Sayap – Sayap Meditasi

15 Jan 2014

SayapMeditasi

Ke Agungan hari ini “SAYAP – SAYAP MEDITASI”
Quotes of the day “Kaum puritan yang sangat kaku dalam memaknai suatu pengetahuan, langsung mengatakan bahwa meditasi adalah haram. Hmmmm, mereka ndak sadar shalat adalah meditasi, tafakur adalah meditasi, fokus nyetir mobil adalah meditasi, main catur itu meditasi, afirmasi itu meditasi, berdzikir itu meditasi. So, masihkah dikatakan meditasi itu haram ?”B-AMA

Meditasi sejatinya adalah suatu penjelajahan dunia didalam diri dimana manifestasi medan energi yang terbentuk, dipancarkan keluar. Sebagaimana layaknya suatu perjalanan, sudahkah kita mempunyai tujuan yang jelas ? Serta perbekalan yang mempunyai bahan baku yang bermutu ?
Inilah yang membedakan kualitas hasil dari tehnik meditasi itu berbeda – beda satu dan lainnya.

Meditasi yang baik adalah memurnikan bahan bakunya, bukan sibuk pada tehniknya.

Meditasi adalah penguatan lapisan – lapisan didalam diri untuk menjadikan kehidupan yang lebih meditatif dan bukannya selalu mojok di tempat sunyi dalam posisi tertentu lalu baru bisa mendapatkan ketenangan dan keharmonisan.
Justru yang diperlukan kita harmonis dan tenang di tengah tengah hiruk pikuk kehidupan, kita harmonis dan tenang dalam menghadapi segala cuaca kehidupan yang sudah tidak lagi ramah.
Itulah hidup meditatif, menjadi pribadi yang tak tergoyahkan dan selalu bertumbuh serta selalu mengirim resonansi (getaran dan gelombang) ke sekelilingnya (seperti tampak pada gambar).

Meditasi adalah suatu disiplin tinggi dalam perjuangan yang sangat hebat dalam menempuh perjalanan yang tiada ujung atau never ending process !
Meditasi tidak bisa asal – asal an, atau ingin sim salabim langsung bisa….sim salabim 2 atau 3 hari kualitas meditasinya sudah sampai master !, mantabs khan ?, kok bisa ?, lah wong khan banyak yang jualan sekarang seperti itu ?, ada uang gua bayar !…he..7x..khan yang penting gua sudah master nich !
Dari sini saja sudah ketahuan kualitas meditasinya !

Sekali lagi meditasi adalah penjelajahan kedalam diri, sedangkan diri ini adalah miniatur maha ruang alam semesta yang selalu bertumbuh, jadi ruang yang disediakan untuk penjelajahn ya tiada ujung.

Maka tidak bisa dihindari bahwa meditasi masuk dalam ruang lingkup kehidupan spriitual !, spiritual ya bukan supranatural atau kemampuan metafisik.
Spiritual hanya mempunyai satu kata kunci pokok yaitu menjelajah kebeningan dalam diri untuk mendekatkan diri sedekat mungkin pada BELIAU.
Yang lain – lainnya adalah sayap, kemampuan supranatural dan metafisik adalah sayap, kita tidak fokus ke sayap !

Meditasi murni mencetak pribadi yang spiritual murni. Spiritual murni bisa saja tidak mempunyai kemampuan supranatural atau metafisik !
Spiritual murni fokus dan menyatu pada lantunan lagu nan indah resonansi kasih sayang, kebesaran, kemulyaan. keperkasaan, kegagahan, kedahsyatan Tuhan Allah Sang Maha dahsyat.

Jadi total tidak memerlukan kemampuan supranatural atau metafisik, ini bukan tujuan utama, namun bisa saja sifatnya bonus !
Bonus yang mengatur ya BELIAU, bukan sengaja untuk dikejar.
Itulah manifestasi rasa penyerahan diri padaNYA.

Maka sekali lagi sudahkah kita memurnikan tujuan meditasi kita ?, sebab jika kemurniannya dipertanyakan maka otomatis mempengaruhi perbekalan guna mendukung penjelajahan meditasi tersebut dan hal ini juga sangat ber efek pada kualitas bahan bakunya perbekalan tersebut.

Alhasil total seluruh hasil meditasi kita tidak tepat sasaran, yang didapat adalah keindahan yang keropos, bukan intinya, bukan keindahan abadi yang bertumbuh, pahami ya abadi yang bertumbuh !, kenapa ?, ya karena banyak sekali yang menemukan fenomena keindahan meditasinya masih di lantai itu itu saja, tidak bertumbuh…ada yang merasa bertumbuh namun bukan keatas namun kesamping.
Ada juga yang bertumbuh baru saf – safnya saja namun masih dalam satu kategori frekuensi alam jati diri meditasi yang sama, namun merasa sudah sampai puncak…mentok..dok !, ndak ada lagi diatasnya…he..7x.

Maka yuuk. kita beningkan tujuannya dulu, bukan langsung sibuk pada perbekalan serta bagaimana cara melakukan penjelajahan.
Itu sama saja kita main bola di lapangan bola tanpa ada gawangnya !
Canggih cara nyepak bolanya sih canggih, larinya hebat…wuach pokoke hebat dueeech…namun tetap saja muter muter di lapangan tersebut, lha womg ndak ada gawangnya !

Jika kita mau memurnikan diri, membeningkan diri maka fokus pada tujuan, bukan sayap tujuannya dan bukan sayap sebagai sarana untuk mencapai tujuan !, itu ke balik my friend !
Bukankah begitu?

Salam kasih dan ke Agungan hidup
Navigator executive
To Love- To Care – To Give