SAYA PANCASILA – SAYA PANCASILAIS – SAYA AL HAQ PANCASILAIS ?

11 Jul 2017

*# SAYA PANCASILA – SAYA PANCASILAIS – SAYA AL HAQ PANCASILAIS ? #*
_Suatu kajian makna Pancasila dari aspek Etimologi – Historis – Terminologi – Kecerdasan Resonansi Jati diri / Inner Pancasila_
 
“Pancasila tidak cukup hanya sebagai Dasar negara, Ideologi dan Kepribadian Bangsa, namun jauh lebih dalam Pancasila adalah wujud dari semua lapisan kepemimpinan diri sejati dikehidupan nyata, itulah implementasi kesejatian Rasio dan Inner / Essence Pancasila”
B-AMA, Al Haq Scientific Wisdom
 
*Al Haq Inner Rahmatan Lil Alamin Movement*
NO
Crime, Hate Spech, Brutality, Againts Humanity, Vileness, Personal Harmness
 
Dalam momen 1 Juni 2017 ini, sebagai semangat mempringati Pancasila (meskipun secara historis sejatinya kelahiran Pancasila pada tgl 18 Agustus 1945) banyak saudara kita mengatakan *Saya Pancasila*.
 
Saya jadi merenung dan saya juga memahami serta mengerti kenapa akhir akhir ini Bangsa kita gonjang ganjing, hal ini dikarenakan banyak yang meyakini *Saya Pancasila*, bukan *Saya seorang Pancasilais*, apalagi lebih dalam *Saya Al Haq Pancasilais*, lho apa bedanya?
 
Nach mari kita simak uraian dibawa ini,
 
*Pancasila dari aspek Etimologi*
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang merupakan bahasa Kasta Brahmana di India.
Panca artinya Lima
Syla artinya Batu sendi, alas atau dasar
 
“Pancasila” yang dimaksudkan adalah adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”.
Adapun istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i *bermakna 5 aturan tingkah laku yang penting.*
 
*Pancasila dari aspek Historis*
Secara harfiah, pancasila itu diartikan sebagai dasar yang memiliki lima unsur. Pancasila merupakan istilah yang diusulkan dan dipopulerkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya disidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945, yang untuk selanjutnya ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila.
 
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945 disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 termasuk Pembukaan UUD 1945 di mana didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip atau lima prinsip sebagai satu dasar negara yang diberi nama Pancasila.
 
Walaupun dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tidak termuat istilah “Pancasila”, namun yang dimaksudkan Dasar Negara Republik Indonesia adalah disebut dengan istilah “Pancasila”.
Hal ini didasarkan atas interpretasi historis terutama dalam rangka pembentukan calon rumusan dasar negara, yang secara spontan diterima oleh peserta sidang secara bulat.
 
*Pancasila dari aspek Terminologi*
 
Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu telah melahirkan negara Republik Indonesia.
Panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD negara Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945.
 
Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila.
Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 inilah yang secara konstisional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia.
 
*Pancasila dari aspek Kecerdasan Resonansi Jati diri / Inner Pancasila*
 
*Saya Pancasila*
Saya itu Pancasila
Saya = Pancasila
Hanya benda, tidak mewujud dalam hakekat Pancasila iti sendiri
Memahami Pancasila secara Rasio.
 
Manurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) online
Arti dari Pancasilais adalah:
Pan.ca.si.la.is
Nomina (kata benda) penganut ideologi Pancasila yang baik dan setia.
 
*Saya Pancasilais*
Saya adalah wujud / implementasi dari Pancasila itu
Berarti
Saya mempraktekan hakekat Pancasila itu dikehidupan nyata.
Saya Pancasilais = Implementasi nyata dari Rasio Pancasila
 
*Saya Al Haq Pancasilais*
Saya adalah implementasi ruh dari Pancasila itu
Berarti
Saya mempraktekan hakekat ruh Pancasila itu dikehidupan nyata.
Saya Pancasilais = Implementasi nyata dari Inner Pancasila
Inner = Essence energi Pancasila
 
Jika hanya sebagai jargon
Maka memang tepat
*Saya Pancasila*
 
Namun
Jika maksudnya menjiwai dan mewujudkan Pancasila dalam setiap gerak hidup maka *Saya Pancasilais*, lebih totalitas lagi adalah *Saya Al Haq Pancasilais*, penegasan gerak hidup dengan Cover both side (Rasio + Inner)
 
Contoh sederhana
*Saya Pancasila*
Maka
Saya bisa saja hapal butir butir Pancasila,
Namun jiwa dan kehidupan saya belum tentu Pancasila.
 
*Saya Pancasilais*
Bisa saja saya tidak hapal butir butir Pancasila
Namun
Jiwa saya terisi penuh dengan gerak hidup Pancasila dan hidup saya sudah harmoni dengan Pancasila
 
*Saya Al Haq Pancasilais*
Bisa saja saya tidak hapal butir butir Pancasila
Namun
Jiwa saya terisi penuh dengan gerak hidup Pancasila dan hidup nya meancarkan energi Al Haq Pancasila dalam setiap kesempatan.
 
Contoh lain,
Seorang yang berjiwa Pancasila jauh dari sikap kasar, brutal, ego, ngambekan, ngomong kasar, ngomong pedes pedes, susah memaafkan, bersikap culas, khianat, pencitraan, lain ucapan dan lain dalam hati, korupsi, narkoba, dsbnya.
 
Sebab semua itu wujud dari Sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa
 
Bagaimana seseorang mengamini kalomat Tauhid sedangkan sikap dan perilakunya justru mencederai kalimat Tauhid itu sendiri?
 
Seperti banyak orang Islam, namun sedikit sekali yang berkualitas minimal Muslim, Mukmin dstnya…
 
Oleh karenanya
Bisa saja banyak yang Saya Pancasila, namun sedikit sekali mereka sebagai *Pancasilais Hakiki*
 
Pancasila mempunyai dua sisi implementasi,
(1) Rasio Pancasila
(2) Inner Pancasila
 
Pancasila dari aspek Kecerdasan Resonansi Jati diri bukan hanya menggali dari sisi Rasio Pancasila (butir butir Pancasila) namun juga dari sisi Inner Pancasila yaitu kandungan energi didalamnya.
 
*Inner Pancasila adalah Essence Pancasila*
 
Kekuatan kandungan Pancasila adalah kekuatan energi *Al Haq* dari Al Qur an
Al Haq adalah sumber dari segala sumber kebenaran.
 
Al Haq adalah kebenaran hakiki.
Kebenaran selain – NYA, adalah nisbi dan relatif.
Al Haq meskipun berasal dari litelatur Islami namun sejatinya adalah Universal, *Al Haq adalah Universal*
Kenapa?
 
Sebab energi Al Haq meliputi seluruh lapisan Maha Ruang Alam Semesta Raya dan sebagai dasar berlangsungnya sistem Sunnatullah / Universal Laws.
Universal Laws bicara masala keberlakukan hukum universal ke seluruh manusia ndak perlu Agama apa dia, etnis apa dia.
 
Jika
Truth / Kebenaran adalah Rasio dan masih relatif serta nisbi
maka
Al Haq adalah sumber energi Kebenaran / Inner
 
Oleh karenanya
Saya Al Haq Pancasilais adalah pribadi yang menegakkan *Al Haq Self Inner Leadership Pancasila*
Yaitu
Kepemimpinan diri sejati berfondasikan Pancasila baik Rasio maupun Inner (energi Al Haq yang ada di Pancasila)
 
Mewujudkan secara nyata nilai nilai luhur Pancasila di kehidupan nyata berfondasikan kebenaran Al Haq (bukan Pancasila dari kebenaran individu atau golongan) sehingga tidak hanya bergerak di Rasio.
 
Terakhir,
Dari ciri khas bentuk energi jati diri *Saya Pancasila* adalah
“Berupa tirai / tembok energi berwarna hitam dan putih”
 
Sedangkan
Saya Pancasilais, mempunyai dua kedalaman implementasi
 
(1) Saya Pancasilais,
Namun prakteknya dalam keseharian survey membuktikan bahwa tidak semua mempraktikan nilai nilai Pancasila dan pemahaman masih dalam tataran mewujudkan Rasio Pancasila.
 
Saya Pancasilais dalam ranah Rasio Pancasila, ciri khas bentuk energi hati dirinya adalah :
Pusaran besar berwarna putih menebar gelombang seperti asap energi putih ke segala arah.
 
Sedangkan
(2) Saya Al Haq Pancasilais.
Adalah mereka yang mewujudkan Pancasila secara Rasio dan Inner dengan basis energi Al Haq.
Juga
Bermakna lebih dalam lagi adalah *penegasan dalam diri (Promise Keeping) untuk mewujudkan nilai nilai Pancasila Cover boh side (Rasio + Inner) di kehidupan nyata dalam semua aspek.*
 
Ciri khas bentuk energi jati diri *Saya Al Haq Pancasilais* adalah
Pusaran besar berwarna putih bening kristal menebar gelombang seperti asap energi bening dan bola bola bening kecil ke segala arah.
 
Maka kalau saya pribadi lebih nyaman di *SAYA SEORANG AL HAQ PANCASILAIS*
 
Mudah mudahan kita semua berjuang untuk menjadi pribadi yang lengkap dalam kehidupan berbangsa dan bernegara totalitas Cover Both Side yaitu Saya seorang Al Haq Pancasilais, amin
 
*Fight for – Awakening*
Human Inner Origin, Promise Keeping & Integrity, Grandness Prophetic Leadership, Humanity, Unconditional Love Awareness, Justice – Peace -Prosperity, Nature Awareness.
 
*Let’s Unleash Origin Al Haq Leader In You*
Living on Al Haq Values in Grand Divine Real World application
 
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Human Al Haq True Self Resonance Navigator
 
Grandness Leadership Intelligent Center
Imperium Garda Ring Waqulja Al Haq Yaa Haq
Gen Ores (Generation Origin Resonance)
Generasi Perduli kemurnian ahlak berbasiskan energi Al Haq Kepemimpinan Diri Sejati