RESPECT OTHERS

15 Oct 2014

Kedahsyatan hari ini “RESPECT OTHERS”
Quotes of the day “Sejatinya salah satu penyebab rintangan hidup manusia adalah efek dari sikap diri yang tidak mulya (menghina, memfitnah dll) terhadap sesama dan tidak minta maaf dengan tulus ke pribadi terkait. Maka sudahkah kita menyadarinya ?” B-SANMA

TANGGUNG JAWAB HIDUP
3 faktor dasar kehidupan adalah Diri sendiri, sesama dan alam.
Manusia harus bertanggung jawab terhadap 3 faktor dasar kehidupan tersebut dari semua perbuatan dan sikap kita verbal maupun non verbal, baik lisan maupun tulisan.

Maka sesungguhnya rintangan hidup manusia itu yang membangun dirinya sendiri, yang penyebabnya sebagian besar adalah sikap terhadap sesama dan tidak pernah meminta maaf dengan tulus.

Apa lagi jika perbuatan tidak mulya itu dalam bentuk tulisan.
Selama tulisan tersebut masih ada maka energi negatif yang ditimbulkannya akan memancar terus membentuk rintangan hidup si penulis.
Sungguh jangan menganggap sepele terhadap sikap kita baik lisan maupun tulisan karena kita semuanya harus bertanggung jawab.
Bukankah setiap detik kita dinilai oleh Sang Maha Pencipta ?

Hubungan antar manusia / hablu minanas itu Tuhan Sang Pencipta tidak ikutan.
Jadi jika kesalahan antar pihak maka minta maafnya ya kepada yang bersangkutan bukan kepada Tuhan, atau mengharapkan Tuhan memafkannya, itu ndak bisa.

Bukankah Tuhan Sang Maha Pencipta itu mempunyai sifat Maha Adil ?
Maka jika kita berbuat tidak mulya (menghina, menjelkkan dll) terhadap sesama dan minta ampunnya pada Tuhan, serta Tuhan memaafkan orang tersebut maka hal ini mengugurkan ke Maha Adil lan Tuhan !, karena tidak adil pada pihak lain.
Tuhan pasti memaafkan setiap hambanya karena ada sifat Maha Pengasih dan Penyayang, namun dengan sifat ini pulalah maka Tuhan Sang Maha Pencipta tidak masuk di domain hubungan antar manusia, dan ini sudah diingatkan di salah satu ayatNYA di salah satu Kitab Suci.

Jadi jika kita berbuat salah pada sesama dan hendak mencucinya dengan jutaan ritual tanpa meminta maaf langsung kepada ybs, dikarenakan janji dari jalan kebebasan yang dipahaminya secara sempit, sesungguhnya hal tersebut tidak pengaruh sama sekali.

Tegas sekali aturan mainnya, kesalahan pada manusia ya minta maafnya pada manusia.
Kesalahan pada Sang Pencipta ya meminta maafnya pada Sang Pencipta.
Jangan kemudian membuat kesalahan atau sikap yang tidak mulya pada manusia namun gengsi minta maaf, dan minta maafnya pada Tuhan, walah ini ndak ngefek sama sekali..lha wong aturannya sudah jelas…kok bikin aturan baru..he..7x.

Maka yuuk kita sama – sama membenahi kualitas hidup kita dengan memperbaiki kualitas hubungan dengan sesama, bukankah manifestasi keimanan dan ketaqwaan kita pada Sang Maha Pencipta adalah salah satunya dengan memulyakan sesama bukan?

Mudah – mudahan informasi ini menambah kedalaman keimanan dan ketaqwaan kita bersama.

Salam kasih dan kedahsyatan hidup
Semangat berbagi untuk ke Agungan hidup, perspektif kecerdasan resonansi jati diri.
Navigator Resonansi Jati diri
Konsultan Resonansi Kepemimpinan
Amabilidad es el portador de la paz !
To Love -ToCare -ToGive