrom yang bisa menghinggapi siapapun. Kurang kepercayaan bisa muncul dalam segala bidang, termasuk diantaranya tidak percaya diri dalam membuat keputusan, tidak percaya diri dalam bertindak, kurang keberanian, merasa minder, merasa tidak berharga,  merasa lemah, harga diri rendah atau tidak berani melakukan sesuatu yang beresiko. Termasuk tidak berani menyatakan cinta atau mendekati orang yang disukainya secara terang-terangan. Tahukah Anda, dunia ini adalah milik orang yang percaya diri. Jika Anda percaya diri, maka Anda punya lebih banyak kesempatan untuk sukses dalam segala hal. Gejala ini salah satu penyebabnya adalah  cara pandang diri terhadap suatu masalah atau kehidupan. Gejala ini bia diselesaikan dengan pengembangan kecerdasan emosi berikut ditingkatkan kualitas jati diri penderita berikut power jati dirinya.
  • Trauma. Faktor Traumatik timbul dikarenakan pengalaman yang mengguncang jiwa seseorang. Seperti pernah mengalami  kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, diancam mau dibunuh, tersangkut kasus hukum dan sebagainya. Seorang yang menderita trauma masih sering teringat dengan kejadian yang pernah menimpanya, walaupun kejadian itu sudah berlangsung puluhan tahun silam. Faktor trauma ini juga menyentuh di kehidupan cinta.

Masalah ini juga sering dialami wanita atau pria muda. Gejalanya adalah selalu teringat dengan mantan kekasih yang telah meninggalkannya, perasaan dendam yang mendalam, enggan untuk menjalin hubungan dengan orang baru, takut jatuh cinta, takut patah hati lagi, pendiam, suka melamun, perasaan putus asa dan emosinya naik ketika orang lain menyinggung soal orang yang pernah menyakiti hatinya.

Masalah Trauma apabila tidak disembuhkan, maka penderitaan akan terus berlangsung. Faktor traumatik yang belum tersembuhkan membentuk masalah tersendiri didalam jiwa seseorang dan hal ini menghambat peningkatan kualitas jati dirinya menjadi lebih baik.

Nama gangguan psikologis yang bisa dibantu dengan Human State Resonance Terapi:

  1. Acute Stress Disorder | Gangguan stres akut
  2. Agoraphobia | Takut pada ruang terbuka
  3. Adjustment Disorder | Ketidakmampuan menyesuaikan diri
  4. Anxiety Due To A Physical Disorder | Kecemasan karena penyakit fisik
  5. Anxiety Neuroses | Kecemasan neurosis
  6. Anxiety Lepidopterophobia | Takut pada kupu-kupu
  7. Antisocial Personality | Kepribadian antisosial
  8. Anorexia Nervosa | Takut gemuk, tubuh kurus
  9. Anxiety Disorder | Sering cemas tanpa sebab
  10. Avoidant Personality | Kepribadian tertutup, tidak suka bersosialisasi
  11. Aphonia | Kehilangan kemampuan bicara
  12. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) | Hiperaktif dan gangguan konsentrasi
  13. Bipolar Disorder | Emosi yang tidak stabil, berubah-ubah antara gembira dan depresi.
  14. Binge Eating Disorder | Suka makan berlebihan tanpa kontrol
  15. Bulimia Nervosa | Tidak mau gemuk, setelah makan kemudian dimuntahkan
  16. Conversion Disorder | Masalah psikologis yang muncul dalam bentuk penyakit fisik
  17. Cognitive Disorders | Gangguan kognitif
  18. Compulsive Eating Disorder | Dorongan makan berlebihan
  19. Cyclothymic Disorder | Gangguan mood, gampang berubah suasana hati.
  20. Communication Disorder | Gangguan komunikasi
  21. Depression | Depresi, sedih, putus asa
  22. Dependent Personality Disorder | Tidak bisa mandiri, selalu bergantung kepada orang lain
  23. Dissociative Amnesia | Kelupaan disosiatif
  24. Dissociative Fugue | Kelupaan sebagaian pengalaman hidup
  25. Delusional Disorder | Gangguan delusi, meyakini sesuatu yang tidak benar
  26. Dissociative Disorder | Gangguan disosiatif
  27. Dissociative Identity Disorder | Gangguan identitas disosiatif
  28. Dyspareunia | Nyeri ketika hubungan seksual yang tidak disebabkan penyakit fisik.
  29. Dyslexia | Kesulitan memahami bahasa tulisan
  30. Eating Disorder | Masalah makan dan nafsu makan
  31. Female Orgasmic Disorder | Kesulitan orgasme pada wanita
  32. Generalized Anxiety Disorder | Gangguan cemas menyeluruh
  33. Gender Identity Disorder | Masalah identitas kelamin
  34. Hypochondriasis | Meyakini menderita suatu penyakit, padahal uji medis menyatakan sehat
  35. Hypoactive Sexual Desire Disorder | Kehilangan gairah seksual
  36. Hypersomnia | Banyak tidur, mudah tertidur, tidak bisa menahan kantuk
  37. Hysterical Neurosis | Histeria neurosis, gejala histeris seperti kesurupan
  38. Learning Disorders | Kesulitan belajar
  39. Male Erectile Disorder | Ketidakmampuan ereksi atau impotensi
  40. Male Orgasmic Disorder | Kesulitan orgasme atau ejakulasi pada pria
  41. Narcissistic Personality | Kepribadian narsistik, merasa dirinya penting
  42. Neurasthenia | Perasaan penat yang sangat parah
  43. Obsessive Compulsive Disorder (OCD) | Adanya dorongan melakukan sesuatu secara berulang-ulang
  44. Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OCPD) | Gangguan kepribadian obsesif kompulsif
  45. Obesity | Kegemukan, ketidakmampuan mengontrol berat badan sendiri
  46. Pain Disorder | Rasa nyeri yang tidak ada sebab medis
  47. Panic Disorder | Sering panik, mau pingsan, seperti mau terkena serangan jantung
  48. Panic Disorder With Agoraphobia | Serangan panik ketika berada di tempat terbuka atau ketika keluar dari rumah
  49. Phobic Disorders | Fobia, rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar
  50. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) | Gangguan stress yang muncul setelah mengalami peristiwa yang mengguncang jiwa
  51. Postpartum Depression | Depresi setelah melahirkan
  52. Postpartum Psychosis | Gangguan mental setelah melahirkan
  53. Paranoid | Dihantui oleh rasa kaut, merasa akan dicelakai oleh seseorang
  54. Personality Disorder | Gangguan kepribadian
  55. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) | Gangguan kesehatan fisik dan mental pada masa menstruasi
  56. Psychasthenia | Kombinasi antara fobia dan obsesif kompulsif
  57. Psychosomatic Disorder | Gangguan psikologis yang muncul dalam bentuk gangguan fisik
  58. Sexual Dysfunctions | Ketidakmampuan melakukan hubungan seksual
  59. Sexual Aversion Disorder | Benci dengan hubungan seksual
  60. Sleeping Disorder | Gangguan tidur, susah tidur, insomnia, mimpi buruk
  61. Social Anxiety Disorder | Kecemasan akan situasi sosial
  62. Social Phobia | Takut dengan tempat umum yang banyak orang
  63. Somatization Disorder | Penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan pikiran, masalah perasaan atau stress.
  64. Schizoid Personality | Suka menyendiri dan berfantasi
  65. Tourette’s Syndrome | Sering mengeluarkan suara pekikan atau siulan tanpa kendali
  66. Trauma Disorders | Gangguan Trauma

Faktor Non Medis yang dapat diselesaikan dengan Human State Resonance Terapi :

  • Kiriman resonansi negatif dari pihak luar atau adanya keterlibatan dengan alam. Secara tradisional resonansi negatif ini bisa juga disebut sebagai energi kegelapan atau dilihat dari maamnya seperti Santet, teluh, Guna—guna, voodo, Sihir, Pelet, Gendam, leak, ilmu hitam lainnya.
  • Penyelesaian masalah tidak wajar, seperti mengalami kecelakaan beruntun yang tidak wajar, kematian berturut—turut secara tidak wajar diantara anggota keluarga, mengalami sakit aneh setelah melewati suatu tempat / lokasi, mengalami sakit aneh dan tampak seperti orang gila, selalu bermimpi buruk berualng—ulang, kutukan, tumbal pesugihan, salah belajar, ilmu warisan, dll.
  • Membersihkan garis takdir negatif
  • Mebersihkan rintangan yang berasal dari pohon keluarga
  • Mengembalikan jalur kehidupan ke garis takdir positif dan melampauinya.
  • Pembersihan suatu tempat dari energi negatif / angker seperti rumah, gedung, sekolah, suatu wilayah tertentu, termasuk pemindahan suatu konsentrasi energi negatif (kerajaan mahluk halus) dalam jumlah besar pada suatu lokasi tertentu yang dapat membawa akibat negatif pada kehidupan manusia yang berada disekitar lokasi tersebut.