Metode Human States Resonance Terapi yang dipakai

23 Jan 2014

Human States resonance terapi secara umum merupakan fondasi dari semua tehnik psikologi yang telah ada (ditinjau dari kecerdasan resonansi jati diri). Meskipun tehnik tehnik yang ada tidak terlampau dominan saya gunakan, karena saya lebih menitik beratkan pada percepatan penyelesaian masalah klien dan hal ini saya percayakan pada tehnik Human State Resonance terapi, namun memang  dalam beberapa kasus ada yang saya kombinasikan dnegan tehnik yang lainnya. Dibawah ini adalah tehnik – tehnik umum yang ada di dunia psikologis meskipun tidak semuanya saya gunakan, saya uraikan agar menambah pengetahuan pembaca.

1. Psychoanalysis & Psychodynamic

Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar. Psychodynamic (Psikodinamik) pertama kali diciptakan oleh Sigmund Feud (1856-1939), seorang neurologist dari Austria. Teori dan praktek psikodinamik sekarang ini sudah dikembangkan dan dimodifikasi sedemikian rupa oleh para murid dan pengikut Freud guna mendapatkan hasil yang lebih efektif.

Tujuan dari metode psikoanalisis dan psikodinamik adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).

Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan psikodinamik adalah: Ego State Therapy, Part Therapy, Trance Psychotherapy, Free Association, Dream Analysis, Automatic Writing, Ventilation, Catharsis dan lain sebagainya.

2. Behavior Therapy

Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan behavior therapy adalah Ivan Pavlov yang menemukan “classical conditioning” atau “associative learning”.

Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi). Misalnya pada kasus fobia ular, penderita fobia mengasosiasikan ular sebagai sumber kecemasan dan ketakutan karena waktu kecil dia penah melihat orang yang ketakutan terhadap ular. Dalam hal ini, penderita telah belajar bahwa “ketika saya melihat ular maka respon saya adalah perilaku ketakutan”.

Tokoh lain dalam pendekatan Behavior Therapy adalah E.L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning, yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan menghindari hukuman.

Berbagai metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan behavior therapy adalah Exposure and Respon Prevention (ERP), Systematic Desensitization, Behavior Modification, Flooding, Operant Conditioning, Observational Learning, Contingency Management, Matching Law, Habit Reversal Training (HRT) dan lain sebagainya.

3. Cognitive Therapy

Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku. Tokoh besar dalam cognitive therapy antara lain Albert Ellis dan Aaron Beck.

Tujuan utama dalam pendekatan cognitive adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional. Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan Cognitive adalah Collaborative Empiricism, Guided Discovery, Socratic Questioning, Neurolinguistic Programming, Rational Emotive Therapy (RET), Cognitive Shifting. Cognitive Analytic Therapy (CAT)  dan sebagainya.

4. Humanistic Therapy

Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.

Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah Gestalt Therapy, Client Cantered Psychotherapy, Depth Therapy, Sensitivity Training, Family Therapies, Transpersonal Psychotherapy dan Existential Psychotherapy.

  1. Resonance Hypnotherapy

Pendekatan resonance Hypnotherapy berbeda dengan Hypnotherapy itu sendiri. Jika Hypnotherapy secara umum adalah pengelolaan program program yang tertanam di pikiran bawah sadar melalui seni komunikasi bawah sadar tanpa memperhatikan kekuatan, kedalaman dan kekerasan permasalahn tersebut maka resonance Hypnotherapy selain langsung menuju ke pusat masalahnya juga memperhitungkan kekuatan, kedalaman dan kekerasan masalah tersebut sehingga percepatan penyelesaian dapat diwujudkan. Adapun yang termasuk dalam resonance Hypnotherapy adalah Resonance Time Line Therapy dan Resonance Past Live Therapy.

  1. True self resonance Therapy

Tehnik ini menitik beratkan penyelesaian masalah emosi dan kejiwaan dengan menampilkan kekuatan asli jati diri manusia. Dengan tampilnya kekuatan asli dalam diri maka kestabilan kesembuhan dari klien dapat lebih permanen, sebab kekuatan asli dalam diri tersebut juga mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. Klien juga mendapatkan manfaat yang lebih luas di kehidupannya karena tampilnya jati diri asli tersebut berdampak menyeluruh ke semua aspek kehidupan klien dan bukannya masalah terbatas klien ketika di terapi.

7. Holistic Resonance Therapy

Pada kenyataannya di lapangan saya sering menemui kasus dimana klien perlu ditangani dengan berbagai gabungan  pendekatan agar percepatan penyelesaian masalah dapat tercapai dikarenakan masalah dari klien terlampau kompleks. Holistic Resonance Therapy tetap berfondasikan dasar resonansi jati diri tersebut !, sebab tehnik ini adalah tehnik fundamental dari semua tehnik yang ada.

Demikian semua metode yang saya pakai untuk membantu percepatan penyelesaian masalah klien. Sebagian besar thenik yang saya gunakan adalah dengan Human State Resonance Therapy.