THE POWER OF LIFE

11 Jul 2015

THE POWER OF LIFE

Forgive The Past

# THE POWER OF LIFE #
Kekuatan untuk hidup
Tulisan ke 1 dari 4 tulisan

“Forgive the Past, Accept the Present, Back to the original check point and growing up, Embrace the future” B-AMA

Pada suatu ketika ada sahabat bertanya ke saya, “pak sebetulnya apa kunci kekuatan hidup?
Hmmm, pertanyaannya cukup berat.
Saya merenung sejenak, sebab jawaban saya harus komprehensif dan bisa harmonis dengan universal laws (hukum universal), serta merupakan inti dari terwujudnya kemenangan hidup
Maka jawaban saya seperti di quotes diatas.

KEKUATAN 1, FORGIVE THE PAST / Memaafkan masa lalu,
Banyak dari kita terjebak disini, waktu boleh saja maju terus, kehidupan bisa saja ha ha hi hi, namun didalam diri terpendam emosi emosi negatif yang merusak dari dalam yang berkaitan dengan masa lalu.

Secara tidak sadar kita banyak hidup di masa lalu meskipun kita melakukan kegiatan di masa sekarang, sebab masih menyimpan emosi negatif terpendam dari kejadian yang telah lalu, jadi fisiknya di masa sekarang, namun jiwanya terpenjara di masa lalu.

Jika kita ingin merdeka dari masa lalu, maka ndak ada jalan lain yaitu memaafkan dan minta maaf.
Yang perlu di maafkan dan meminta maaf dari masa lalu adalah,
* Suatu kejadian / situasi
* Orang orang yang terlibat didalamnya.
* Diri sendiri

Memaafkan dan minta maaf bukan berarti melupakan, sebab suatu kejadian ndak mungkin dilupakan karena sudah terekam.
Memaafkan dan minta maaf bukan menyetujui perbuatan tidak baik (orang lain dan diri sendiri)
Memaafkan dan minta maaf adalah melepaskan faktor emosi diri.
Memaafkan dan minta maaf adalah menyembuhkan luka batin.

Bisa saja kita merasa sudah memaafkan namun coba test, bayangkan kejadian tersebut termasuk orang orangnya, apakah masih ndak nyaman?
Nach 100% Anda harus mengulangi lagi proses memaafkan dan minta maaf tersebut, maka perbaikilah ketulusan Anda minta maaf dan memaafkan.

Bisa saja Anda kaya banget, cerdas banget, sakti banget, gagah dan cantik banget, namun kalau Anda hobi menyimpan emosi emosi negatif ya percuma saja.

Bisa saja Anda tampil dengan tulisan yang sebjiak apapun, tampil dengan ucapan yang sepositif apapun, namun kalau asli dalam diri Anda masih saja menyimpan emosi emosi negatif ya, percuma saja.

Bisa saja Anda sangat fasih membaca ayat ayat atau bahkan ibadah Anda sangat dahsyat namun kalau masih saja menyimpan emosi emsoi negatif, ya percuma saja.

Alam melihat kualitas diiri Anda didalam bukan apa yang Anda lakukan secara fisik.

Jadi emosi negatif dalam diri itu bukan disimpan, bukan pula di expresikan namun yang paling tepat di release / dilepaskan dengan bahan baku memaafkan dan minta maaf tersebut.

Maka coba renungkan ini, setelah Anda ndak ada, mau dikenang sebagai apakah Anda?, pemaaf atau pendendam?, pemaaf atau pembenci?, pemaaf atau pribadi yang doyan mengingat masa lalu ?

Oleh karenanya mau sampai kapan Anda terpenjara oleh Emosi Anda sendiri ?, jujurlah pada diri sendiri, bukankah ini semua pilihan ?

Bersambung ke tulisan ke 2

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership