MENGENAL SOUL DETOX (RACUN JIWA) ALA ISLAMI LEBIH DALAM

# MENGENAL SOUL DETOX (RACUN JIWA) ALA ISLAMI LEBIH DALAM #

SoulDetox

Tulisan 1 dari 3 tulisan

Assalamu allaikum salam waromatulohi wabarokatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

“Jiwa adalah fondasi penting kebersihan diri seorang manusia. Kualitas jiwa tergantung dari frekuensi jati diri seorang manusia.
Dengan frekuensi jati diri ini maka mencerminkan terkontaminasi apa tidak jiwa seseorang dengan energi negatif (Dark force). Sungguh semuanya mempunyai tanda tanda nyata. Tinggal kita mau membuka diri atau ndak” B-AMA

MAKNA DETOX
De = pengeluaran , Tox = Racun.
Jadi arti Detox adalah Proses Pengeluaran Racun dari dalam tubuh kita.

Selama ini istilah detox dikenal hanya untuk tubuh fisik, namun sejatinya ruang lingkupnya bisa digunakan untuk jiwa atau tubuh non fisik.

Jadi istilah detox bisa untuk pembersihan racun sistem tubuh fisik juga sistem tubuh non fisik, yang membedakan adalah sasaran, cara dan bahan bakunya.

Detox untuk sistem tubuh fisik (sistem pencernaan, peredaran darah dll) berbeda cara dan tehnik serta bahan baku yang digunakan dibanding dengan sistem tubuh non fisik (jalur meridien, chakra jasad, jiwa).

Sebetulnya gelap pekat jiwa seseorang tercermin dari sikap dan perilakunya.
Sepanjang masih ada emosi negatif dan penyakit hati maka sejatinya masih ada energi negatif di jiwanya.

Hal ini menerpa siapa saja, entah Ulama, entah Kyai, entah Ustad, entah Pejabat Negara, entah Presiden, entah mereka yang rajin puasa, rajin ibadah, rajin baca Al Qur an, mau kaya raya, mau miskin, mau sakti mandraguna sampai bisa melipat jagad raya, mau pinter sampai nilai akademis dapat suma cum laud, mau sealim apapun, juga bagi yang merasa sudah mencapai tingkat spiritual tinggi, yang merasa sudah makrifat…pokoknya sepanjang yang bersangkutan masih ada emosi negatif dan penyakit hati baik dipermukaan maupun bergemuruh didalam ya tetap aja masih ada energi negatifnya, lha kalau emosi negatif dan penyakit hati itu sumbernya apa?, bukankah bahan bakunya energi negatif ?, kalau bukan energi negatif lantas apakah namanya?

Namun ada juga kondisi kondisi khusus, misal ybs sudah sabare pol, sikap dan perilakunya berbudi luhur akan tetapi frekuensi jati dirinya masih terganjal, hal ini akan dijelaskan pada kesempatan lain.

PERMASALAHAN MENDASAR
Pandangan umum selama ini hanya memahami bahwa energi negatif didalam diri manusia itu adalah kerasukan.

Sedangkan amarah, dengki, sirik, omong an pedes, sikap didalam dan diluar diri beda, dendam, brutal, kasar, atau nampak halus namun omongannya nyelekit, dsbnya itu hanya sekedar masalah psikologis semata dan wajar, wajar karena semua manusia mengalaminya.

Inilah kesalahan utamanya, sebetulnya jika disebut kesalahan ya ndak juga lha wong beda sudut pandangan.

Kalau dikaji mendalam apakah bahan baku segala emosi negatif dan penyakit hati tersebut?
Ya energi negatif !!!
Nach bingung khan?
Masak saya sholat, baca Qur an, puasa, apalagi saya sudah sangat hapal bacaan Qur an, sering kasih tausiyah baik tulisan maupun lisan kok ada negatifnya?, apa kata dunia?

Allah melihat yang didalam bukan dipermukaan.
Kita harus jujur sama diri ini.
Jika kita sudah melakukan segala macam ritual ibadah namun masih saja bisa emosi, ya berarti masih ada masalah dalam diri ini.

Jadi sebetulnya lebih parah mana, yang jelas jelas kerasukan atau yang seakan akan ok namun sejatinya didalam dirinya masih ada energi negatifnya?
Bagi mereka yang tampak ok ok saja namun mempunyai masalah kejiwaan itu saya sebut “pencitraan kerasukan”…he..9x.

Yang paling parah itu mereka mereka yang merasa tidak bermasalah dengan jiwanya, atau sebetulnya sudah tahu diri ini – jiwa ini, didalam diri sering bergemuruh namun merasa diri ini ndak ada masalah, sebab bagi mereka marah itu ok, benci dan dendam itu wajar dsbnya.

Yang jauh lebih parah adalah mereka yang sudah terlanjur berkecimpung di dunia spiritual atau psikologi agama, nampak dengan berbagai ucapan dan tulisan yang indah indah akan tetapi energi jati dirinya berbenturan dengan energi ucapan dan tulisan tersebut.

Bukankah integritas dalam Islam itu sangatlah penting, seperti yang diuraikan dalam Surat As Saff (QS : 61 ayat 2 sd 3)
“Wahai orang orang beriman !, Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan”

REDEFINISI ENERGI NEGATIF
Para sahabat, uraian saya diatas maksudnya adalah yuuk kita semua jujur sama diri sendiri, berani menerima kenyataan bahwa ada yang tidak beres dalam diri ini dengan indikasi seperti diatas.

Yuuk kita semua menjadi role model untuk sesama, namun jangan jadi role model abal abal jadilah role model yang murni.

Role model murni maknanya adalah kita bereskan diri dulu baru keluar.
Coba renungkan dech, jika kita hingar bingar dengan segala bentuk tausiyah baik ucapan maupun tulisan namun diri kita belum lulus dari yang kita tausiyahkan bukankah itu penipuan bentuk lain?, dua arah lagi penipuannya baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Hal itu juga termasuk mereka yang menyampaikan konsep konsep spiritual atau makrifat yang seakan akan sudah melampaui semua itu, padahal mereka lupa bahwa energi ucapan dan tulisan yang disampaikannya itu benturan dengan frekuensi kualitas jati diri yang memancar dari dirinya.

Sudahlah untuk apa sich ngotot mau tampak seperti hal hal diatas?, apakah masalah existensi diri?, ndak malu sama diri sendiri?, ndak malu sama alam?, ndak malu sama Sang Maha segalanya?

Itu kan seperti kita jualan HP merk Samsung, namun yang kita pakai merk Nokia.

Mau sampai kapan kita seperti ini?
Ingat salah satu hukum Sunnatulah / Universal Laws, makin kita menyangkal terhadap diri, maka makin kuat kita terjebak dalam pusaran medan energi yang tercipta dari frekuensi ati diri kita di kualitas saat itu dan makin mengeras, maka makin susah cabut dari medan energi itu.

Hati hati lho, yang bentuknya tertuang dalam tulisan lebih pparah, sebab membentuk medan energi tersendiri. Jika tidak sesuai dengan kualitas didalam diri akan berbenturan terus energinya selama Anda tidak menghapusnya atau Anda tidak membuktikan di kehidupan nyata secara stabil.

Renungkanlah, sudah saatnya kita merdeka dalam ruang semu, masuklah dalam kebeningan diri dan kesejatian hidup.
Jika Anda mau buat tausiyah secara lisan atau tulisan dan jika merasa belum lulus secara stabil (bukan naik turun sesuai dengan cuaca) topik tersebut, maka sebaiknya tulisan atau ucapan tersebut sifatnya ajakan, jangan berkesan seakan akan sudah melampaui semuanya itu.
Bukankah hal ini lebih elegan, lebih jujur sama diri?

Jadi energi negatif adalah segala sesuatu yang mewujudkan hal hal negatif di kehidupan nyata seperti emosi emosi negatif dan penyakit hati.
Energi negatif bergerak dari tingkat halus, ada yang super duper halus (bahkan banyak energi negatif ini yang masih tertidur di lapisan terdalam diri, bangkit ke permukaan ketika ada sifat atau sikap / perilaku yang disenanginya) sampai tingkat kasar, ganas dan brutal.

SEMUANYA TAMPAK JELAS
Sudah toh semuanya tampak jelas lo.
Seperti ahli micro expression bisa membaca rahasia apa di balik mimik wajah kita,

Seperti pegawai PLN bisa mengindikasikan terjadinya pencurian listrik di sebuah rumah atau di sebuah kantor padahal pemiliknya merahasiakan,

Seperti seorang psikolog bisa mengindikasikan karakter calon pegawai dari hasil test psikologis,

Seperti seorang geologist bisa mengindikasikan Siaga berapa dari sebuah gunung berapi aktif setelah melihat gabungan tanda tanda alam dan alat pendeteksi dini gunung berapi,
Dan berbagai contoh yang lain yang tidak bisa dituliskan semua disini.

Jadi bukan sesuatu hal yang mustahil seorang praktisi resonansi jati diri membaca informasi yang dihasilkan oleh getaran / vibrasi yang Anda pancarakan sendiri secara otomatis dari DNA energi Anda, meskipun ucapan, tulisan dan bahasa tubuh Anda bersebrangan.

Semuanya tampak dari bahasa kesunyian diri dan semuanya sesuai dengan ranah kedalaman ilmu masing masing.

SUMBER ENERGI NEGATIF DALAM DIRI
Lanjut ke tulisan ke 2.

Semoga informasi ini menambah kualitas kedalaman keimanan dan ketaqwaan kita bersama.

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al Mulk ayat 1)

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

MENGENAL SOUL DETOX (RACUN JIWA) ALA ISLAMI LEBIH DALAM

Zero Infinity Multi Universe Sajadah
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership

TS-CODE Technology
The Inner True-Self Blue-Print Enhancement
Journey to the main source Sustainable Excellence