THE POWER OF FUNDAMENTAL

25 Mar 2014

Kedahsyatan hari ini “THE POWER OF FUNDAMENTAL”
Quotes of the day “Banyak dari kita ingin berubah lebih baik dari kualitas hidup sekarang. Namun perubahan ini dirasa tidak optimal karena memang berangkatnya bukan dari akarnya !, maka sudahkah kita masuk di akar diri kita ? B-SANMA

Tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang mau berpikir bebas dan mau menggali kedalaman makna hidup dan kehidupan di jalur spiritual murni.
Tulisan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang bersedia rendah hati mengosongkan gelasnya.
Tulisan ini adalah bagi mereka – mereka yang menggali kedalaman jati diri sebagai usaha – usaha untuk mendekatkan diri sedekat mungkin pada Tuhan Allah sang Maha Dahsyat melalui spiritual murni bukan melalui jalur kemampuan supranatural atau metafisik.
Jika anda bukan kriteria diatas sebaiknya tidak perlu diteruskan membaca tulisan ini, karena tidak akan bermanfaat kepada saudara.

SEMUANYA PASTI ADA AKARNYA / FONDASINYA
Setiap bangunan fisik atau benda mempunyai akarnya / fondasinya / pusatnya. Maka jika kita ingin merubah bangunan tersebut maka berangkatlah dari akar tersebut.
Manusia juga begitu. Manusia mempunyai pusatnya.
Namun untuk memahami pusat tersebut, kita harus merubah cara pandang kita terhadap hidup dan kehidupan itu sendiri.
Dengan merubah dan memahaminya maka kita akan sampai pada akar tersebut.

PHYSICALLY AWARENESS / KESADARAN BENTUK
Kita dari kecil terbiasa dengan kesadaran bentuk.
Bahkan orang tua kita, nenek dan kakek kita, buyut kita, leluhur kita, tetangga kita, handai taulan kita, guru – guru kita semuanya sebagian besar 97% hidup dengan kesadaran bentuk.
Jadi dari sejak kecil kita terbentuk dan terpola dengan kesadaran kolektif kesadaran bentuk.
Dan karena berjamaah maka diterima sebagai kebenaran apa adanya.

NON PHYSICALLY AWARENES / KESADARAN NON BENTUK
Namun jika kita menelisik lebih dalam sejatinya maha ruang alam semesta raya ini diciptakan berbasiskan dari energi.
Energi adalah entitas inti pembentuk kehidupan.
Energi bisa bertransformasi menjadi energi padat yang mempunyai bentuk.
Jadi sejatinya kita ini energi.
Dari gunung tertinggi sampai debu itu adalah energi.
Kita ini energi dan hidup di lautan energi.
Ada energi alam, baik positif maupun negatif.
Ada energi jati diri yang asli ada didalam diri setiap insan.
Energi jati diri ini merupakan bagian dari percikan cahaya Ilahi yang ada didalam diri setiap insan.
Energi jati diri menempati lapisan ruh manusia terdalam yaitu ruh Nur.
Dan seperti salah satu ciri energi pada umumnya, maka energi jati diri mempunyai frekuensi.
Frekuensi ini membentuk frekuensi jati diri.
Dan frekuensi jati diri asli itu ber lapis lapis, bergaris lurus dengan kedahsyatan percikan cahaya Ilahi yang tiada ujungnya.

Namun sayangnya energi jati diri asli ini tertimbun dan tertutup oleh emosi – emosi negatif serta penyakit hati manusia plus tertutup oleh energi – energi alam yang secara sengaja ditarik masuk kedalam diri bagi praktisi – praktisinya.
Energi alam ini jika positif menempati lapisan ke dua (ruh ruhani) dan ketiga (ruh rubbani) dalam diri manusia, sesuai dengan kualitas drajat energi alam positif tersebut.
Energi alam negatif menempati lapisan terluar diri manusia (ruh jasad).
Namun sayangnya 91%, manusia banyak didominasi oleh aktifitas ruh jasad ini.
Ciri – ciri aktifnya ruh jasad adalah masih adanya emosi – emosi negatif dalam diri, penyakit – penyakit hati, emosi – emosi terpendam, sikap dan perilaku yang negatif dan lain sebagainya.

THE POWER OF FUNDAMENTAL
Akar dari diri adalah energi jati diri asli tersebut.
Energi jati diri asli menempati lapisan ruh Nur.
Energi jati diri mempunyai getaran terendah 20 juta / detik.
Bandingkan dengan getaran energi alam yang mendominasi ruh jasad diri manusia namun seakan akan dirinya sendiri mempunyai getaran 80 ribu / detik.
Energi fragmentasi jati diri yang berada di ruh jasad bisa saja mempunyai lapisan lebih dari satu, tergantung dari sudah berapa banyak evolusi kehidupan yang dijalaninya.
Belum lagi kita bicara energi fragmentasi jati diri yang terbentuk di kehidupan sekarang ini, di saat manusia tersebut hidup.

Jadi frekuensi asli dari energi jati diri asli tersebut sudah terbias dengan frekuensi energi fragmentasi jati diri yang terbentuk sepanjang hidup kita bahkan sepanjang evolusi kehidupan kita.
Frekuensi energi fragmentasi jati diri ini merupakan konsolidasi antara frekuensi emosi negatif – penyakit hati dan frekuensi energi alam yang telah masuk didalam diri.

Maka hal yang paling fundamental dalam kehidupan adalah merubah frekuensi jati diri, kembali ke kondisi aslinya.
Dengan merubah ini kita akan merubah Belief (kesadaran – keyakinan) dan values diri (tata nilai diri – cara pandang kehidupan) sehingga merubah karakter dan pola kebiasaan gaya hidup kita.
Dengan mengubah karakter maka otomatis mengubah perilaku kita. Dengan mengubah perilaku maka akan berakibat perubahan lebih baik pada cara kita merespon suatu masalah dan bagaimana kita mengambil suatu pilihan hidup.
Yang pada akhirnya mengubah takdir kita.
Jadi sejatinya takdir itu ada di tangan kita.
Pengubah takdir adalah suatu upaya yang diperjuangkan.
Upaya yang efektif adalah langsung menuju ke pusat masalahnya yaitu energi jati diri asli tersebut.
Energi jati diri adalah “Core engine” diri manusia.
Dengan begitu inilah apa yang disebut “Manusia seutuhnya”, suatu kondisi tampilnya diri dengan keghaiban jati diri asli.
Karena energi jati diri asli itu adalah sesuatu yang GHAIB murni.
GHAIB murni inilah kualitas keagungan asli manusia.

THERE IS NEED A TIME / MEMBUTUHKAN WAKTU
Sesuai dengan perjalanan evolusi kehidupan manusia yang berbeda satu sama lain, maka ini membentuk semacam bunker fragmentasi jati diri yang berlapis lapis.
Dan bunker ini membentuk power energi fragmentasi jati diri.
Taruhlah dalam satu periode major (didalamnya ada sub sub periode, rata – rata 15 s/d 20 sub periode) itu rentang waktunya satu juta tahun, sedangkan taruhlah di asumsikan sudah mengalami 9 periode major, maka bayangkan lapisan fragmentasi jati diri yang terbentuk.

Maka perlunya daya terobosan yang sangat besar untuk kembali ke jati diri murni tersebut.
Ech omong – omong siapa sich yang menciptakan fragmentasi jati diri yang aktif di diri ini ?…he..7x..ya kita – kita sendiri !, bukan Tuhan, bukan turunan, bukan orang lain !

Namun untuk perubahan besar besaran ini, terhalang oleh dua hal besar :
(1) Kehendak bebas diri.
Banyak dari diri ini sangat bermain dengan frekuensi fragmentasi jati diri kita.
Bahkan banyak yang menggunakan kekuatan fragmentasi jati diri justru untuk legalisasi kelemahan diri dan keterbatasn diri dalam melakukan perubahan.
Sejuta rasa berkilahnya, dan amazingnya bisa lho melakukan manuver manuver cantik dan dibungkus dengan kalimat – kalimat indah sehingga keterbatasannya itu tertutup dengan manuver cantik tersebut.
Alhasil …hoopla…saya ok dengan kondisi saya ini……hi 7x..padahal dia masih di fragmentasi jati dirinya itu.
Itulah pilihan dirinya….sangat disayangkan ya….justru terjebak dalam pusaran fragmentasi jati diri yang tak berkesudahan.
Itulah penjara mental yang sudah dibangun dirinya dengan sangat cantiknya.

(2) Namun banyak juga dari diri kita ini, yang perlu waktu cukup panjang dalam membuka diri dan memahami pentingnya kembali ke jati diri asli dalam perspektif resonansi jati diri asli, bukan teori jati diri.
Mereka – mereka ini sampai memerlukan evolusi kehidupan berikutnya berulang kali sejak kehidupan sekarang, yang nantinya…baru dech ngeh…lho kok ndak dari dulu ya…???

Semoga uraian ini menambah kualitas kedalaman keimanan dan ketakwaan diri ini.
Dan menambah wawasan sebetulnya manusia seutuhnya itu bagaimana ?, bukan hanya sekedar hidup !, karena sejatinya pertempuran terbesar itu ada didalam diri !, dan kemenangan baru tercapai apabila kita sudah menjumpai kualitas keagungan dalam diri yang sebenarnya !
Ndak usah cari – cari diluar, semuanya ada didalam !
Namun didalam diri yang mana ?, ya di lapisan ruh Nur kita.
Karena banyak yang terjebak di permainan dan keindahan lapisan ruh jasad diri, termasuk sistem dan tehnik yang berselancar di lapisan ruh jasad diri namun diyakini sebagai diri asli atau diri tertinggi atau sumber ruh asli….sangat disayangkan sekali.

SALAM KASIH DAN KEDAHSYATAN HIDUP
To Love To Care To Give
Navigator Eksekutif
Lembaga Indikator Resonansi Autentik Spiritual.