PSIKOLOGI MEMAAFKAN

PsikologiMemaafkan

Kedahsyatan hari ini “PSIKOLOGI MEMAAFKAN”
“Menakar kedalaman kesadaran jiwa”
Quotes of the day “Memaafkan sejatinya suatu bentuk kualitas jiwa dalam memahami gelar gulungnya hidup. Memaafkan adalah bagian dari usaha usaha mengalahkan diri sendiri dan usaha untuk mengagungkan jiwa”. B-AMA

Mungkin ini tulisan saya yang keenam atau ketujuh (sebab saya lupa) mengenai memaafkan. Namun dikarenakan masih banyaknya pertanyaan mengenai memaafkan dengan benar dan masih banyaknya saudara kita yang bergulat dengan kesulitan memaafkan.
Maka dalam kesempatan ini saya mencoba untuk mengulasnya kembali lebih detil namun padat.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40)

“It takes strong person to say sorry, and an ever stronger person to forgive” unknown

SEJARAH TIMBULNYA MEMAAFKAN DAN MINTA MAAF
Memaafkan dan minta maaf timbul dari suatu tingkat kesadaran positif terhadap kejadian masa lalu yang masih berlaku di masa sekarang.

Jadi kata kuncinya adalah banyak dari kita membebani jiwa kita dengan masalah dalam kejadian masa lalu namun tetap menghidupkannya di masa sekarang, alhasil banyak dari kita seakan akan hidup di masa sekarang namun nyatanya dia tetap hidup di masa lalu diakibatkan peristiwa peristiwa yang telah lalu tersebut namun masih melibatkan emosinya.
BODY LANGUAGE OF FORGIVENESS
/ Bahasa tubuh memaafkan.
* Adanya keterlibatan secara emosi diri kita dalam suatu peristiwa dimana dalam peristiwa tersebut kita adalah bagian dari salah satu aktornya.

* Faktor emosi penyebab timbulnya memaafkan adalah timbulnya profile bagian dari emosi jiwa seperti amarah, sakit hati, kebencian, dendam dll.

* Memaafkan adalah suatu usaha untuk menarik jiwa agar hidup di kehidupan sekarang, bukan bersuka cita di masa lalu namun seakan akan hidup di masa sekarang.

* Memaafkan bukan berarti menyetujui suatu perbuatan yg tidak baik.
Memaafkan adalah suatu usaha utk membebaskan diri dari faktor emosi yg terkandung dalam suatu kejadian masa lalu, sehingga memaafkan otomatis adalah suatu usaha untuk memerdekakan diri dari ikatan masa lalu untuk damai di kehidupan sekarang dan masa depan.

* Memaafkan adalah suatu sikap tegas diri agar keluar dari zona yang tidak menumbuhkan jiwa.

* Dalam kata lain memaafkan adalah suatu kesadaran bahwa setiap manusia itu mempunyai kelemahan dan suatu kesadaran bahwa dalam suatu kejadian yang kita sebagai aktor didalamnya sudah dipastikan kita belum tentu benar 100% dan juga belum tentu pihak lain juga benar 100%.

* Memaafkan adalah suatu tingkat kesadaran dimana kita sebagai aktor dalam diri sendiri memberikan ijin terhadap jiwa kita agar tumbuh dan berkembang di jalur kebeningan jati diri.

* Memaafkan adalah suatu bentuk kebesaran jiwa dalam memahami gelar gulungnya hidup dan dalam memahami sistem kerja azaz keadilan Tuhan.

* Memaafkan adalah suatu usaha untuk pindah kuadran kehidupan yaitu kuadran keluhuran jiwa ke kuadran keagungan jiwa.

* Memaafkan adalah suatu bentuk manifestasi keimanan dan ketakwaan kita kepada Sang Maha Dahsyat.

* Memaafkan adalah suatu tindakan pelepasan jiwa yang melibatkan emosi antar manusia. Jadi memaafkan bukan urusan Tuhan.
Ini urusan antar manusia.

* Memaafkan adalah bahan bakar untuk mendekatkan diri kita sedekat mungkin pada Sang Maha Dahsyat.

FAKTOR PENGHAMBAT MEMAAFKAN DAN MINTA MAAF DENGAN TULUS
Yang menghambat kita bisa memaafkan dengan tulus adalah ego, gengsi, setia pada amarah, nyaman di zona kebencian, megah dalam dendam, dsbnya yang semuanya adalah bentuk emosi negatif serta penyakit hati.

EFEK APABILA TIDAK MENJALANKAN MAAF
* Membebani jiwa dan menghambat ruh untuk bertumbuh.
* Membentuk rintangan hidup
* Menumbuhkan faktor sial
* Mempersempit faktor hoki
* Menghambat kelancaran hidup
* Mengganjal rejeki
* Mengganjal diri kita dalam menyelesaikan garis takdir positif kita
* Menumbuhkan jalur garis takdir negatif diri.

KIAT MEMAAFKAN
* Pahami betul bahasa tubuh memaafkan serta dampak dampaknya.
* Semangat ketulusan dan rendah hati

* Lepaskan faktor emosi dalam suatu kejadian.
Bukan melupakan suatu kejadian, namun faktor emosi didalamnya belum terselesaikan.

* Bikin cek list semua orang yang belum kita maafkan dan maafkanlah baik secara langsung atau jika sudah sulit diketemukan (hilang kontak) bermohon pada Allah ke jiwa yang bersangkutan dari urutan yang terberat sampai teringan.
Dan lingkupnya bisa saja anak atau istri dan keluarga besar ataupun handai taulan.

* Gunakan rasa jiwa bukan dengan pikiran.
Memaafkan jangan seperti minum air putih langsung glek, namun seperti minum milk shake ataupun minuman apapun yang mempunyai kenikmatan ketika diminum seakan akan kita ndak mau buru buru menelannya.

* Memaafkan itu urusan antar aktor yang terlibat didalamnya.
Maka memaafkan itu antar jiwa manusia.
Jadi bukan memaafkan badan atau pikiran atau peristiwa seseorang namun jiwanya !

* Ingat memaafkan itu tidak harus two way traffic (dua sisi jalur), namun bisa saja satu sisi jalur (one way traffic).
Ketika kita memaafkan jika ybs tidak menerima usaha memaafkan diri kita..itu ndak jadi masalah…yang penting kita sudah memaafkan dengan tulus dan beban sudah tidak di diri kita.

* Memaafkan bukan berarti kita harus bergaul lagi dengan yang bersangkutan, namun bukan berarti juga memutuskan tali silaturahmi.
Kita bisa saja berpisah sebagai seorang teman.

TANDA – TANDA MEMAFKAN DENGAN TULUS / KEBERHASILAN MEMAAFKAN

* Jika kita putar ulang kejadian tersebut, hati tetap merasa nyaman, hati kita lapang seperti nonton film drama di gedung bioskop, emosi kita tidak terganggu sedikitpun secara jiwa.
* Jiwa kita merdeka
* Kita hidup di masa sekarang, hidup di kekinian bukan di masa lalu
* Kita benar benar bahagia jiwa
* Suka cita dalam hidup
* Kreatifitas meningkat
* Kualitas jati diri bertumbuh
* Terbukanya hoki dan rejeki yang sudah merupakan milik kita
* Penguatan kelancaran hidup
* Adanya kemudahan kemudahan dalam hidup
* Kembali di jalur garis takdir positif kita.

Begitulah uraian mengenai memaafkan, mudah mudah an tulisan pendek ini membuka paradigma baru kenapa sich kita harus memaafkan !

Mudah – mudahan informasi ini menambah kedalaman keimanan dan ketaqwaan kita bersama.

Maha suci Allah yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Journey to the main source Sustainable Excellence
Initiating Action for Global Grandness Leadership