PENGHIANATAN

25 Mar 2014

Kedahsyatan hari ini “PENGHIANATAN”
Quotes of the day “Sejatinya penghianatan berbeda dengan memulyakan.
Banyak dalam kehidupan nyata kita menghindari penghianatan semu namun justru masuk dalam kehidupan yang tidak memulyakan” B-SANMA

Uraian yang saya tuang kali ini adalah pengalaman dalam terapi banyak keluarga. Macam – macam tipe yang diterapis…namun sayangnya kebanyakan mereka banyak berlindung di kalimat – kalimat indah namun sebenarnya menutupi kelemahan dirinya dalam memulyakan kehidupannya dalam arti sesungguhnya.
Dan rata – rata perspektif pernikahan mereka adalah pertumbuhan fisik dan kebendaan bukan jiwa mereka.

KALIMAT MOTIVASI
Ada salah satu motivator mengatakan bahwa “penghianatan paling keji adalah penghianatan terhadap orang belahan jiwa kita”.
Iya ini betul dari aspek kecerdasan emosi, namun khan ndak berhenti sampai disitu saja bukan ?
Pertanyannya tahukah diri ini bahwa orang yang kita nikahi itu belahan jiwa kita ?
Tahukah ciri – ciri belahan jiwa itu seperti apa ?
Diantaranya adalah, dalam perjalanan waktu terjaga kesejukan dan keharmonisan kedua belah pihak, mempunyai ketertarikan yang nyaris sama, masing – masing bisa asyik dan seru dalam menikmati perjalanan hidup, stabilitas keromantisan yang dalam, nyekrup di hampir banyak hal..dsbnya.
Bagaimana jika kondisi diatasnya minim terwujudnya…nach perlu dikaji ulang kualitas belahan jiwa yang selama ini diyakini.

Secara resonansi jati diri belahan jiwa itu peringkat kecocokannya sekitar 80 s/d 90%, sedangkan twin flame antara 90 s/d 98%.
Dan keduanya baik belahan jiwa maupun twin flame itu berada di garis takdir positif diri.
Masalahnya juga banyak dari kita dikarenakan ego, nafsu dan hasrat dibalik sesuatu tertentu justru memilih seseorang untuk menjadi jodohnya itu bukan karena orangnya namun harapan yang akan terjadi pada orang tersebut ketika sudah menjadi suami atau istrinya..contoh harta dll…nach ini jauh dari garis takdir positif diri…justru masuk di garis takdir negatif.

LINGKUP PENGHIANATAN
Sejatinya secara umum penghianatan itu ada 2, yaitu penghianatan terhadap diri sendiri dan penghianatan terhadap sesama.

Penghianatan terhadap diri sendiri itu adalah menghianati diri dengan hidup yang semu.
Sudah jelas – jelas dalam perjalanan waktu sudah tidak saling memulyakan terhadap pasangannya, namun tetap saja dipaksakan…lha wong urusannya sudah beda lagi….sudah bukan cinta..namun ilusi cinta, urusannya masalah kecukupan, masalah harta, masalah zona nyaman kebendaan..padahal dihati selalu gelisah, gundah, gerah, garing, romantis dipaksakan bahkan jiwanya sama sekali tidak bertumbuh…namun bagi dia “sudahlah..yang penting saya khan tercukupi”….he..7x..what kind of love like this?.
Dan penghianatan diri dalam bahasa mudahnya adalah mencederai inetgritas diri dalam bersikap jujur terhadap kondisi kehidupan yang sedang dijalaninya.

Penghianatan terhadap sesama, ini ada 2 yaitu terhadap rekan bisnis maupun terhadap suami atau istrinya.
Terhadap rekan bisnis bisa saja untuk mengharapkan keuntungan besar maka melakukan tindakan apa yang disebut “menyalip di tikungan”. Ini benar – benar tidak sehat dan akan menjadi bumerang terhadap diri sendiri.

Terhadap suami atau istri penghianatan terjadi apabila kondisi sudah nyaman, saling menyejukkan, harmoni, romantis..namun masih saja karena nafsu jadi ke pihak lain.

MANUVER CANTIK SELUBUNG DIRI
Seperti banyak kita lihat dalam kehidupan nyata..banyak yang memetik ayat – ayat suatu kitab suci dengan menterjemahkan sesuai dengan persepektif pembenarannya.
Begitu pula dalam mentafsirkan suatu kalimat motivasi seperti dituang diatas.
Bagi mereka – mereka yang kehidupan pernikahannya sudah kondisi lampu merah dikarenakan dari awalnya sudah tidak pas…namun tetap dipaksakan ya karena itu tadi..urusannya sudah bukan cinta lagi..urusannya masalah kecukupan hidup atau alasan lainnya yang sejatinya justru mencederai pengertian cinta yang sebenarnya…namun untuk melegalisasi dirinya dan agar tampak cantik maka dipakailah kalimat – kalimat pendukung agar melindungi kelemahan dirinya untuk tidak keluar dari zona yang tidak memulyakan kehidupan dirinya dan keluarganya.
Khan yang penting keluarga bahagia itu ada bapak, ada ibu dan ada anak !, tentang aslinya didalam itu urusan nanti…yang penting kebutuhan saya tercukupi !

KEAGUNGAN MEMULYAKAN DIRI
Memulyakan diri itu juga diterjemahkan miring….ampun dech !
“Ya sudah meskipun saya tidak bahagia..yang penting saya berkorban sajalah..khan ini memulyakan sesama !”,..waduh..he..7x

Gini ya inti memulyakan diri adalah bersikap mulya dengan tegas keluar dari zona yang tidak menumbuhkan diri menjadi lebih baik.
Memulyakan diri juga memulyakan pasangannya untuk sama – sama rendah hati dan berjiwa besar berani melihat kenyataan “ech…kita ini ternyata ndak nyekrup ya…kalau dipaksakan kasihan diri kita masing – masing dan vibrasi yang kita hasilkan berdampak ke anak – anak lho !”

Memulyakan diri adalah suatu kesadaran yang dalam bahwa kita tidak akan pernah takut pada kehidupan, sehingga kita memerdekakan diri dari suatu ketergantungan yang semu.

Memulyakan diri adalah kesadaran akan kebijakan akan apa yang disebut “unskrup dead lock” yaitu suatu usaha yang telah dijalani beberapa kali agar sesama pasangan menjadi harmonis namun tetap saja ndak nyekrup, gelisah, gerah dsbnya..maka dengan begini bukankah lebih baik untuk rendah hati dan jiwa besar melihat kenyataan.
Memulyakan diri adalah memulyakan jiwa kita dan sesama agar mempunyai ruang bertumbuh yang sehat. Dan hal ini tidak akan tercapai bagi pasangan yang secara kejiwaan memang tidak nyekrup !
Yang nyekrup itu fisiknya..jiwanya totally tidak.

FROM THE BEGINNING
Sangat berat bagi saya sebagai terapis keluarga yang melihat masalah pasangan hidup bukan saja dari kecerdasan emosi namun juga saya lihat dari kecerdasan resonansi jati diri.
70% dari klien saya rata- rata dalam memilih pasangannya start dari landasan yang tidak tepat…maka berjalan dengan waktu standar deviasinya makin melebar..akhirnya pecahlah menjadi kegaringan dan apa yang saya sebut “kemeranaan pernikahan”.

Gini dech mudahnya…jika kita salah jalan dalam mengendarai mobil..lantas apa sikap kita ?..terus lanjut ..tancap gas…meskipun makin terseok seok..tertatih tatih ?
Solusi yang diberikan oleh seorang terapis seharusnya berfondasikan memulyakan jiwa yang diterapis dan pasangannya berikut keluarganya.
Nach solusi memulyakan jiwa ini khan ndak harus memaksakan diri untuk sesuatu yang secara benang merah kedepan akan sulit berbenah diri…ya karena kalau sudah ndak nyekrup gimana sich ?

Harusnya jodoh yang pas itu saling mendukung pertumbuhan jiwa..jiwanya bertumbuh !,,ini yang sangat fundamental.
Namun kebanyakan yang dikejar adalah fisik dan kebendaan yang bertumbuh.

Jadi karena yang bersangkutan datang..selalu saya tanya “anda ini datang untuk menyelamatkan pernikahan anda atau menyelamatkan jiwa anda dan pasangan anda berikut anggota keluarga ?”
Karena dalam banyak kasus menyelamatkan pernikahan itu tidak berarti menyelamatkan jiwa masing – masing yang terlibat..sebab kecendrungan memaksakan sesuatu yang memang tidak pas ! yang fokusnya pada penyelamatan kebutuhan fisk dan kebendaan !
Banyak yang ingin menyelamatkan pernikahannya karena aslinya adanya kelemahan – kelemahan diri seperti tertuang diatas (namun bermanuver dengan kalimat – kalimat cantik), dan tidak menyelamatkan jiwanya.

Contoh saya mengenal beberapa pasangan ketika ditarik kebelakang saat menikah kualitas jiwanya berada di lapisan mana…nach setelah 10 tahun..setelah 15 tahun bahkan ada yang setelah 20 tahun ada yang berjalan di tempat bahkan ada yang meluncur turun dengan indahnya lho…, namun banyak yang tampak di permukaan ok ok saja…didalamnya keropos.

CINTANYA NEGATIF
Ada skenario yang mengejutkan bahwa apada waktu bertemu yang saling mencintai itu negatif masing – masing dalam diri.
Dikarenakan frekuensi yang mendominasi diri adalah frekuensi chip negatif tersebut dan ketemu dengan sama frekuensinya jadi jatuh cinta dech….he 7x.
Yang saling mencintai bukan ruh masing – masing pihak namun negatifnya.
Setelah berjalan ..walah kok garing amat…
Wach pokoke antik – antik dech kasusnya.

AZAZ KEADILAN TUHAN
Ada juga karena menyelesaikan azaz keadilan tuhan.
Umpamanya dua jiwa di set dalam kurun waktu tertentu untuk berkumpul sebagai suami istri agar melunasakan hutang masa lalu…namun setelah periode yang telah ditetapkan selesai..mereka jadi sama – sama garing.
Satu rumah..satu kamar dan satu tempat tidur jadi seperti sama orang asing…ya jelas lha wong sudah expired date !…nach seperti ini khan sangat sulit dipahami dengan kecerdasan emosi atau suatu bentuk kecerdasan yang lain yang tidak menyentuh kedalaman resonansi.

Sungguh memprihatinkan ya… seyogyanya menyelamatkan jiwa itu akan terjadi secara otomatis apabila kita memang benar bertemu dengan belahan jiwa kita yang asli atau twin flame diri kita, itulah kenapa diciptakannya dan arti penting belahan jiwa dan twin flame…maka dengan itu pertumbuhan jiwa dan keharmonisan dalam aeti yangbluas dapat terwujud serta ndak perlu datang ke saya bukan ?

Mudah – mudah an tulisan ini menjadikan diri kita sangat memahami bahwa memilih pasangan jodoh itu ndak sembarang dan harus dari fondasi yang pas.

Pernikahan adalah suatu yang mulia..namun kemulyaan ini akan tampak dan stabil serta kokoh apabila dibangun dengan cara yang memulyakan serta memahami kemulyaan azaz keadilan Tuhan.
Dan mudah mudah an tulisan ini menjadikan diri kita menjadi pribadi yang sanggup memulyakan kehidupan dalam arti yang murni.

SALAM KASIH DAN KEDAHSYATAN HIDUP
To Love To Care To Give
Navigator Eksekutif
Lembaga Indikator Resonansi Autentik Spiritual.