Mengenal Profesi True Self Terapis

22 Jan 2014

Artikel ini kami tulis untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul dari para pengunjung website. Pertanyaan itu adalah: “Apa itu True Self Terapis? dan Apa bedanya True self terapis dengan Psikoterapis,Psikolog dan Psikiater?”. Untuk menjawap pertanyaan tersebut, maka kami mulai dari definisinya terlebih dahulu.

DEFINISI

True Self terapis adalah seseorang yang melakukan terapi untuk mengatasi gangguan mental, kejiwaan dan membantu menetralisir rintangan hidup seseorang serta mengembalikan kualitas asli jati diri pribadi tersebut dengan metode resonansi jati diri yang sesuai dengan prinsip kecerdasan resonansi jati diri.

Kegiatan seorang True Self  terapis adalah menyembuhkan gangguan pikiran, mengatasi masalah perasaan, mengubah perilaku, merenovasi kepribadian, membantu perkembangan diri seseorang, dan memperbaiki hubungan satu orang dengan orang lainnya.

Juga menganalisis beban rintangan didalam diri dan diluar  diri dalam bentuk energi serta menganalisis frekuensi kualitas alam jati diri yang mendominasi pasien dan hal – hal lainnya yang tidak bisa dianalisis oleh kecerdasan rasional model pendekatan terapis pengetahuan lainnya.

Seorang True Self  terapis bisa membantu mengatasi fobia, trauma, depresi, kecemasan, stress, rasa minder, perilaku obsesif kompulsif, halusinasi, gangguan tidur, kebiasaan buruk dan berbagai masalah psikologis lainnya.

Seorang True Self  terapis juga bisa membantu mengembangkan kualitas pribadi seseorang, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan membuat keputusan dan membantu menciptakan karakter pribadi yang sesuai keinginan seseorang.

Seorang True Self  terapis juga membantu mengembalikan kondisi jati diri manusia ke kondisi aslinya, membimbing perjalanan transformasi diri, menembus lapisan – lapisan resonansi executive puncak jati diri masing – masing pribadi.

Seorang True Self terapis juga membantu penyembuhan mereka – mereka yang salah belajar secara spiritual maupun supranatural atau kemampuan metafisik, juga menetralisir gangguan metafisik baik dari kiriman orang, dari lokasi, dari kutukan maupun hal – hal lainnya yang sifatnya merugikan diri.

PERBEDAAN

Mungkin Anda masih bingung dalam membedakan antara Psikolog, Psikiater dan Psikoterapis serta True Self terapis. Berikut ini kami berikan deskripsi singkat mengenai masing-masing profesi tersebut.

PSIKOLOG adalah lulusan psikologi dan dengan standar tertentu sudah disahkan sebagai psikolog oleh lembaga psikologi. Bidang kegiatan mereka mulai dari menyediakan jasa psikotes, konseling dan terapi. Mereka menerapkan metode-metode terapi berdasarkan teori-teori psikologi yang diajarkan di kuliahan. Psikolog tidak dilatih dan tidak diperbolehkan memberikan resep obat kepada pasiennya.

PSIKIATER adalah dokter yang mengambil spesialisasi dibidang psikiatri atau kejiwaan. Psikiater biasa disebut Dokter Jiwa. Psikiater biasanya menangani gangguan-gangguan jiwa yang serius sebagaimana yang diderita oleh pasien-pasien rumah sakit jiwa. Karena sebenarnya Psikiater adalah dokter, maka dia boleh memberikan obat psikoaktif, obat penenang, antidepresan, obat tidur dsb. kepada pasiennya.

PSIKOTERAPIS merupakan istilah umum untuk menyebut semua orang yang melakukan psikoterapi. Psikoterapi bisa diartikan sebagai suatu interaksi antara dua orang atau lebih yang hasilnya adalah mengubah pikiran, perasaan atau perilaku seseorang menjadi lebih baik.

TRUE SELF TERAPIS adalah mereka – mereka yang telah lulus dalam pengetahuan kecerdasan resonansi jati diri di The Next Transpersonal Study School dan mengambil jalur Profesional di bidang ini. True self terapis bukan hanya berinteraksi verbal terhadap pasiennya namun juga berinteraksi secara energi terhadap energi jati diri pasiennya.

Artinya setiap orang, baik itu psikolog, psikiater, dokter umum, guru, pedagang, kiyai, pendeta atau siapapun yang bisa mengatasi masalah psikologis orang lain, maka orang tersebut bisa disebut True Self Terapis selama menggunakan kecerdasan resonansi jati diri dalam usahanya menolong pasien.

Jadi True Self Terapis bisa berasal dari segala macam profesi. Seorang Psikolog dan Psikiater atau Psikoterapis juga bisa disebut True Self Terapis ketika mereka mempraktekkan pengetahuan kecerdasan resonansi jati diri sebagai sistem tehnik penyembuhan  Human States Resonance Therapy .

SYARAT MENJADI TRUE SELF TERAPIS

Setiap orang bisa menjadi True Self Terapis setelah melalui pelatihan tertentu dan memenuhi syarat berikut:

  • Mempunyai pengetahuan mengenai  dasar-dasar ilmu psikologi, psikopatologi (ilmu tentang penyakit mental), dan energi jati diri serta proses-proses mental yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat diperoleh dari mengikuti kuliah, kursus, maupun membaca sendiri. Khusus pengetahuan energi jati diri didapat dari kuliah atau mengikuti program di  The Next Transpersonal Study School
  • Dapat  menarik  suatu  kesimpulan tentang keadaan mental pasien yang telah diperiksa, juga kualitas dan kapasitas resonansi jati diri pasien setelah dianalisa. Hal ini didapat dari pengetahuan dan pengalaman.

Seorang True Self Terapis haruslah merupakan pendengar yang cermat. Dia tidak hanya mendengar, tapi memahami apa yang tersurat ataupun yang tersirat dibalik kata-kata yang diucapkan pasien, juga mendeteksi resonansi jati diri pasien tersebut.

Dengan mendengar secara cermat dan dibekali oleh pengetahuan yang cukup, True Self Terapis  akan mendapat gambaran tepat tentang pasien-pasien yang diwawancarai atau diperiksa dan dianalisa resonansi jati dirinya.

  • Seorang True Self Terapis hendaknya punya kemampuan berkomunikasi yang baik (baik komunikasi secara verbal maupun komunikasi resonansi jati diri), mampu menjalin keakraban, persuasif, tahu cara memberi nasihat yang tepat, bisa memberikan contoh, empati (bisa memahami perasaan orang lain), punya kemampuan menghibur dan kemampuan interpretasi serta kemampuan menterjemahkan bahsa resonansi jati diri ke bahasa manusia.
  • Terampil dalam menerapkan teknik dan metode penanganan masalah mental pasien dan resonansi jati diri pasien. Sungguh, sebuah ilmu hanya akan menjadi pengetahuan apabila si pemilik ilmu tidak bisa menerapkannya dengan benar. Oleh karena itu, ketrampilan dalam menerapkan teknik  Human States Resonance Therapy  sangatlah penting bagi seorang True Self Terapis.
  • Sikap dan kepribadian yang tepat. Seorang True Self Terapis hendaknya adalah orang yang sehat secara mental dan berkarakter kuat. Seorang True Self Terapis haruslah percaya diri, flexible (mudah bergaul), obyektif (tidak memihak siapapun) dan optimis.

Akhirnya perluinya totalitas dalam menangani pasiennya. Proses Human States Resonance Therapy adalah hubungan kedekatan personal antara True Self Terapis dan Pasien, yang mana membutuhkan totalitas dalam melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, carilah True Self Terapis yang benar-benar menyenangi pekerjaannya sebagai True Self Terapis.

  • Senang belajar hal baru serta selalu memperbaharui diri. Seorang True Self Terapis yang efektif hendaknya tidak berhenti belajar dan selalu haus akan pengetahuan yang akan memperkaya wawasannya tentang dinamika manusia. Pada kenyataannya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah saja tidaklah cukup.

Seorang True Self Terapis hendaknya selalu bertumbuh dan memperbaharui frekuensi martabat jati dirinya setiap saat, dengan begitu efektifitas dan ketangguhan dalam penanganan pasien dapat terwujud secara efektif.