Samudra energi kehidupan

SAMUDRA ENERGI KEHIDUPAN
*_Berselancar pada dunia tiada ujung_*
oleh
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia, serta Kritikus Energi Spiritual_
__Al Haq Transpersonal Navigator_
_Pusat Komando Jaringan Terpadu Poros Badar Al Haq Rahmatan Lil Alamin_

“Samudra energi kehidupan sangatlah luas dan ber lapis lapis tiada ujung.
Ada pesisir energi, ada pantai energi, ada tengah Samudra energi dan ada palung palung terdalam samudra energi yang sangat sulit dijangkau dengan cara cara biasa.
Sudahkah kita menyadari berada di posisi samudra energi yang mana jiwa kita?”
LivingOnAlHaq Scientific Wisdom

Masihkah ingat tulisan saya mengenai “Leadership dan energy ?, nach tulisan kali ini adalah lanjutannya.

Jika kita amati rata rata manusia menggolongkan energi menjadi 3 yaitu energi Bumi (Mother Earth Energy), energi manusia (Human Field energy) dan terakhir Energi Langitan (Divine Energy).

Dari pembagian tersebut sangat terlihat jelas bahwa membaginya berdasarkan kecerdasan indrawi (yang tampak fisik Bumi, Manusia dan Langit), padahal jika kita bicara energi ya seharusnya pakai bahasa energi.

Akibatnya ya itu, *pertama* mengolah ngolah pendekatan energi dan memahaminya dengan kecerdasan emosi.

Yang *kedua*, bagi praktisi energi karena keterbatasan pengetahuan serta fanatisme terhadap pengetahuan tertentu, dan menitik beratkan faktor kemudahan mendapatkan energi tertentu plus janji manfaat yang wah (jadi rumusnya mudah mendapatkannya dan hebat hasilnya) maka main sedot dan main olah saja energi tsb.

Tahukah ?*
*Energi Bumi (Mother Earth Energy)* berada di frekuensi berapa dan kandungan energi positif – negatifnya berapa?

Coba renungkan kenapa sich manusia diturunkan ke Bumi?, kenapa ndak parkir saja di Surga atau alam alam positif diatas Surga?

*Energi manusia (Human field Energy)*, tahukah ada berapa lapis?
Bukankah ada energi fisik, energi jasad (inti dari energi fisik), energi ruhani, energi Rubani dstnya.

Dan masing masing beda frekuensi serta karakternya, al hasil kualitas energinya juga berbeda satu sama lain antar lapisan energi dalam diri manusia.

Jadi yang Anda olah itu energi yang mana?, bukankah masing masing lapisan berbeda kualitas?
Juga bukankah banyak yang baru masuk di lingkup energi jasad, seakan akan sudah menembus segalanya?

*Energi Langitan / Divine Energy*
Yang ini lebih memprihatinkan lagi.
Pokoknya niat, maka jadilah energi Langitan dan bisa nyembuhkan ini itu.

Untuk fenomena ini, saya mau bertanya sederhana pada Anda, jika itu betul energi langitan / energi keTuhanan / Divine energy dan bisa sembuhkan, akan tetapi kenapa Anda sendiri tidak bisa sembuhkan sisi gelap Anda (emosi negatif dan penyakit hati) dan kenapa didalam diri Anda masih saja ada macam macam energi negatif seperti energi Jin, energi Siluman dsbnya?

Jadi Divine energy yang mana?, energi langitan yang mana?, bedakan antara istilah bikinan manusia dengan asli energinya.
Bukankah langitan itu ber lapis lapis? energi Jin dilangit, energi Siluman juga dilangit, dstnya.

Apakah karena mudah mendapatkannya dan bisa menyembuhkan lantas digolongkan sebagai energi Langitan / energi Tuhan / Divine energy, sadarkah Anda energi negatif bisa juga menyembuhkan dan mencipta, maka….?

*Al Haq Divine energy = Divine energi murni hakiki*
Salah satu prasyarat mutlak Divine energy murni hakiki mau hadir dalam diri manusia adalah, ybs harus terlebih dahulu bebas total secara stabil dari segala bentuk emosi negatif dan penyakit hati, setelah itu baru harus lulus terhadap syarat syarat lainnya.

Mendapatkan Divine energy murni hakiki perlu perjuangan yang berkelanjutan, jangan samakan mendapatkan Divine energy murni hakiki seperti Anda ambil batu di jalanan, tidak ada perjuangan sama sekali, namun kepingin dapat yang berkualitas hebat, ya betul sich hebat namun ya hebat di kelas batu jalanan tersebut.

Getaran terendah Al Haq Meta Divine energi (belum  masuk di zona Al Haq Divine energi) dengan satuan Zat Allahu Robbi Tiada Batas / detik, bagaimana dengan energi kualitas Al Haq Divine energy?

*Integritas energi*
Namun apakah yang terjadi?
Banyak yang baru bermain di pesisir samudra energi, akan tetapi kalau cerita seperti sudah seakan akan sudah menjelajah di palung palung terdalam samudra energi.

Banyak yang baru berenang di pantai atau berenang di laut namun masih dipermukaan samudra energi, akan tetapi kalau cerita seakan akan sudah “katam” di palung palung samudra energi.

Bisa juga ketika Anda sedang heboh hebohnya cerita suatu kisah perjalanan samudra energi,…eeeee, ternyata Anda beda samudra energinya dengan saya…he…9x piye toh jal jal…

Jadi perlu jeli juga samudra energi mana yang Anda jelajahi, khan ada istilah *”hindari berjuang di medan pertempuran yang salah”.*

*Maka kenapa kita sangat perlu ketrampilan Al Haq Self Leadership, bukankah salah satu titiknya adalah *Personal Bashirof*
*Sungguh Maha tahu dan Maha teliti Allah terhadap segala isi dalam diri manusia.*

Akhir kata saya ingin sampaikan bahwa *Bukankah puncak puncak gunung dan dasar dasar palung lautan terdalam kecendrungan sepi dari manusia dibandingkan dasar gunung dan pinggiran pantai yang ramai dengan hiruk pikuk manusia, maka masihkah Anda keblinger dengan suatu energi yang ramai dengan hiruk pikuk manusia ?*

Begitu gambaran sekilas mengenai Leadership dari sisi pandang Kecerdasan Gurat Jagad Jati diri al Haq.

Semoga penjelasan ini mampu menghijrahkan diri kita di samudra taqwa tiada ujung dan mampu melaksanakan Khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati “(At-Tagabun [64] : 4)

Mari posisikan diri ini sebagai *manusia pembelajar, selalu belajar untuk konstan bertumbuh di jalur Al Haq Hakiki, total kaffah Grandness inside, Greatness Outside*

#Membumikan kesadaran Iman kepada yang Ghaib
#Membumikan ahlak Islam yang Humanis Islami.
# Membumikan LivingOnAlHaq Rahmatan lil alamin dan mewujudkan Khairunnas anfauhum linnas #
Sebaik-baik manusia dialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya

Semoga bermanfaat,
Wallahu a’lam bish-shawabi
Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lereng Gunung Gede
Jum’at, 28 Agustus 2020
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Fiat veritas, et pereat mundus