MENAKAR ENERGI ILAHI (DIVINE ENERGY)

30 Jan 2014

Ke Dahsyatan hari ini "MENAKAR ENERGI ILAHI"
(Apakah betul energi yang selama ini kita gunakan adalah energi 
Ilahi ? )

Quotes of the day “Sejatinya energi Ilahi bukan hanya energi positif. Energi Ilahi adalah energi positif yang sudah masuk kuadran alam ke Agungan. Energi Ilahi ber lapis lapis dan bertingkat, makin tinggi kualitas energi Ilahi, makin berat persyaratan untuk dapat sama dengan frekuensinya, kitalah yang menyesuaikan ke energi Ilahi tersebut bukan sebaliknya” B-SAMA

Tulisan ini saya buat dikarenakan banyak permintaan dari para sahabat agar saya menulis mengenai energi Ilahi dari perspektif kecerdasan resonansi jati diri. Mengingat saat ini telah maraknya suatu metode menarik energi Ilahi semudah mengambil batu di jalanan.

Kecerdasan resonansi jati diri adalah suatu kecerdasan yang membaca resonansi (getaran dan gelombang) suatu energi.Kecerdasan ini memahami bahwa semua kehidupan adalah energi, termasuk kita. Dan setiap energi mempunyai jati diri. Nach jati diri ini mempunyai database seperti perpustakaan yang bisa dibaca dan menghasilkan suatu informasi.

Sejalan penelitian Fisika Quantum terakhir bahwa resonansi ini bisa dibaca namun masih dalam bentuk terkode. Nach harus ada engine yang bisa meng unkode kode – kode ini sehingga menghasilkan informasi. Maka dengan kecerdasan resonansi jati diri inilah semuanya bisa dibuka.

HUKUM UNIVERSAL : TARIK – MENARIK

Kita paham bahwa salah satu hukum universal adalah Hukum Tarik menarik. Kita akan menarik apa – apa dalam kehidupan ini yang satu frekuensi dengan kita. Misal bagi orang yang suka bersih, pasti selalu tampil dengan baju bersih, rumah bersih, datang ke rumah makan yang bersih, ruang tempat tidur yang bersih dan sebagainya. Memilih teman juga seperti itu, ndak mungkin memilih teman yang kotor, dekil dan sebagainya.

Begitu pula seseorang yang selalu berusaha membersihkan jiwanya, maka akan memilih teman atau kerabat yang jangan sampai mencederai kebeningan jiwanya.

Bagaimana dengan energi ? Energi juga hukum tarik menarik.Ndak mungkin energi positif mau bergabung dengan energi negatif.  Dikarenakan manusia adalah mahluk energi, jangankan tubuh fisik kita yang digolongkan ebagai energi yang memadat, bukan kah pikiran, perasan itu adalah energi ?, maka bagaimana manusia tersebut bisa menarik energi positif jika didalam jiwanya, di kehidupan nyata sikap dan perilaku serta karakternya masih mudah marah, sebel, jutekan, benci, dendam dan segala bentuk penyakit hati !

SEGALA ENERGI MEMPUNYAI RESONANSI

Pernah saya berkomunikasi dengan beberapa responden praktisi beberapa keilmuan tertentu baik luar negeri maupun dalam negeri yang mengklaim menarik energi Ilahi. Ketika saya tanya kenapa energi yang ditarik tersebut disebut energi Ilahi ?, secara umum mengatakan “ya karena energi tersebut bisa menyembuhkan atau bisa membuat hati damai atau bisa menenangkan diri kita !”….walah jika definisi terbatas seperti itu… jangankan energi positif (yang masih dibawah kelas energi Ilahi) , energi negatif juga bisa !

Lha kok begitu ?  Iya begini ya, semua energi sekali lagi mempunyai resonansi, dan resonansi mempunyai kandungan. Perlu dipahami bahwa energi negatif pun mempunyai rata – rata kandungan energi positif (31%) dan kandungan energi negatif (69%) serta getaran tertingginya sekitar 80.000 / detik.

Bagaimana energi negatif bisa membuat diri nyaman, damai dan tenang ?

Khan ada kandungan positifnya sebesar 31% tersebut !, dan bukankah rasa damai, tenang dsbnya juga ber lapis lapis. Maka makin tinggi kualitas suatu energi makin hebat efeknya untuk membuat rasa damai, tenang dsbnya itu.

Bandingkan dengan energi positif murni paling rendah dengan kandungan 100% positif dan kandungan negatif 0% ?, bandingkan dengan tingkat diatasnya lagi yang kandungan positifnya 130%, 280%..3000% dstnya.

Lha bagaimana untuk menjawab bahwa energi tersebut juga bisa menyembuhkan yang kena santet atau penyakit !

He..7x khan perang sesama energi negatif bisa.

Gini …misal energi yang menyantet getarannya 40 ribu / detik, kemudian disembuhkan dengan seseorang yang dia yakini energi Ilahi, namun sebetulnya bukan dan masih dalam kategori energi negatif, cuma getarannya lebih tinggi…katakanlah 70 ribu / detik…ya pasti sembuh, khan kalah getarannya..dan otomatis digantikan dengan energi tersebut !, namun tetap energi negatif. Jadi masalah yang berasal dari energi negatif dimungkinkan bisa diselesaikan dengan energi yang berbahan baku negatif.

Cukup jelas ya ?  Wach kok jadi bingung ya ? He..7x ndak usah bingung…gini saja dech sederhananya, jika diri ini masih ada emosi negatif dan penyakit hati…maka mustahil energi yang mereka gunakan adalah energi Ilahi.

Ini rumus utama !, ndak mungkin suatu energi murni positif apalagi energi Ilahi yang sudah masuk alam ke Agungan mau dengan orang yang didalam dirinya masih mengandung resonansi negatif !

Tapi khan gampang nariknya energi Ilahi tersebut….ya gitu dech..seperti ambil batu di jalanan ya ?, gratis khan ?, syaratnya enteng…tinggal niat…narik dueech..ndak repot !, ndak perlu ada perjuangan sama sekali bukan ?…khan enak ?

Hati – hati ya, kita harus mempunyai filter dalam menarik energi…dan kriteria filternya juga harus ketat. Juga perlu dipahami bahwa energi negatif itu sangat pakar mengkopi diri, sehingga nampak sebagai energi positif. Maka untuk memfilternya, yang dibaca getarannya, jika dibaca getarannya maka kelihatan dech keasliannya !

THE PURE DIVINE ENERGY / ENERGI ILAHI YANG MURNI

Sebelum membahas lebih dalam, perlu sepakat dulu bahwa semua energi itu mempunyai karakteristik jati diri yang jelas. Dan perlu dibedakan antara energi alam dengan energi Ilahi. Energi alam terdiri dari dua tipe energi :

(1) Energi negatif, seperti yang dituangkan diatas bahwa kandungan energi positifnya (31%) dan negatifnya (69%) serta getarannya paling tinggi 80.000 / detik, bahkan saya menemukan baru – baru saja ada yang 90.000 / detik. Padahal alamiahnya paling tinggi 80.000 / detik, hal ini terjadi karena banyak sekali komunitas manusia yang menariknya sehingga getaranya meningkat, namun kandungannya masih sama.

(2) Energi positif, kandungan energi positifnya mulai dari 100% s/d 880%, kandungan  energi negatifnya 0%. Sedangkan getarannya mulai dari 100 ribu / detik s/d 700 ribu / detik.

Energi Ilahi

Energi Ilahi pasti energi positif dan energi positif belum tentu energi Ilahi. Energi positif tertinggi itu menempati alam kejayaan (Oracle). Energi Ilahi terendah menempati dari alam kemulyaan (diatas alam kejayaan), kemudian alam ke Agungan, yang semuanya ini ber saf – saf dan ber lapis lapis.

Energi Ilahi ada didalam diri setiap manusia mulai dari lapisan diri manusia Human Mantle Core ring 3, s/d yang intinya di Human Inner Core.  Energi Ilahi adalah bagian dari percikan cahaya Ilahi yang ada didalam diri setiap manusia. Getaran energi Ilahi terendah mulai dari 800 ribu / detik.

Sedangkan energi Ilahi yang telah menempati alam ke Agungan getarannya mulai dari 20 juta / detik. Energi yang yang sudah di alam ke Agungan sudah tidak ada bentuk, tidak mempunyai aura dikenal hanya dari getarannya saja.

Energi Ilahi asli tidak akan pernah aktif sepanjang manusia yang bersangkutan

(1) Mempunyai emosi negatif dan penyakit hati 
(2) Masih bermain dengan energi alam yang tergolong kelas energi 
    negatif 
(3) Didalam diri masih didominasi energi negatif.
Jadi :
* ENERGI ILAHI BUKAN ENERGI ALAM, ATAU ENERGI ALAM YANG 
DIMASUKKAN KE DALAM DIRI !. 
* ENERGI ILAHI ADALAH BAGIAN DARI PERCIKAN CAHAYA ILAHI YANG 
SUDAH ADA DIDALAM DIRI MANUSIA KETIKA RUH PERTAMA KALI 
DICIPTAKAN !
* ENERGI ILAHI TERENDAH MEMPUNYAI GETARAN 20 JUTA / DETIK.
* ENERGI ILAHI TERENDAH MEMPUNYAI KANDUNGAN ENERGI POSITIF 
   40.000 %

KEBENARAN KOLEKTIF

Lha tapi khan ada suatu metode yang merupakan produk dari luar negeri itu sudah banyak lho yang makai, caranya mudah, simple , ndak ribet, syaratnya cuman buka sana…buka sini beres dech tinggal narik energi Ilahi !, buktinya banyak khan pengikutnya ?

Gini ….bukankah pernah dalam suatu masa, suatu kebenaran kolektif di abad pertengahan diyakini bahwa bumi itu datar ?, bukankah yang mengatakan bahwa bumi itu bulat …justru malah dituduh tukang sihir kemudian digantung..dibakar oleh otoritas pemerintah pada saat itu !

Nach dari ilustrasi itu apakah kita masih yakin bahwa kebenaran kolektif itu adalah kebenaran hakiki ?

STANDAR POKOK

Segala sesuatu tidak mungkin bertabrakan dengan kriterianya. Misal mobil dengan 3000cc ndak mungkin menggunakan bahan bakar dengan bensin biasa, dipaksakan pun akan “ngelitik”, ndak nendang….bahasa umum di mobil.

Seorang pilot pesawat terbang komersil ndak mungkin langsung bisa diijinkan menerbangkan pesawat tempur meskipun mulai dari kelas F16.

Seorang kapten kapal selam kelas kilo (kapal selam medium range – jarak sedang) tidak mungkin diijinkan membawa atau menjadi nahkoda kapal selam kelas Typhoon  (untuk perang rudal, kelas berat).

Begitu pula kapten kapal perang biasa belum tentu diijinkan untuk menjadi nahkoda di kapal induk. Kapal induk pun ber kelas – kelas, dimana kapten kapal untuk kapal induk kelas biasa, belum boleh menjadi nahkoda kapal induk yang kelas berat.

Semuanya itu ada prasyaratnya, semuanya ada kriterianya, semuanya diperlukan jam terbang dan lulus dalam kriteria tertentu. Apa jadinya jika cara memilih kapten kapal selam semudah ambil batu dijalanan ?

Inilah contoh di  kehidupan teknologi kehidupan rasional, kenapa di kehidupan spiritual kita memudahkan begitu saja ?, ya akibatnya dapat yang sekelas seperti ambil batu dijalanan !

Untuk ke sekian kalinya, hati – hati… jangan fokus dengan manfaat energi tersebut atau kemudahan prosesnya, fokus dan teliti bahan bakunya. Dan untuk meneliti bahan bakunya ..yaa jangan memakai refrensi di keilmuan yang sama dong…ya sama juga bo ong atuuuch.

Prasyarat setiap tingkat kehidupan itu berbeda, begitu pula kualitas spiritual seseorang dan prasyarat menarik tingkatan energi, menarik energi yang lebih tinggi ya prasyaratnya lebih berat.

Jika semuanya sama, lantas nilai daya juangnya dimana ?, nilai kehebatannya dimana ?

Contoh bagi yang muslim, apakah sama daya juang orang yang puasa ramadhan dengan yang tidak puasa ?, maukah yang berhasil puasa dari hari pertama sampai akhir bulan, disamakan daya juangnya dengan mereka yang bolong – bolong puasanya atau mereka yang total ndak puasa sama sekali ?

Mari kita renungkan bersama, jadi selama ini energi Ilahi yang kita gunakan energi Ilahi yang mana donk ?…aaach pusing ach…yang penting syaratnya gampang, mudah…ndak ribet dan mempunyai manfaat…ya monggo…itulah yang kita dapatkan ! Nilai kehebatan suatu perjuangan itu menunjukkan kualitas yang diperjuangkan, bukankah kualitas bahan baku dan kualitas manfaat tidak berbanding lurus ?

Dan nilai kriteria yang semakin berat, itu menunjukkan kualitas yang di kriteriakan tersebut ! Semuanya kembali dari integritas diri dan semuanya sesuai dari ketangguhan diri maka disitulah kita ditemukan berlabuhnya, bukankah begitu ?

SALAM KASIH DAN KEDAHSYATAN HIDUP
To Love To Care To Give
Navigator Eksekutif
Imperium Garda Keagungan Hidup