Peradaban Bangsa Lemuria & Atlantis, mitos atau fakta?

Peradaban Bangsa Lemuria & Atlantis, mitos atau fakta?
*_Studying the past, to exalt future_*
oleh
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia, serta Kritikus Energi Spiritual_
__Al Haq Transpersonal Navigator_
_Pusat Komando Jaringan Terpadu Poros Badar Al Haq Rahmatan Lil Alamin_

“Demi masa sesungguhnya manusia itu merugi…, punahnya suatu bangsa (umat terdahulu) dan hadirnya Nabi Adam pembuka era baru menggantikan umat terdahulu bukanlah suatu kebetulan semata”
LivingOnAlHaq Scientific Wisdom

Sekitar 7 s/d 20 tahun yang lalu s/d sekarang, di jagat maya spiritual sangat rame dengan pembahasan bangsa Atlantis dan Lemuria (juga keterlibatan peneliti dari banyak negara), lengkap dengan pembahasannya dari sejak kapan bangsa itu hadir, kemampuannya, teknologinya, kenapa mereka punah, dan lain lain, dan ini tentunya banyak sekali versi dari berbagai pihak.

Kala itu saya hanya menempatkan sebagai pengamat aktif, karena saya lebih tertarik untuk meneliti dan menggali solusi (dengan fondasi energi Badar Al Haq tentunya) bagaimana *Tajalliyah Ar Ruh (Tazkiyah an nafs – Tashfiyah al Qalb – Takhalliyah as sirr)*
agar efektif stabil dan menembus sampai keakarnya, sebagai fondasi prasyarat pentingnya manusia kembali ke fitrahnya yaitu Manusia Ilahi / Khalifatulah fil ardh, beserta semua attribut standar hakiki yang menyertainya untuk membumikan Al Haq Rahmatan lil alamin hakiki.

Sayangnya, rata rata orang yang tertarik pada dunia spiritual, lebih condong mengejar ketrampilan / kapasitas spiritual (seperti bisa ini itu, bisa trawang dll), padahal alam tidak melihat itu, yang dilihat adalah Kualitas dan Martabat Jati diri spiritual.

Dalam sistem dan tehnik penjernihan jiwa perlu 4 fondasi (mengingat beban jiwa masing masing berbeda) yakni :
(1) Menjangkau lingkup rentang evolusi kehidupannya, sebagai salah satu penyebab timbulnya beban diri.
(2) Menembus inti Personal Dark side (kedalaman masing masing berbeda)
(3) Bahan baku energi pembersih jiwa yang dipergunakan.
(4) Kualitas dan kredibilitas nara sumber entitas yang dipergunakan untuk uji cek and rechek dari proses s/d hasil penjernihan jiwa tersebut.

Semua perjuangan pembersihan jiwa dengan berbagai macam metodenya adalah baik, namun sayangnya kebanyakan terlampau terburu buru, tidak menembus di kedalaman yang sebenarnya serta tidak menggunakan pendekatan resonansi spiritual, yang ada kebanyakan dengan pendekatan rasio spiritual.

Sebab jika ukurannya agar hidup penuh dengan cinta dan damai,… jin, siluman, iblis dll juga punya bahasa cinta serta damai namun versi mereka.
Jadi, tidak bisa stop di masalah cinta dan kedamaian, karena semuanya bertingkat dan berlapis.

Jiwa itu energi, maka perlunya memakai bahasa energi yang tepat untuk menyelesaikannya, namun energi yang mana? , kalau kami dengan bahasa energi Badar Al Haq.

Sayangnya rata rata pembersihan jiwa tersebut masih dalam lapisan jasad, yaitu jiwa fisik, belum sama sekali menyentuh di jiwa Al Ihsan al ghaibi berada di kedalaman jiwa mulai dari 9 milyar %.

*Ada beberapa ciri khas bersihnya jiwa, diantaranya adalah selama chip Dark side seseorang masih ada, dan tanda emosi negatif dan penyakit hatinya masih ada, maka sejatinya jiwanya belum bersih dari segala racun jiwa, juga ditengarai aktifnya secara bertahap dari aktifnya Eksekutif diri sejati hakiki, s/d Eksekutif zero to zero Puncak tertinggi diri sejati hakiki yang semuanya berkuadran 9,  belum lagi jika kita bicara Personal Nur diri dan Personal Bashirah* jika diri ini benar benar jiwanya sudah bersih total*

Bukankah semuanya perlu terukur?
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al-Qamar : 49)

Sahabat, tak terasa waktu telah berlalu, kini sudah tiba saatnya bagi kami melakukan segala penggalian yang diperlukan untuk memberikan warna dari blantika segala versi spiritual yang ada, kami berbasiskan versi LivingOnAlHaq, energi Badar Al Haq.

Bangsa lemuria itu berbeda dengan bangsa Atlantis, baik dari sisi waktu keberadaannya (bisa saja dalam periode tertentu hidup dimasa yang sama) maupun karakternya serta lokasinya.

Uniknya,
mereka yang mengaku spiritual, banyak yang mengaku dirinya adalah reinkarnasi bangsa Atlantis atau Lemuria, bahkan yang lebih unik biasanya mereka merasa dulunya mempunyai jabatan yang penting, entah raja, entah panglima, dll yang hebat hebat dech…

Kenapa sich kok ndak ada yang reinkarnasinya dulu itu pemulung, pencopet, koruptor dll?
Unik sekali ya?, reinkarnasi bisa memilih… he… he.. he..

Sahabat, tulisan ini adalah prolog dari kajian bangsa Lemuria – Atlantis yang akan ditayangkan di channel kami di you tube.
Untuk menggali suatu informasi kita memerlukan *sumber yang valid* dan tidak bisa hanya dari satu sumber belaka, dan nara sumber tersebut *perlu dari frekuensi alam jati diri tertentu yang bebas dari potensi hoaks atau sekedar permainan semata*

Ibaratnya dalam kehidupan fisik, kita perlu menyeleksi nara sumber yang berkualitas, yang tepat dan dapat dipercaya.
Begitupula dengan nara sumber untuk penelitian dalam dunia energi juga perlu yang tepat dan berkualitas, tidak hanya cukup bisa berkomunikasi dan memberikan informasi.

Penggalian kami dilakukan dengan metode *Chanelling / Clairvoyant terhadap nara sumber tersebut dan Retro Cognition untuk membaca sejarah masa lalu dari akhasic record*

Adapun nara sumber dimaksud adalah,
(1) Mereka dijamannya yang sudah meninggal dan sudah menjadi aparat Ilahi (bisa beberapa sumber).
(2) Mereka dijamannya yang masih hidup namun sudah menjadi manusia non fisik (bisa beberapa sumber)
(3) Chip master suatu bangsa, yang mengetahui keseluruhan cerita suatu bangsa dari awal sampai punahnya bangsa tersebut (satu sumber, karena memang hanya ada satu yang terkait pada suatu bangsa, masing masing bangsa satu chip master)

Penggalian informasi adalah berupa klarifikasi dari hasil penelitian para ilmuan yang masih belum jelas (rekaan ilmuwan) dan rekaan berbagai versi spiritual lainnya.

Misal
Edgar Cyce (seorang Clairvoyant) kebangsaan Amerika, meninggal tahun 1945, dalam usia 67 tahun) melakukan chanelling dengan old soul pada crystal kuno yang digunakan oleh bangsa lemuria yang ditemukan dalam penggalian.

Oh ya meskipun bangsa Lemuria dan Atlantis terkait satu sama lain, namun kami akan memisahkan pokok penggaliannya dengan episode yang berbeda.

Demikian sahabat, mari kita nantikan tayangan seri penjelajahan Bangsa Lemuria dalam waktu dekat di channel kami, yaitu di  https://www.youtube.com/c/BagindaAdamMuhammadAkbarnahu

Dengan klarifikasi banyak hal, diantaranya..
*) Betulkah Bangsa Lemuria itu lebih tua dari peradaban Atlantis?

*) Mengingat nama Lemuria adalah ciptaan  Philip Sclater, seorang ahli geologi Inggris, jadi apa sebetulnya nama bangsa ini?

*) Betulkah bangsa Lemuria (untuk sementara kita sebut demikian) mempunyai tinggi 4 meter?

*) Betulkah bangsa lemuria punah beserta benuanya dikarenakan tsunami dahsyat kala itu?

*) Betulkah rentang waktu keberadaan bangsa Lemuria antara 75.000 SM sd 11.000 SM?

*) Betulkah bangsa Indonesia dan nenek moyangnya berasal dari Bangsa Lemuria dan Atlantis?

*) Betulkah kedua bangsa ini punah karena sudah melampaui batas sehingga di azab oleh Allah SWT?

Dan berapa banyak telah KAMI binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (QS. 19:98)

Dan banyak lagi yang lain, yang tentunya bertahap digali karena sedemikian lamanya peradaban ini, dan tentunya hanya pokok pokonya saja yang diinformasikan.

Mempelajari peradaban yang hilang, bukanlah sesuatu yang sia sia, dengan pemahaman dan pengertian yang dalam, maka pengetahuan ini bisa sebagai fondasi kita untuk memulyakan dan mengagungkan peradaban kita sekarang.

Sebagai penutup saya sampaikan petikan ayat Surat Al Fatehah dibawah ini sebagai bahan renungan,

“Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin“
Artinya:
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

Semoga bermanfaat,
Wallahu a’lam bish-shawabi
Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mari posisikan diri ini sebagai *manusia pembelajar, selalu belajar untuk konstan bertumbuh di jalur Al Haq Hakiki, total kaffah Grandness inside, Greatness Outside*

#Membumikan kesadaran Iman kepada yang Ghaib
#Membumikan ahlak Islam yang Humanis Islami.
# Membumikan LivingOnAlHaq Rahmatan lil alamin dan mewujudkan Khairunnas anfauhum linnas #
Sebaik-baik manusia dialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya

Lereng Gunung Gede
Selasa, 16 Juni 2020
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Fiat veritas, et pereat mundus

LivingOnAlHaq Leadership Intelligent Center,
Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan energi Badar Al Haq