PINDAH ALAM #2

21 Mar 2014

Kedahsyatan hari ini “PINDAH ALAM #2”
Quotes of the day “Sejatinya setiap tempat tujuan dari suatu perjalanan mempunyai prasyaratnya sendiri yang harus kita ikuti, agar kita bisa masuk ke tempat tersebut dengan penuh kemulyaan !, maka sudahkah kita mempersiapkan diri untuk lolos dari prasyarat yang ditetapkan ?” B-SANMA

Respon dari tulisan saya (PINDAH ALAM) terdahulu sangat banyak.
Di inbox, whats app, Line, Viber, We Chat, BBM banyak yang rata – rata menginginkan penjelasan sederhana bagaimana mekanisme sederhana hukum tarik menarik energi alam terhadap energi ruh kita.

BERBANDING LURUS
Hidup adalah perjuangan.
Hal ini sudah melekat dalam diri setiap insan.
Seperti adanya kaki dan tangan kita.
Perjuangan ini ada 2, kedalam dan keluar.
Kedalam berarti pembenahan didalam diri.
Keluar berarti keharmonisan dan memulyakan semua pihak serta mengelola alam.

Jadi spektrumnya adalah kedalam diri yang menduduki peringkat utama.
Benahi diri dulu baru keluar.
Benahi diri ini bukan untuk urusan kesaktian, kemampuan supranatural, kemampuan metafisik dan macem macem lainnya.
Pembenahan dalam diri adalah memerangi dan membersihkan total semua sisi gelap dalam diri.
Bagaimana menjadi pribadi yang sejuk, damai yang hakiki, tegar, tangguh, cerdas, kreatif, inovatif dan bermanfaat untuk sesama serta alam.

Semuanya ini setiap detik dinilai.
Memulyakan diri dan lingkungan itu bukan berarti menjadikan diri menjadi lembek !, tidak bukan itu.
Memulyakan juga termasuk suatu sikap tegas agar melepaskan diri dari zona yang tidak mengagungkan diri.
Memulyakan diri berarti menjernihkan niat hidup dan tegas di jalur kehidupan positif yang menuntun kita dalam menyelesaikan garis takdir positif diri.

KRITERIA LOGIKA ALAM
Masih segar dalam ingatan saya ketika saya mengantar anak saya acara sekolah di Istana Presiden di Cipanas, pengantar pria maupun wanita dilarang masuk pakai celana jeans. Yang wanita harus memakai rok, pria harus pakai celana kain. Bagaimana jika tidak sesuai prasyarat tersebut ?
Ya kami dilarang masuk !
Emang bisa gitu ada yang menjanjikan jalur bebas hambatan tetap pakai celana jeans bisa masuk ?…he..7x lha wong semua penjaga plus Presidennya ndak ada yang pakai Jeans.

Ada satu contoh lagi…dulu di kantor tempat saya bekerja.. ketika kami para senior manager dipanggil menghadap ke salah satu Direktur, kita juga harus mempersiapkan diri, yaitu harus pakai NPP, harus pakai Dasi, pakai semi jas, membawa serta program kerja masing – masing.
Itu prasyarat standar yang harus dipenuhi !
Bagaimana jika tidak sesuai kriteria ?, wach ya jadi urusannya panjang !
Emang bisa gitu ada bisa menjanjikan..ach ketemu pak Direktur santai aja gua yang tanggung jawab…bisa pakai baju semaunya..ada apa-apa gue yang punya urusannya !, ..ha…7x..mantabs dech.

Itu kehidupan rasional ya !
Nach sekarang bagaimana dengan logika alam ?
Bukankah kita semua maunya pergi ke alam yang baik, taruhlah bahasa tradisional alam Surga !
Namanya saja alam positif khan segala sesuatu yang ada didalamnya harus positif bukan ?
Khan alam tersebut mempunyai prasyarat yang ketat dan jelas serta ndak bisa ditawar.
Kita yang menyesuaikan ke kriteria tersebut, bukan alam tersebut yang menyesuaikan ke kita !

Nach bagaimana jika ketika kita pindah alam, masih banyak urusan yang sifatnya negatif belum terselesaikan…contoh belum minta maaf atau memaafkan, masih ada emosi – emosi terpendam, masih ada kebencian, dan hal – hal lainnya yang sifatnya negatif di hubungan antar manusia yang belum terselesaikan.
Dan ini semua membentuk suatu endapan emosi negatif serta energi negatif !
Apa iya ketika kita pindah alam dengan membawa semua itu kita bisa masuk ke alam – alam positif ?
Bukankah prasyarat dan kriterianya jelas ?
Lho khan ada janji agama, budaya ?, khan jika ikut agama tertentu melakukan ritual budaya tertentu pasti terselamatkan ?
Weee..enak ya ?, mana bentuk perjuangan kita sebagai manusia? begitukah cara menterjemahkan agama ?

Hubungan antar manusia harus diselesaikan dengan manusia tersebut my friend !, masak buat salah sama sesama, gengsi minta maaf namun tobatnya sama Tuhan, dan menganggap bahwa pasti sudah dimaafkan.
Ada juga yang tampak sudah bergaul ha ha hi hi….dipermukaan seperti ok ok saja, namun didalam diri masih saja ada ganjalan terhadap yang diajak ngobrol tersebut !

Nach semua endapan emosi negatif dan penyakit hati dan energi negatif ini mengganjal diri untuk masuk alam positif.
Ach ndak gitu ach..khan saya sudah menjalankan semua tradisi budaya, saya sudah melakukan semua ritual yang disyaratkan oleh agama saya….ok..itu khan kebenaran kita…alam khan punya kebenaran sendiri !

NERACA KEHIDUPAN
“Demi masa sesungguhnya manusia itu merugi”….itu tercantum dalam salah satu ayat di surat tertentu dalam kitab suci agama tertentu.
Memang tepat sekali ayat tersebut !
Kenapa ?
Demi masa itu adalah waktu !
Merugi…ya karena kita manusia banyak menyianyiakan waktu dan tidak pernah belajar dari pengalaman hidup !.
Bukan malah membenahi hidup kita, untuk membersihkan ruh dari segala beban, malah menambah beban..atas persepsi kebenaran – kebenaran kita sendiri !
Ingat alam bekerja sistematis berdasarkan aturan kebenarannya sendiri.

APA SICH KONKRITNYA ?
Gini contoh jika kita pindah alam masih membawa beban emosi – emosi negatif !
Meninggal karena perang, karena dibunuh, karena kecelakaan, karena bencana alam, karena penyakit dan semua hal penyebab kematian yang sebelumnya kita belum sempat menetralkan semua beban dalam diri !
Ini semua mengganjal kita !
Bisakah dibantu dengan doa dari keluarganya ?
Bisa..namun beban ruh itu khan ada 2, yang pertama beban yang timbul karena kesalahan kita pada Tuhan serta alam, yang kedua adalah kesalahan kita pada sesama !
Nach beban yang pertama itu yang bisa dibersihkan dibantu oleh doa keluarga, sedangkan beban kedua sulit dibersihkan sepanjang masih berkaitan dengan sesama.

BEBAN EVOLUSI
Terus nyangkutnya kemana ruh yang masih terbebani tersebut ?
Ya sesuai neraca yang telah dibangun, maka sesuai dengan timbangannya..maka sukses masuklah sesuai dengan frekuensi yang sesuai.
Jika hasil perhitungannya menghasilkan frekuensi yang alamnya negatif ya masuk kesitu…gabung dech sama mahluk – mahluk aslinya yang dari alam tersebut !
Inget film – film seperti Narnia, Hobit dll.
Khan ada mahluk yang setengah tubuh manusia setengah kuda, ada yang setengah manusia setengah singa dan lain sebagainya…
Itu dikarenakan ruh manusia masuk ke alam negatif ya menyesuaikan dengan hukum – hukum di alam tersebut, termasuk fisiknya.
Uraian ini sebetulnya masih panjang dan berlembar lembar…yang baca juga capek ya.
Maka saya sudahi disini penjelsaannya, langsung ke inti pesan moral saja.

PESAN MORAL
Yuuk mari kita sama – sama berjuang untuk menjalankan dibawah ini :
(1) Apa – apa yang kita ambil dari mega mall kehidupan dengan cara yang negatif, maka kita harus membayar beserta bunga – bunganya.
Semuanya dari kita.
Jangan suka menyalahkan orang lain atau situasi bahkan kehidupan.
Semakin kita protes, maka semakin jauh diri ini dari penyelesaian yang baik.

(2) Hubungan antar manusia, itu Tuhan ndak ikutan..kita yang harus membereskannya.
Kok enak kita yang membuat kesalahan, kemudian mengadu kepada Tuhan, langsung dimaafkan !
Lantas gimana terhadap orang yang telah kita sakiti ?
Disegerakan minta maaf dan memaafkan dengan tulus, agar tidak mengganjal diri ketika pindah alam.
Jangan suka menunda urusan ini.
Memaafkan bukan berarti menyetujui perbuatan yang tidak baik !, namun suatu usaha untuk membebaskan diri dari semua beban emosi negatif.

(3) Kita semua yang hidup di bumi fisik tanpa terkecuali siapapun dia, berarti masih ada beban yang belum terselesaikan. Inilah azaz keadilan Tuhan…kita diberi kesempatan untuk memperbaiki…maka gunakanlah kesempatan emas ini..jangan menunda.
Emang kita tahu kapan expired date hidup kita ?
Selesaikan selama kita masih hidup.
Ingat spektrumnya bukan hanya lingkup kehidupan sekarang, namun juga kehidupan yang lalu.
Semuanya berakumulasi dan harus kita bereskan sekarang !
Yang ada bukan malah membereskan, namun malah membuat baru lagi !
Jadi jika dalam notasi matematika bisa sederhana seperti ini :
Beban sekarang = beban masa lalu + beban sekarang

(4) Membuka diri dengan pemahaman yang lebih luas, jangan menutup diri dengan pemahaman tertentu plus dengan kebenaran – kebenaran kita sendiri !
Bersedialah berpikir bebas.
Sejatinya pengetahuan di alam Bumi, itu berbeda di setiap alam alam yang lainnya.
Kebenaran di alam Bumi belum tentu sama dengan alam Surga atau alam alam diatasnya.

(5) Bermohonlah agar selalu berada di garis takdir positif diri !
Semua terlahir sudah membawa garis takdir positif dan garis takdir negatif masing -masing sebagai akibat perbuatan kita sendiri yang belum terselesaikan !
Garis takdir negatif adalah akumulasi beban dari masa lalu yang belum terselesaikan dengan baik, kata sederhananya adalah hutang masa lalu.
Sejatinya semuanya sudah didesain di kehidupan ini, namun penjebol takdir adalah nasib yang diperjuangkan.
Maka seberapa jauh kita sudah berjuang untuk membuat nol garis takdir negatif kita ?

(6) Sejatinya alam positif itu berlapis lapis tiada ujung.
Surga adalah yang terendah.
Surga saja sudah berat kriterianya apalagi yang sudah diatasnya ?
Maka berjuanglah menjadi terbaik di kehidupan kita.
Semuanya mempunyai hak yang sama.
Yang membedakan adalah sistem dan tehniknya.
Maka mendaratlah ybs di suatu alam sesuai dengan keyakinan sistem dan tehnik yang dipergunakan.

(7) Yang dibaca oleh alam adalah perbuatan nyata kita di kehidupan, baik didalam diri maupun diluar diri.
Bukan kemampuan supranatural kita, bukan kesaktian kita, bukan kekayaan kita, bukan kecerdasan kita.
Namun kualitas yang ada didalam diri ini…itulah yang dinilai !

(8) Hukum evolusi kehidupan sungguh bekerja secara otomatis.
Sebagi pelaksana hukum keadilan Tuhan.
Dan penyempurna ruh kita.
Dan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab serta menghargai sesama juga hidup itu sendiri.
Hukum evolusi ini tetap bekerja sebagai bagian dari hukum universal kehidupan.
Seperti hukum gravitasi selalu bekerja tanpa pilih bulu, selama syarat – syarat berlaku..maka sistem akan bekerja.
Maka hukum evolusi kehidupan juga begitu, meskipun kita dak mengerti, ndak tahu, bahkan kita ndak percaya sekalipun, protes sampai melet dan bilang wow sekalipun,tetap bekerja !

(9) Mari kita semua memulyakan diri, memulyakan sesama dan memulyakan kehidupan, maka kita pasti akan dimulyakan oleh alam.
Sistem bekerjanya simple dan sederhana, sesungguhnya kita sendiri manusia yang mempersulitnya !

Begitu kira – kira, mudah mudah an uraian ini menambah cakrawala kita dalam menyikapi kehidupan dan menjadikan diri ini untuk lebih bertanggung jawab dalam hidup serta mudah mudah an makin menambah kedalaman keimanan dan ketaqwaan kita bersama !

SALAM KASIH DAN KEDAHSYATAN HIDUP
To Love To Care To Give
Navigator Eksekutif
Lembaga Indikator Resonansi Autentik Spiritual