Tanya jawab Human State Resonance Terapi

28 Jan 2014

TANYA JAWAB HUMAN STATE RESONANCE TERAPI

Tolong Jelaskan Secara Singkat, Apa itu Human State Resonance Terapi?

Human State Resonance Terapi adalah terapi untuk gangguan mental dengan metode tertentu yang ilmiah dan sudah terbukti berhasil. Human State Resonance Terapi bisa membantu mengatasi hampir semua masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku dan resonansi jati seperti dapat dilihat pada TS-CODE-Human Resonance Map. Orang yang melakukan Human State Resonance Terapi disebut True Self Terapi . Seorang True Self Terapi bisa membantu Anda mengatasi stress, depresi, trauma, fobia, kecemasan, gagap, masalah kepribadian, masalah pencapaian pribadi puncak dan sebagainya. True Self juga bisa membantu Anda untuk mendapatkan kepercayaan diri, membentuk mindset sukses, motivasi dan membantu dalam menentukan pilihan.

Apakah Saya Akan Diberi Obat?

Tidak. Human State Resonance Terapi tidak menggunakan obat sebagaimana Anda diberi obat penenang atau anti depresan oleh psikiater. Kami memandang bahwa psikofarma (obat untuk gangguan psikologis) memang bisa membantu, tapi sifatnya simtomatis. Yang dimaksud simtomatis adalah obat itu hanya mengatasi gejala yang muncul, bukan akar penyebab gejala yang muncul. Itulah mengapa pengguna psikofarma cenderung ketergantungan atau gangguannya kambuh apabila tidak mengkonsumsi obat.

Apakah Ada Tindakan Fisik Dalam Human State Resonance Terapi?

Tidak. Selain tidak menggunakan obat dan ramuan, dalam Human State Resonance Terapi juga tidak ada tindakan fisik. Human State Resonance Terapi tidak menggunakan suntikan, operasi, pijatan, latihan fisik dan sebagainya. Proses Human State Resonance Terapi berlangsung seperti diskusi yang mendalam mengenai pikiran Anda serta pengelolaan resonansi jati diri Anda.

Gambarkan Secara Singkat Proses Human State Resonance Terapi Itu?

Human State Resonance Terapi diawali dengan menganalisa masalah Anda dan menentukan tujuan dari Human State Resonance Terapi. Setelah itu, akan dilakukan Human State Resonance Terapi dengan metode tertentu yang cocok dengan masalah Anda. Ada beragam metode yang bisa digunakan. Secara umum, Anda akan diajak berpikir dengan cara tertentu, merenung dengan teknik tertentu, merasakan kembali, mengingat kembali, mempelajari kembali, mengakses kesadaran Anda, menggali bawah sadar Anda serta merasakan resonansi jati diri Anda dan sebagainya.

Apa Yang Akan Saya Alami Selama Human State Resonance Terapi?

Umumnya orang akan merasakan kedamaian dan ketenangan serta perluasan kesadaran selama proses Human State Resonance Terapi. Namun sebelum mendapatkan kedamaian dan kesadaran tersebut, untuk sebagian orang perlu mengakses resonansi memori yang menyakitkan sehingga terjadi reaksi berupa tangisan, teriakan, gerakan-gerakan otomatis, perasaan campur aduk. Selain itu juga dilakukan proses pembersihan transfer resonansi jati diri, bagi yang peka ada yang merasakan getaran, hawa hangat dan sebagainya. Resonansi  memori menyakitkan itu diakses untuk dibersihkan secara permanen. Karena resonansi memori yang meyakitkan seringkali menjadi penyebab berbagai gangguan psikologis.

 Apakah Selama Proses Human State Resonance Terapi Saya Tetap Sadar?

Ya. Selama proses Human State Resonance Terapi Anda sadar sepenuhnya dan bisa mengingat semua prosesnya. Human State Resonance Terapi yang kami lakukan berbeda dengan hipnoterapi. Dimana dalam hipnoterapi biasanya Anda akan dibimbing untuk mengalami kondisi relaksasi setengah tidur. Untuk kasus-kasus tertentu, mungkin kami akan mengajarkan Anda relaksasi fisik dan mental, tapi tujuannya bukan untuk membuat Anda tidak sadar, malah sebaliknya untuk membuat Anda semakin menyadari diri Anda.

Apakah Hasil Human State Resonance Terapi Permanen?

Iya, permanen. Hal ini karena Human State Resonance Terapi yang kami lakukan bertujuan untuk menyelesaikan masalah sampai ke akarnya. Ibarat Anda terluka, Human State Resonance Terapi mengobati luka Anda sampai sembuh sepenuhnya. Bukan sekedar memberi obat penghilang rasa sakit, sementara lukanya tidak diurus. Jika Anda telah mencoba terapi-terapi sebelumnya, tapi setelah berbulan-bulan hasilnya tidak permanen, kemungkinan besar Anda menjalani terapi yang bersifat seperti “obat penghilang rasa sakit sementara”. Selain itu Human State Resonance Terapi juga membuka jalan bagi klien untuk kembali ke jati dirinya yang asli.

Apakah Klien Boleh Ditemani Saat Human State Resonance Terapi Berlangsung?

Boleh, apabila klien menghendaki. Namun sangat disarankan bahwa Human State Resonance Terapi bisa dilakukan secara privat, hanya klien dan True self terapis di ruang terapi. Tujuannya adalah agar klien bebas bercerita mengenai masalah paling pribadi sekalipun. Dalam proses Human State Resonance Terapi, kami biasanya menanyakan kesan klien terhadap orang terdekatnya (misalnya suami, istri, anak, saudara, ayah, ibu, mertua, sahabat dan sebagainya). Dikhawatirkan, klien merasa kurang leluasa berbicara apabila ada orang lain yang mendengarkan. Akan tetapi, apabila klien memang ingin ditemani, maka kami persilakan.

Apakah Saya Harus Mengatakan Semua Rahasia Saya?

Tidak. Anda tidak perlu mengatakan semua rahasia Anda kepada kami. Kami memang lebih suka jika Anda terbuka kepada kami karena itu akan mempermudah proses Human State Resonance Terapi. Namun bukan berarti Anda harus menceritakan semua rahasia Anda. Dalam Human State Resonance Terapi, Anda hanya perlu menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang sedang Anda konsultasikan kepada kami. Ketika kami bertanya sesuatu, Anda juga berhak tidak menjawab apabila Anda belum siap untuk membagi rahasia itu dengan kami.

Apakah Human State Resonance Terapi Bisa Menyembuhkan Orang Yang Tidak Ingin Sembuh?

Tidak. Syarat utama keberhasilan Human State Resonance Terapi adalah klien (pasien) harus ada keinginan dari diri sendiri untuk sembuh. Apabila klien menolak untuk diterapi atau tidak ingin sembuh atau merasa tidak mempunyai masalah, maka kami tidak bisa membantu. Human State Resonance Terapi juga tidak bisa membantu orang yang tuli, bisu, anak kecil yang sulit diajak komunikasi, anak autis, anak hiperaktif dan orang dengan kelainan mental sejak lahir.