ZERO INFINITY INNER CHANGE 2016

01 Jan 2016

HappyNewYear2

# ZERO INFINITY INNER CHANGE 2016 #
Hijrah besar dari dalam diri di tahun 2016

“Langit, Bumi, Matahari, Bulan, Udara, tanah yang kita ijak dsbnya masih sama di tahun 2016 ini. Bagaimana dalam diri kita?, apakah cara pandang ke hidup dan kehidupan, karakter, sikap dan perilaku apakah masih sama? tengok tahun tahun sebelumnya, adakah perubahan?” B-AMA

Sahabatku, ndak usah sampai dengan 3 bulan, mari kita test sampai dengan 1 bulan kedepan (awal Februari 2016), di hari hari 1 bulan ini (Januari 2016), apakah emosi emosi negatif dan penyakit hati masih saja melekat dalam diri?
Apakah sikap dan perilaku serta cara pandang Anda mengenai hidup dan kehidupan masih sama?

Atau Anda masih saja menganggap bahwa emosi negatif dan penyakit hati itu adalah wajar karena banyak orang juga mengalaminya bahkan guru guru Anda juga masih juga terlibat didalamnya?

Atau anda masih saja menganggap bahwa emosi negatif dan penyakit hati adalah suatu proses jangka panjang, maka tidak Anda letakkan sebagai skala prioritas utama?, lha bagaimana jika Anda di tengah perjalanan kemudian dipanggil untuk pindah alam dalam kondisi begitu, kira kira masuk alam yang mana ya?

Atau Anda santai santai saja sebab Anda meyakini Agama adalah juru selamat, dan itu merupakan sesuatu yang otomatis?, pokoke kalau agama tertentu pasti selamat?, khan sudah ada juru selamat di masing masing Agama?, apakah masih seperti itu?

Kenapa ndak seperti Anda posisikan seperti harus ke kamar mandi apabila panggilan alam sudah mendesak?, bukankah harus meluncur ke kamar mandi?, hajat tersebut harus dilaksanakan bukan?

Apakah lelaku ibadah kita bisa saja masih sama, bagaimana dengan kualitas yang menyertainya?
Ukuran apa yang kita pakai untuk kualitas ibadah kita?

Bukankah kualitas ibadah kita bergaris lurus dengan sikap dan perilaku serta cara pandang kita ke hidup dan kehidupan ini ? termasuk bagaimana kedalaman kita dalam memahami bahwa apa sich bedanya politik Agama dengan psikologi Agama serta lebih lama lagi authentic Agama ?

Jadi perubahan apa yang menjadi target utama kita?
Apakah dari yang tidak punya rumah menjadi punya rumah?
Dari yang ada 1 rumah jadi 2 rumah?
Dari yang tidak bekerja, menjadi bekerja?
Dari yang karirnya mandek jadi cemerlang?
Dari yang bisnisnya ambruk atau stagnan jadi sukses gilang gemilang?
Dari yang masih sendiri, maka ketemu jodohnya?
Yang belum sakti ingin jadi sakti?
Yang belum bisa melihat penampakan ingin bisa melihat penampakan?
Apakah fokus hal hal seperti itu yang kita utamakan?, bukankah dari yang utama ada inti utama?, dari inti ada core intinya lagi, dari core inti ada super core intinya lagi, dstnya.

Dan masih sajakah kita menguji suatu pengetahuan dengan refrensi pengetahuan diri bukan dari sumber langsung pengetahuan tersebut?

Dan masih sajakah kita menyikapi suatu pengetahuan yang frekuensinya di lt 7 (misalnya) dengan frekuensi pengetahuan Anda yang masih di lt 3 (misalnya) ?, bukankah minimal di frekuensi yang sama atau lebih tinggi agar bisa memaknai pengetahuan tersebut dengan kedalaman yang baik?

Jika semuanya seperti diatas maka Anda belum memahami betul makna inti hidup dan kehidupan serta menjalankan agama baru sebatas kedalaman psikologi dan politik Agama, bukan Authentic Agama, ini sungguh sangat disayangkan.

Sahabat, segala sesuatu dalam hidup bergerak sesuai dengan frekuensi jati diri manusia tersebut dan ini otomatis membentuk medan energi yang sama, dan sekaligus menciptakan kualitas hidup di.medan energi yang sama.
Kualitas hidup hakiki itu beda dengan kualitas hidup abal abal.
Kualitas hidup hakiki meliputi Biologi, Psikologi, Sosiologi, Spiritual serta Kebeningan Fitrah diri plus kebeningan sasarannya kemana kita nanti pulang ketika hidup audah expired date.

Jadi……
Bukankah kita sendiri yang menciptakan kualitas hidup kita selama ini?, lantas kenapa menyalahkan orang lain atau situasi atau kehidupan?

Maka…
Kembali lagi, perubahan apakah yang kita perjuangkan yang utama?

“Dengan frekuensi kualitas jati diri yang sama, maka kita masih menciptakan medan energi kehidupan yang sama”

Sangatlah elegan agar sudah tiba saatnya kita harus jujur sama diri dan mengevaluasi prioritas kehidupan kita kedepan berikut cara pandang serta sistem dan tehnik kita selama ini.

Itulah kenapa kita harus HIJRAH total (Zero Infinity Inner Change), bukan hijrah abal abal.

Zero Infinity Multi Universe Sajadah
Salam Allahu Robbi
To Love – To Give – To Care
Baginda Adam Muhammad Akbarnahu
Navigator Executive
Grandness Leadership Intelligent Center
Initiating Inner Quality with Real Action for Global Grandness Leadership

TS-CODE Technology
The Inner True-Self Blue-Print Enhancement through Origin Divine pathway
Journey to the Core source of Sustainable Excellence and Real Affluence

Marifatul Marqha ya A’la Al Qouniah Al Qouriah
Jalan Memurnikan kesejatian Waqulja Haq Al Haq Haki

1 Januari 2016