RESONANSI RAHMATAN LIL ALAMIN

04 Aug 2015

Rahmatan lil alamin

RESONANSI RAHMATAN LIL ALAMIN
Sebuah kajian Etimologis dan resonansi

Quotes of the day
“Rahmatan lil alamin adalah pancaran energi keagungan Al Haq dari dalam diri manusia untuk kemulyaan – keselamatan manusia dan seluruh alam, maka sudahkah kita mewujudkannya ?” B-AMA

Saya pernah bertanya ke salah satu sahabat ketika kita didalam satu mobil dan dia yang menyetir mengenai apa sih fungsi Islam di kehidupan?, dan dia menjawab sambil tertawa dan bangga, “gimana sih kamu ya Rahmatan lil alamin laah “!
O ya ya….jawab saya.

Namun dua detik kemudian mobil disalip dengan mendadak oleh sepeda motor, terpaksa sahabat saya itu ngerem mendadak dan sedetik kemudian ngejar motor tersebut dan di pepetnya sambil buka kaca serta marah marah !
Hadeeee…rahmatan lil alamin..o yeee !

Saya tanya ke dia, rahmatan lil alamin gitu ya?
Namun dia masih saja marah marah..”ndak bisa gua harus marah dong, masak gitu dibiarin..dan seterusnya dan seterusnya”
Wach..9x…speachless saya…he..9x

Inilah contoh sikap dan perilaku yang bertabrakan dengan kesejatian rahmatan lil alamin hakiki.
Sikap dan perilaku bisa secara verbal maupun non verbal (bahasa tubuh, tulisan dan gambar).

Makna rahmatan lil alamian adalah
“Kami tidak mengutus engkau wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” QS Al Anbiya : 107

Rahmat bagi seluruh manusia dalam batas batas tegas memulyakan sebagai hubungan antar manusia.
Akan tetapi tidak bertoleransi mengenai konsep Ke Tuhanan atau mencampur adukkan masalah Ke Tuhanan.

MENAKAR KEDALAMAN MAKNA RAHMATAN HIDUP
Tujuan – Tugas – Fungsi

Tujuan diciptakannya manusia :
Manusia diciptakan bukan untuk main main melainkan untuk mengembankan amanah sebagai khalifah / pengelola bumi serta manifestasi sifat sifat Tuhan di kehidupan nyata untuk amar ma’ruf nahi munkar (sebuah ajakan menjalankan yang baik dan meninggalkan yang buruk) kepada sesama

Tujuan hidup vertikal adalah keridhaan Allah.
“Katakanlah Muhammad, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
tidak ada sekutu bagi-NYA, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama – tama berserah diri (muslim)” Al- an’ aam : 162 – 163

Tujuan hidup horizontal adalah rahmat bagi segenap alam baik untuk individu, anggota keluarga, warga lingkungan dan kampung, warga suatu negeri, warga dunia dan warga alam semesta (Al Anbiya : 107)

Tugas Hidup,
Beribadah, yaitu mengabdi, melaksanakan pengabdian dan mendekatkan diri sedekat mungkin pada Allah.
Ibadah dalam arti menjalan ritual serta rukun Iman.
Manifestasi ibadah dalam arti segala perbuatan, perkataan dan sikap segita dasar yakni ;
(a) Iklash, sebagai fondasi titik tolak hidup
(b) Mardhatillah / keridhaan Allah sebagai titik tuju
(c) Amal shaleh sebagai garis akhlak dan amal.

Fungsi hidup,
Sebagai Khalifah, “wakil Tuhan” diatas bumi ini, yaitu memanifestasikan nilai nilai rahmatan lila alamin dan sifat sifat Tuhan Allah ke dalam kenyataan gelar gulung hidup sehari hari.

Kenapa?
Bukankah semua mahluk diserahi mengelola alam itu ndak sanggup kecuali manusia, namun sayangnya justru manusia merusaknya baik terhadap sesama maupun alam.

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka kawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu yang menyanggupi adalah manusia dan dipikullah oleh manusia, namun manusia sendiri yang menghancurkannya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh” (Al Ahzab : 72)

MANIFESTASI RAHMATAN SECARA
RASIONAL – RESONANSI

Manifestasi secara rasional adalah dengan sikap dan perilaku yang agung terhadap sesama dan alam secara stabil.

Manifestasi secara resonansi :
Permasalahan besar manusia sebagian besar adalah terlampau didominasinya dirinya dilapisan ruh jasad.
Ruh jasad adalah gudangnya emosi negatif dan penyakit hati.
Getaran tertinggi lapisan ini adalah 90.000 detik.

Oleh karenya jalan keluarnya adalah :
(1) Kembali ke fitrah asli manusia, ciri cirinya adalah :
(a) Masuk dalam lapisan ruh utama manusia yaitu di getaran kualitas jati diri minimal 12 Milyar / detik dan selalu bertumbuh setelah itu.

(b) Bebas total dari segala energi emosi negatif dan penyakit hati.

(2) Memancatkan energi positif dimanapun dan kapanpun

(3) Memastikan diri selalu bebas dari segala energi negatif.

SOLUSI :
Selalu ber arfirmasi dzikir sebagai berikut :
Ta awudz + Basmallah
At Taqwa ya Arhamar rahimin
Alhamdulillah hirrobil alamin
Allahu ya Allah Subhanalah walhamdulillah wala illa ha illalah hu Allah hu Akbar
Allahu ya Allah Wahuwal aliyul adzhim

Mempunyai frekuensi jati diri terendah di 7.400 Quartaliun (10 pangkat 37)
* Berisi aparat Ilahi jalur Trinitan berjumlah 3.400 Kuintiliun pangkat 7
* Pusat energinya berada di alam kedahsyatan hakiki ( 3.900.000 lapisan alam dari Firdausin)

Demikian kajian rahmatan lil alamin ini, mudah mudah an bermanfaat positif bagi semuanya….amin.

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership