THE POWER OF LIFE #3

PowerOfLife#3

THE POWER OF LIFE

BACK TO THE ORIGINAL CHECK POINT AND GROWING UP / Kembali ke original check point resonansi jati diri dan bertumbuh setelah itu.

Kekuatan untuk hidup,
Tulisan 3 dari 4 tulisan

“Forgive the Past, Accept the Present, Back to the original check point and growing up plus Embarace the future” B-AMA

Saudaraku yang baik hatinya, untung ada salah satu sahabat ang mengingatkan bawah saya belum posting seri tulisan Power of life yang ke 3 namun langsung ke yang 4.
Oleh karenanya penyelesaian tulisan ke 4 saya tunda dulu agar memberikan kesempatan pada pembaca untuk memahami yang 3, sebab semuanya terhubung.

#1, Forgive The Past
#2, Accept The Present
#3, Back to the Original Check Point
#4, Embrace The Future

Original check point dimaksud disini adalah posisi alamiah jati diri hakiki manusia.
Apa sih jati diri itu?
Yang beredar di luar baik dari ilmu psikologi maupun dari disiplin ilmu lainnya khan baru konsep semata, kita ndak bisa hanya stop berhenti di konsep bukan?, bukankah kita harus mempunyai ukuran yang jelas?
Lantas seperti apa jati diri itu?
Kenapa jati diri begitu penting dalam kehidupan manusia?
Apa bedanya jati diri dengan jati diri hakiki?, apa bedanya dengan jati diri hakiki keluhuran dstnya?
Apa bedanya antara martabat calon manusia dengan manusia, manusia sebenarnya dstnya?
Dan apa hubungannya dengan Sang Pencipta?
Apakah selama ini kita sudah tampil sesuai dengan jati diri hakiki kita ?
Jadi profile jati diri hakiki manusia itu seperti apa?, apa hubungannya dengan konsep khalifah sebenarnya?

Inti kehidupan manusia adalah Jati dirinya.
Jati diri bukan personal identitas bukan pula personal images.
Jati diri bukan pengertian psikologis.
Jati diri adalah daya gerak dari dalam.
Karena jati diri adalah daya gerak, maka sebetulnya jati diri adalah energi.
Energi mempunyai resonansi (getaran dan gelombang)
Kualitas jati diri manusia adalah kunci arah hidup dan gaya hidupnya serta behaviornya / perilakunya seperti apa.

Bedakan ya antara public self dengan True self.
Public self masih dipengaruhi segala bentuk Ego negatif, Nafsu negatif, emosi negatif dan penyakit hati.
True self adalah kebeningan, daerah bebas negatif.

Untuk lebih jelasnya dibawah ini saya sampaikan lapisan lapisan jati diri didalam diri manusia,
(1) Lapisan Ruh Jasad, ruh yang menggerakan jasad, pikiran rasional dan pikiran bawah sadar.
Ruh jasad melebur sampai setingkat sel.
Getaran tertinggi ruh jasad adalah 90.000 / detik.
Masih tercampur dengan energi negatif, dan kebanyakan kasus malah didominasi oleh energi negatif.
Kualitas jati diri fisik duniawi.
Martabat jati diri “Calon Manusia”

(2) Lapisan Ruh Ruhani ( hati nurani/di kedalaman 3600 zat Allahu Robbi )
Tempat dimulainya konsep sebenarnya akal manusia.
Pikiran yang digunakan adalah pikiran jiwa yang berada di lapisan terluar Infinity Haq bawah sadar.
Sudah bebas dari energi negatif.
Merupakan proses awal menuju jati diri hakiki.
Getarannya adalah 120.000 s/d 347.000 / detik.
Dalam quadran Human mantle outer core.
Kualitas jati diri Hakiki
Martabat jati diri “Manusia”

(3) Lapisan Ruh Rubbani ( hati nurani/di kedalaman 4500 zat Allahu Robbi )
Merupakan awal puncak akal manusia dan sudah bersatu dengan lapisan lapisan iman sebenarnya.
Pikiran yang digunakan adalah pikiran jiwa yang berada di lapisan lebih dalam di  Infinity Haq bawah sadar.
Bebas dari energi negatif.
Menembus lebih dalam jati diri hakiki.
Getarannya dari 417.000/ detik sd 732.000 / detik.
Dalam quadran Human Outer Core.
Kualitas jati diri “Hakiki Keluhuran hidup”
Martabat jati diri “Manusia Sebenarnya”

(4) Ruh Nur ( jantung/di kedalaman 34.000 zat Allahu Robbi )
Merupakan puncak akal manusia.
Pikiran yang digunakan adalah pikiran jiwa yang berada di lapisan lebih dalam di  Infinity Haq bawah sadar.
Bebas dari energi negatif.
Menembus lebih dalam jati diri hakiki.
Getarannya dari 890.000/ detik sd 410 juta/ detik.
Dalam quadran Human Mantle Inner Core.
Kualitas jati diri “Hakiki Kemenangan hidup”
Martabat jati diri “Manusia seutuhnya”

(5) Ruh Utama ( jantung/di kedalaman 52.000 zat Allahu Robbi )
Merupakan kelanjutan puncak akal manusia.
Pikiran yang digunakan adalah pikiran jiwa yang berada di lapisan lebih dalam di  Infinity Haq bawah sadar.
Bebas dari energi negatif.
Menembus lebih dalam jati diri hakiki.
Getarannya dari 540 juta / detik sd 107 milyar / detik
Dalam quadran Human Mantle Inner Core.
Kualitas jati diri “Hakiki Kemulyaan hidup”
Martabat jati diri “Kesejatian manusia”

(6) Ruh Inti ( jantung/di kedalaman 75.000 zat Allahu Robbi )
Merupakan awal puncak tertinggi akal manusia.
Pikiran yang digunakan adalah pikiran jiwa yang berada di lapisan lebih dalam di  Infinity Haq bawah sadar.
Bebas dari energi negatif.
Menembus lebih dalam jati diri hakiki.
Getarannya dari 300 milyar sd Trilyun^12 / detik
Dalam quadran Human Inner Core.
Kualitas jati diri Hakiki Keagungan hidup
Martabat jati diri “Inti Kesejatian manusia”

Original check point resonansi jati diri manusia dimulai dari getaran 12 milyar / detik (bandingkan rata rata manusia di 68.000 / detik).

Getaran jati diri hakiki Al haq di 12 milyar / detik adalah merupakan pintu gerbang titik awal perjalanan dahsyat sesuai dengan The God path within (jalur ke Ilahian didalam diri).

Maka getaran terendah dari khalifah hakiki adalah di 12 milyar / detik yang sudah terbebas dari segala bentuk emosi negatif dan penyakit hati.

Jika mengatakan kembali ke fitrah ya ini salah satu cirinya, secara kecerdasan resonansi jati diri masuk di kualitas jati diri minimal di getaran 12 milyar / detik tersebut.

Manusia adalah percikan cahaya Ilahi.
Nach masak percikan cahaya Ilahi masih saja ada emosi emosi negatif dan penyakit hati?
Nach percikan cahaya Ilahi berada mulai di kedalaman lapisan ruh Nur tersebut.

Sebab getaran jati diri sd 90.000 / detik itu bukan kita, itu adalah public self yang masih diliputi emosi negatif dan penyakit hati.
Maka ndak perduli sehebat dan sesakti apa Anda, secerdas apa Anda, sekaya apa Anda, serajin apapun ibadah Anda, segemilang apapun jabatan Anda, akan tetapi selama Anda masih saja diliputi oleh emosi negatif dan penyakit hati, maka Anda harus mengkoreksi semuanya.

Sebab alam ndak melihat kegemilangan Anda secara rasional, bahkan sampai Anda bisa melipat jagad rayapun atau mempunyai kekayaan yang sangat kayapun alam ndak perduli.
Yang dilihat oleh alam adalah dalam diri Anda, kualitas jati diri Anda, sebab itulah inti pokok pembuka jalan Anda di jalur Tuhan Allah agar bisa kembali pulang atau nyasar ke tempat lain.

Dari mana semua informasi ini?
Semuanya sudah terpetakan di DNA kita namun bukan DNA fisik ya, ada di DNA energi.
Dan di DNA alam / Akhasic Record.

DNA fisik di kedalaman 1500%
DNA energi mulai di kedalaman 7.500.000%

Kemudian,
Al Qur an adalah ketentuan baku.
Banyak dari kita memahami ayat secara tersurat dan tersurat namun ndak ada yang melakukan penggalian secara resonansi / getaran dan gelombang.
Maka dalam penggalian ayat ayat Al Quran tergantung melihat dari sisi mana.

Sekalu lagi Al Qur an itu baku, penggaliannya yang ber beda beda kedalamannya.

Kedua,
Kanjeng Nabi menyampaikan informasi tertentu itu sesuai dengan makom (martabat jati diri seseorang) yang mendengarkan.
Bahkan pengetahuan antar 4 sahabat nabipun berbeda karena makomnya beda.

Ketiga,
Ada ayat ayat fisik di Al Qur an (Qauniyah), namun ada ayat ayat alam (Qauliyah).
Nach ayat ayat alam ini ber lapis lapis dan ada didalam diri serta terhubung keluar diri.

Oleh karenanya ndak bisa Anda mengcounter informasi ini ke orang yang tidak memahami resonansi, meskipun dia sampai gelar S3 Al Qur an sekalipun.
Ya sebab refrensinya beda yang digali pun berbeda serta menggunakan sistem dan tehnik yang berbeda.

Semua dikembalikan ke diri kita.
Mau pakai refrensi yang mana.
Namun sudahkah Anda dengan jeli melihat diri?, yang sederhana saja dech….apakah Anda masih saja emosian?, ego negatif, nafsu nafsu negatif?….lantas apakah itu diri sejati atribut Khalifah hakiki?, bukankah jika diri ini masih saja dipengaruhi oleh emosi emosi negatif dan penyakit hati adalah martabat calon manusia ?

Sungguh Allah Sang Maha segalanya sangat luas ilmunya, kita manusia hanya mendapatkan setitik di luasnya lautan.

Salam kasih dan keagungan hidup
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Action for Global Grandness Leadership