RESONANSI KESALEHAN ESSENSIAL

05 Aug 2015

ResonansiKesolehanEssensial
# RESONANSI KESALEHAN ESSENSIAL #
Menakar kedalaman dimensi sikap Saleh Essensial

Quotes Of the day
“Bagi orang yang memaknai kesolehan hidup dengan baik maka hidupnya serius, integritas dan bertanggung jawab. Hal ini seimbang dan bertumbuh baik secara vertikal maupun horizontal” B-AMA

Saudaraku yang baik hatinya,
Hidup serius itu bukan tanpa canda dan tawa yang menyejukan.
Namun hidup yang berintegritas serta bertanggung jawab.
Kesalehan formal sangat berbeda dengan kesalehan Essensial kehidupan kita.
Resonansi Kesalehan Essensial berbeda dengan Kesalehan Essensial rasional.

Kesalehan formal / lahir adalah pencitraan.
Hanya tampak dililuar, didalam jiwanya belum tentu.

Kesalehan formal bisa saja hebat di ucapan, hebat ditulisan, cuplik sana cuplik sini atau bahkan copas, namun dianya sendiri belum tentu sudah melampaui semua yang ditulis atau yang diucap.

Kesolehan Essensial adalah dari dalam dan terpancar keluar. Bukan hanya tampak diluar.
Resonansi Kesolehan Essensial adalah memastikan bahwa yang dipancarkan adalah energi murni hakiki Al Haq (getaran minimal 12 milyar / detik) bukan Al haq abal abal (getaran tertinggi di 90.000 / detik)

Sebab dalam integritas diri, kita harus bertanggung jawab terhadap kualitas yang kita pancarkan ke sesama.
Bisa saja tampak baik secara rasional namun energinya belum tentu baik.

Dalam sebuah hadis muslim, mengatakan :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk lahirmu atau hartamu, tetapi Allah melihat hatimu dan amal perbuatanmu”

PROFILE KESOLEHAN ESSENSIAL
* Keimanan vertikal, Keseriusan hidup
Hidup itu mempunyai asal dan tujuan hidup.
Namun hidup tidak cukup dengan adanya tujuan hidup akan tetapi perlunya keseriusan hidup yang penuh tanggung jawab yang bersifat pribadi, tidak ada pertanggungan jawab kolektif.

Di akherat tidak ada transaksi jual beli, tidak ada asosiasi, dan tidak ada syafaah atau saling tolong menolong.
Di akherat semua transaksi, asosiasi dan tolong menolong berhenti.

Keimanan vertikal juga menjalankan seperangkat ritual ibadah dengan kedalaman jiwa bukan hanya lahiriah.

* Keimanan horizontal,
Ada beberapa aspek yakni,
– manifestasi sifat sifat Tuhan pada sikap dan perilaku di kehidupan nyata
Jika kita mengatakan diri kita ber iman kepada Allah dan hari kemudian, maka salah satu konsekuensinya adalah menjalani hidup dengan sungguh sungguh karena kita akan mempertanggung jawabkan semua yang telah kita lakukan.

– Juga menjalankan zakat serta kepedulian sosial bagi yang betul betul memerlukan.

– Menepati janji, jika telah mengeluarkan janji.

– Bersikap tabah dalam menghadapi segala persoalan hidup, sabar dan tidak mudah putus asa.

* Keimanan Resonansi
Memastikan diri ini betul betul bebas dari segala bentuk energi negatif yang mempunyai ciri ciri frekuensi jati dirinya sampai dengan getaran 90.000 / detik.

* Keimanan Sunnatullah.
Dalam bahasa umum adalah The Universal Laws.
Yang berlaku untuk semua manusia, ndak perduli agama atau keyakinan apa dia.

Disinilah letak hukum.keadilan Tuhan serta Ar Rahman Ar rahiimNya kepada seluruh mahluk.

SOLUSI MENINGKATKAN KESOLEHAN DALAM DIMENSI LUAS

Afirmasi dzikir :
Ittaqulloha haqotuqotihi” (Bertakwalah kepada Allah sebenar benarnya Takwa), Ali Imron : 102. Minimal aktif di 9800% agar efektif.

Profile aspek resonansi jati diri ayat tsb secara umum adalah :
* Mempunyai frekuensi jati diri terendah di 3.041 Trilyun^2
* Berisi aparat Ilahi jalur Nur Al Nur berjumlah 1.700 Trilyun.
* Pusat energinya berada di alam ketakwaan / kesucian hakiki ( 1.027 Oktoliun^3 km dari alam Firdausin. Oktoliun = 10^27).

Demikian uraian kesolehan essensial.mudah mudah an bermanfaat secara positif kepada pembaca yang budiman.

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership