Modifikasi Perilaku atau Jati diri ?

03 Feb 2014

Ke Dahsyatan hari ini : MODIFIKASI PERILAKU ATAU JATI DIRI ?
Quotes of the day "Sejatinya untuk merubah diri (perilaku) ke arah 
lebih baik tidak cukup hanya melakukan pemrograman ulang di pikiran 
kita namun juga dibutuhkan pemrograman ulang di level resonansi jati 
diri, dengan ini solusi total melenyapkan fragmentasi jati diri yang 
terbentuk selama ini dapat di lenyapkan dan kita kembali ke jati diri
asli sekaligus pemrograman perilaku juga tercapai !" B-SAMA

Dikarenakan banyak pertanyaan dari para sahabat apa bedanya modifikasi perilaku dengan modifikasi resonansi jati diri, maka dalam kesempatan ini saya uraikan secara singkat.
Modifikasi perilaku, berbasiskan teori pikiran. Tehnik intervensi perilaku ada beberapa cara seperti Hypnotherapy, EFT dan NLP dan lainnya. Adapun tehnik ini tidak menyentuh sama sekali resonansi jati diri seseorang. Sedangkan tehnik modifikasi resonansi jati diri selain mengubah perilaku juga mengembalikan resonansi jati diri seseorang ke kondisi aslinya dan mengembangkannya lebih jauh.

Teori Pikiran

Dalam teori pikiran dikatakan bahwa perilaku kita terpola dari suatu kebiasaan yang telah tertanam didalam pikiran bawah sadar kita (Subsconcious mind) dan pada akhirnya membentuk perilaku dan melahirkan identitas (fragmentasi jati diri) yang baru yang bukan diri kita asli.

Teori ini benar namun tidak sepenuhnya benar dalam konteks mengubah total jati diri seseorang.
Teori ini mengabaikan adanya konstribusi energi jati diri yang justru 87% mempengaruhi terbentuknya fragmentasi jati diri tersebut .
Dalam teori pikiran mengabaikan rentang waktu evolusi kehidupan !

Teori pikiran menganggap bahwa masalah timbul hanya dari rentang waktu sekarang di kehidupan sekarang, yang artinya apa yang menjadikan kita sekarang ini adalah merupakan produk pemrograman pikiran bawah sadar kita dari sejak usia dini sampai saat ini.
Alhasil dengan tehnik ini modifikasi perilaku tercapai, lapisan fragmentasi jati diri tertentu tercapai, namun kembali ke resonansi jati diri asli belum tersentuh dan rintangan dari dalam diri berupa resonansi masa lalu dan masa sekarang belum tersentuh pula.

True self resonance logical level
Diri kita selama ini, yang berpikir, berperasaan, kesadaran , keyakinan, kebiasaan….mengambil keputusan dalam pilihan – pilihan hidup seperti memilih pekerjaan, memilih teman, memilih pacar, memilih istri atau suami..itu semuanya bukan kita …namun fragmentasi jati diri kita !
Fragmentasi jati diri kitalah yang berperan 91%, sisanya adalah naluri ruhani kita yang mempunyai lorong komunikasi dengan jati diri kita asli !

True self resonance logical level adalah suatu peta proses terbentuknya fragmentasi jati diri seseorang.

Proses pemrograman terjadi nya Fragmentasi jati diri adalah sebagai berikut :
Resonansi Jati diri asli —> Resonansi energi (masa lalu + lingkungan), berupa benturan – benturan kehidupan, keyakinan dari luar, pengertian, pemahaman —> Resonansi emosi —> Resonansi Program bawah sadar —> Energi Psikis —> Fragmentasi Jati diri —-> Perilaku.

Dari proses diatas terlihat jelas, bahwa fragmentasi jat diri itu adalah dari kita sendiri, sebagai suatu bentuk self defense mechanism (sistem pertahanan diri) dari benturan kehidupan pada masa itu…seperti kondisi hidup, masalah hidup, orang – orang sekeliling dan lain lain, sehingga sistem jiwa membentuk suatu sikap pola dalam merespon.
Pola ini terekam di pikiran bawah sadar sebagai energi psikis sedangkan konsentrasi energinya berupa chip baik positif atau negatif terekam di resonansi DNA.

Sehingga jika program tersebut masih ada sampai kita meninggal semuanya terekam di resonansi DNA. Semua hal negatif yang terekam di resonansi DNA adalah hal – hal yang keterkaitan dengan sesama yang belum terselesaikan plus hal – hal yang bukan asli diri dan membentuk diri kita di kehidupan berikutnya ditambah dengan pengaruh gen dari orang tua pada kehidupan saat itu.

Jadi jika kita telah melalui evolusi kehidupan 100 kali (misalnya)..maka jati diri asli kita telah tertumpuk oleh 100 fragmentasi jati diri….inilah yang berkonstribusi membentuk diri kita sekarang + gen DNA fisik orang tua kita saat kehidupan sekarang dan program – program baru yang membentuk diri kita dari sejak kita lahir sampai saat sekarang ini. Fragmentasi jati diri akan tetap mendominasi jika sampai akhir hayat tidak terselesaikan dengan baik.
Jadi fragmentasi jati diri itu bertumpuk serta berlapis…bisa saja dalam kehidupan sekarang terbentuk lebih dari 1 fragmentasi jati diri !, belum lagi ditambah dari resonansi fragmentasi jati diri kehidupan sebelumnya.

Kecerdasan resonansi jati diri
Kecerdasan yang menitik beratkan  modifikasi perilaku / fragmentasi jati diri  serta mengembalikan jati diri ke kondisi aslinya dengan sinergi modifikasi pikiran dan resonansi jati diri adalah kecerdasan resonansi jati diri serta teknologinya disebut TS-CODE atau Human Grandness Transpersonal Technology.

Dengan kecerdasan dan teknologi ini perubahan total manusia dapat tercapai yaitu perubahan total perilaku serta kembalinya jati diri ke kondisi asli sesuai pertama kali diciptakan.
Indikasi keberhasilannya adalah dari sisi perilaku segala emosi negatif dan penyakit hati telah sirna dan hal ini seyogyanya terbukti di lapangan kehidupan nyata sedangkan resonansi jati diri tercapai di 20 juta / detik sebagai titik awal getaran ke agungan jati diri, bandingkan rata – rata fragmentasi jati diri getarannya adalah 80 ribu / detik.

Nach bagaimana dengan kita ?
Apakah selama ini kita merasa tidak ada masalah dengan diri ?
Bagaimana dengan emosi – emosi negatif dan penyakit hati kita ?
Bagaimana dengan rintangan hidup kita selama ini ?
So…mau sampai kapan kita seperti ini terus ?…yuuk mari kita berubah untuk menjadi lebih baik, berubah dalam arti total keseluruhan jati diri kita !, bukankah begitu ?

SALAM KASIH DAN KEDAHSYATAN HIDUP
To Love To Care To Give
Navigator Exekutif
Lembaga Indikator Resonansi Autentik Spiritual